Membangun Tempat Suci

Posted by on Kamis, Oktober 28, 2010 with No comments
Seorang laki-laki mengunjungi orang suci. "Aku ingin
membangun sebuah tempat ibadah ,"kata laki-laki itu.
"Perbaikilah niatmu."
"Aku telah memperbaiki niatku."
"Baiklah, jika niatmu telah benar, aku ingin tanya, bagaimana
jika setelah tempat ibadah selesai dibangun lalu masyarakat
menganggap orang lain yang telah membangunnya ? Mereka sama
sekali tidak menyebut namamu,"tanya beliau.
"Hal itu tentu akan terasa berat bagiku," jawabnya.
"Niatmu belum benar," kata orang suci tersebut.

Datang seorang lelaki lain. "Aku ingin membangun tempat ibadah
ikhlas demi Allah."
"Berikanlah kepadaku dana yang telah kamu siapkan untuk
membangun tempat ibadah itu . Nanti terserah padaku, akan
kugunakan uang itu untuk membangun mesjid, makan atau dibagi-
bagikan. Tetapi, di akhirat nanti, kamu akan memperoleh pahala
membangun tempat ibadah."
"Akan kupikir-pikir dahulu." Setelah berpikir, akhirnya lelaki
itu menolak usulan orang suci tersebut.

Seorang laki-laki lain datang menemui orang suci. "aku ini
seorang pedagang. Sudah lama aku berniat membangun tempat
ibadah semata-mata karena Allah. Untuk mewujudkan cita-citaku
ini, aku menabung tiap kali memperoleh keuntungan. Sekarang
tabunganku telah cukup untuk membangun tempat ibadah."
"Jika kamu benar-benar ingin membangun tempat ibadah,
berikanlah tabunganmu itu kepadaku, terserah aku, akan aku
gunakan uang itu untuk membangun, menyedekahkannya atau
memakannya. Tetapi, di surga nanti, kamu akan memperoleh
pahala membangun tempat ibadah tersebut dan pahala dari orang
orang-orang yang beribadah di dalamnya."

"Ya, jika benar ucapanmu itu, akan kuserahkan semua tabunganku
kepadamu, dan aku tidak perlu bersusah-payah memikirkan
pembangunan tempat ibadah. Aku akan pulang sekarang untuk
mengirimkan uang itu kepadamu. Gunakanlah uang itu sesukamu,"
kata lelaki itu kegirangan.

"Aku ini tidak membutuhkan tabunganmu. aku hanya ingin menguji
niatmu. Sekarang, bangunlah sebuah tempat ibadah olehmu dan
umumkanlah rencana pembangunan itu kepada masyarakat, karena
niatmu telah benar."
Categories: