ini adalah catatan dari cerita perjalanan kehidupan saya dan keluarga, blog ini sengaja saya sembunyikan dari keluarga dengan harapan suatu saat mereka bisa menemukan, mencerna, dan memahami maksud saya dari menulis blog ini, meski dengan cara copy paste

Rabu, April 29, 2009

Murid Si Pematung

Alkisah, di pinggir sebuah kota, tinggal seorang seniman pematung yang sangat terkenal di seantero negeri. Hasil karyanya yang halus, indah, dan penuh penghayatan banyak menghiasi rumah-rumah bangsawan dan orang-orang kaya di negeri itu. Bahkan, di dalam istana kerajaan hingga taman umum milik pemerintah pun, dihiasi dengan patung karya si seniman itu.

Suatu hari, datang seorang pemuda yang merasa berbakat memohon untuk menjadi muridnya. Karena niat dan semangat si pemuda, dia diperbolehkan belajar padanya. Bahkan, ia juga diijinkan untuk tinggal di rumah paman si pematung.

Sejak hari itu, mulailah dia belajar dengan tekun, mengukur ketepatan bahan adonan semen, membuat rangka, cara menggerakkan jari-jari tangan, dan mengenali setiap tekstur sesuai bentuk dan jenis benda yang akan dibuat patung, dan berbagai kemampuan mematung lainnya.

Setelah belajar sekian lama, si murid merasa tidak puas. Sebab, menurutnya, hasil patungnya belum bisa menyamai keindahan patung gurunya. Dia pun kemudian menganalisa dengan seksama, lantas memutuskan meminjam alat-alat yang biasa dipakai gurunya. Dia berpikir, rahasia kehebatan sang guru pasti di alat-alat yang dipergunakan.

Guru, bolehkan saya meminjam alat-alat yang biasa Guru pakai untuk mematung? Saya ingin mencoba membuat patung dengan memakai alat-alat yang selalu dipakai guru agar hasilnya bisa menyamai patung buatan Guru.

Silakan pakai, kamu tahu dimana alat-alat itu berada kan? Ambil saja dan pakailah, jawab sang guru sambil tersenyum.

Selang beberapa hari, dengan wajah lesu si murid mendatangi gurunya dan berkata,

“Guru, saya sudah berusaha dan berlatih dengan tekun sesuai petunjuk Guru, memakai alat-alat yang biasa dipakai Guru. Kenapa hasilnya tetap tidak sebagus patung yang Guru buat?�

Anakku, gurumu ini belajar dan berlatih membuat patung selama puluhan tahun. Mengamati obyek benda, mencermati setiap gerak dan tekstur, kemudian berusaha menuangkannya ke dalam karya seni dengan segenap hati dan seluruh pikiran. Tidak terhitung berapa kali kegagalan yang telah dibuat, tapi tidak pernah pula berhenti mematung hingga hari ini. Bukan alat-alat bantu yang engkau pinjam itu yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang pematung handal, tetapi jiwa seni dan semangat untuk menekuninya yang harus engkau punyai. Dengan begitu, lambat laun engkau akan terlatih dan menjadi pematung yang baik.

Terima kasih Guru, saya berjanji akan terus berlatih, mohon Guru bersabar mengajari saya

Pembaca yang berbahagia,
Untuk menciptakan sebuah maha karya, tidak cukup hanya mengandalkan talenta semata. Kita butuh proses belajar dan ketekunan berlatih bertahun-tahun. Bahkan, meski dibantu alat-alat secanggih apapun, hasil yang didapat sebenarnya sangat tergantung pada tangan-tangan terampil dan terlatih yang menggerakkannya.

Demikian pula dalam kehidupan ini, jika ingin meraih prestasi yang gemilang, ada harga yang harus kita bayar! Apapun bidang yang kita geluti, apapun talenta yang kita miliki, kita membutuhkan waktu, fokus dan kesungguhan hati dalam mewujudkannya hingga tercapai kesuksesan yang membanggakan!!!

Oleh : Andrie Wongso



Teknik Sederhana Optimalkan Kerja Pikiran

Bagaimana meningkatkan motivasi kerja? Salah satu cara yang efektif adalah optimalkan seluruh potensi diri Anda semaksimal mungkin dengan memiliki kemampuan mengatur kegiatan kerja yang sangat padat SENDIRIAN saja tanpa sekretaris? Bagaimana caranya? Sangatlah mudah. Kuncinya: kenali cara kerja Unconcious (Pikiran Bawah Sadar=UC) Anda dengan benar dan seringlah bicara dengan dia karena dia sangatlah hebat dan pandai. Jadi ngapain mikir, gitu lho?

Biarkan saja UC Anda yang sangat JAGO tersebut mengaturkan prioritas kerja Anda sehingga hasilnya akan sangat produktif & sangat efektif. Lalu, Anda fokus pada kegiatan besar yang selaras dengan misi Anda.

Rahasia Pertama melatih UC Anda dalam catat mencatat semua kegiatan ini adalah menggunakan PENSIL. Mengapa? Karena pensil bisa dihapus sehingga jadual kegiatan kerja Anda gampang dipindah (pelajari teknik NLP tentang Submodalities, maka Anda akan menemukan jawabannya mengapa harus gunakan pensil).

Rahasia Kedua adalah gunakan buku Agenda Kerja MANUAL (bukan PDA atau sejenisnya. Mengapa? Rasakan saja sendiri manfaatnya di UC Anda he..he..) yang bisa ditulis tangan dengan pensil, gunakan agenda tahunan (widening), bulanan, mingguan dan harian (deepening). Nah, fokus mengatur prioritas kerja produktif dan efektif adalah pada kegiatan kerja HARIAN yang harus fleksibel karena sangat tergantung pada situasi dan kondisi saat itu. Kegiatan ini kita sebut saja TO DO LIST.

Berikut ini adalah panduan melakukan TO DO LIST:

1. Catat semua kegiatan kerja tambahan apapun yang ingin dikerjakan hari esok atau hari berikutnya (diluar yang sudah pasti dan terjadual) yang muncul dalam benak Anda pada Block Note, hindari mencatat dengan urutan angka (1,2,3...8), cukup gunakan kotak atau bulatan, contoh:

O Bank BCA: Setor dan bayar Kartu Kredit Citibank.

O Email: Proposal PT. ABC & kalimat motivasi

O Buat Tagihan ke PT. XYZ

O Meeting (dadakan) dengan Metro TV

2. Pada malam hari sebelum pergi tidur, susunlah semua kegiatan kerja yang akan dilakukan hari esok pada sehelai kertas atau halaman depan Block Note, usahakan satu halaman saja. Susunlah berdasarkan prioritas urutan waktu dan tetap gunakan kotak atau bulatan pada tepi kiri kegiatan kerja.

3. Sebelum tidur, bicaralah pada Unconcious Anda untuk minta bantuan dia mengatur prioritas kegiatan kerja esok hari dari yang paling penting, jika masih ada yang tertinggal dan belum dicatat, mohon bantu diberitahu. Lalu, biasanya sayapun tertelaaap...

Oh ya, saya biasanya selalu sediakan kertas dan pensil disamping ranjang jika UC saya tiba-tiba membangunkan untuk mencatat hal-hal baru yang belum ada di catatan TO DO LIST saya. Atau, kadang-kadang UC memunculkan ide baru yang cemerlang. Wow, luar biasa UC Anda, bukan?

4. Saat bangun pagi, Anda akan menemukan diri Anda secara otomatis mengatur ulang semua jadual kegiatan hari ini berdasarkan prioritas paling penting sesuai saran terbaik dari UC Anda semalam saat Anda tertidur. Mudah dan efektif, bukan?

5. Lakukan kegiatan kerja yang telah Anda susun untuk hari itu dan SELESAIKAN SATU per SATU (hindari cara kerja lompat-lompat atau setengah-setengah), coret atau beri tanda "V" (tik) pada bulatan kegiatan kerja yang telah selesai dilaksanakan. Rasakan deh ada perasaan puas dan nyaman setelah berhasil mengerjakan semua kegiatan kerja yang telah disusun oleh UC Anda semalam.

6. Untuk kegiatan kerja yang belum atau belum selesai dilaksanakan hari ini dan dirasa masih penting untuk dilakukan, dapat pindahkan ke hari berikutnya dan disusun ulang tingkat prioritasnya.

Teruslah lakukan kegiatan ini sampai menjadi terbiasa (Unconcious Competence) dan jangan heran diri Anda akan makin termotivasi, makin termotivasi dan makin termotivasi untuk terus beraktifitas dan berkarya. Sukses besarpun akan menanti karena hasil dari sukses-sukses kecil Anda hari ini.

Ingat pepatah: Semakin Keras Anda Berkerja, Semakin Sulit Anda Menyerah.


Krishnamurti

Mindset Motivator


Pikiran

"Seperti air yang selalu mencari jalan untuk dirinya sendiri, apa yang selalu kita pikirkan akan menjadi sumber energi yang mengarahkan tindakan-tindakan kita.""Apakah ada perasaan putus asa sewaktu terapung di laut sendirian?Misalnya, berpikir 'habislah sudah hidupku' .?" tanya wartawan MetroTV kepada Ari Afrizal,21, korban gelombang Tsunami, selama 15 hari 14 malam terapung-apung di lautan lepas."Tidak!"jawabnya tegas, "Yang terpikir saya waktu itu, saya mau hidup, saya tidak mau mati!"Ternyata tekad serta apa yang dipikirkan Ari menjadi kenyataan.Pemuda yang berasal dari desa Kabong, Aceh Jaya, berhasil diselamatkan kapal Al-Yamamah yang lewat di lokasi 320 kilometer dari pantai barat Sumatera, 15 hari setelah bencana Tsunami Aceh 26 Desember 2004.

Selama terapung di lautan Ari melawan terik matahari, dinginnya hujan serta pekatnya malam dengan hanya memakan buah kelapa serta bantuan kayu dan sampan yang hanyut bersama-sama ke laut.Tekadnya untuk hidup telah membuatnya bertahan selama 15 hari sebelum akhirnya ditolong awak kapal Al-Yamamah.Dalam kehidupan sehari-hari, perasaan ragu, takut atau pesimis, seringkali menghantui pikiran kita. Padahal, pikiran positif, semangat serta tekad merupakan modal awal yang barangkali 50% akan menjamin keberhasilan pekerjaan dan tugas-tugas kita.

Pernahkah kita sadari bahwa apa yang kita pikirkan sesungguhnya merupakan sumber kekuatan yang luar biasa "dahsyat"?Dalam khasanah psikologis ini disebut sebagai "Self-fullfiling Phropecy" atau "Pygmalion Effect". Adalah Robert Merton, seorang profesor sosiologi di Universitas Columbia yang pada tahun 1957 mengembangkan konsep ini. Dalam kajiannya yang terkenal dengan sebutan "Social Theory and Social Structure", Merton mengatakan (dengan bahasa sederhana) ketika sebuah ekspetasi sudah dibuat, bahkan ketika itu tidak akurat, kita akan cenderung untuk bertindak melakukan sesuatu yang konsisten dengan ekspetasi itu.

Dan herannya, kebanyakan ekspetasi itu akan membuahkan hasil nyata, layaknya sebuah proses ajaib.Bukankah Ari Afrizal, korban Tsunami yang terapung di lautan lepas selama 15 hari itu telah membuktikannya? Bahwa apa yang dipikirkannya tidak mau mati di tengah-tengah laut membuat dirinya bertahan dan bahkan diselamatkan oleh kapal yang lewat!Oleh sebab itu, jangan bermain-main dengan pikiran Anda sendiri, Anda harus mengarahkan pikiran secara positif dan sitematis, karena pikiran Anda akan membawa Anda ke mana akan menuju.

Seorang tokoh pernah mengatakan, "All things, whatever you ask, praying, believe that you shall receive them, and it will be to you."


Setya Rahadi-
Learning and Motivation Spirit -


Tindakan...Tindakan...Tindakan...

Sebaik dan sehebat apapun ide-ide atau sasaran-sasaran yang telah Anda tetapkan, tidak akan menghasilkan sesuatu apapun, jika semua itu tidak segera Anda lakukan. Di dunia ini sebenarnya banyak sekali orang yang memenuhi syarat untuk bisa sukses, tetapi mereka ada kehilangan satu unsur pelengkap utama kesuksesan. Unsur itu adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu hal, untuk mendapatkan suatu hasil. Itulah yang dinamakan "Tindakan".

Setiap upaya untuk menghasilkan "hasil", setiap pekerjaan kecil maupun besar dalam bidang apapun itu; sangat memerlukan orang yang berpikir untuk bertindak. Meskipun Anda sudah menuliskan ide-ide maupun sasaran-sasaran yang cemerlang, membuat peta perjalanan menuju kesuksesan Anda; itu semua belum cukup untuk benar-benar bisa meraih sukses. Anda tidak akan pernah sampai ke tujuan Anda, jika Anda tidak segera mulai melangkah, melakukan tindakan-tindakan nyata sesuai dengan arah sasaran-sasaran Anda sendiri. Ide-ide maupun sasaran-sasaran Anda itu harus dilaksanakan, barulah Anda akan mengetahui sampai dimana Anda sekarang ini.

Ide-ide atau sasaran-sasaran sederhana yang dilaksanakan dan dikembangkan adalah seratus persen lebih baik, dari pada ide-ide atau sasaran-sasaran hebat yang "mat! i" karena tidak pernah dilakukan. Sehebat apapun ide atau sasaran Anda, jika tidak segera Anda ditindaklanjuti untuk meraihnya, maka itu akan sia-sia saja bagi Anda; tidak ada hasil apapun yang Anda peroleh. Setiap hari ribuan bahkan jutaan orang "mengubur" ide-ide atau gagasan-gagasan bagus karena mereka "takut" untuk melaksanakannya. Banyak orang punya rencana cemerlang demi masa depannya, tapi mereka takut untuk bertindak ke arah tujuannya.

Perasaan takut bertindak ini dulu sering terjadi pada diri saya sendiri. Takut bertindak ini sebenarnya lebih disebabkan oleh pikiran kita sendiri. Seringkali pikiran kita "mengecoh" diri kita dengan perasaan takut, "was-was", ragu-ragu untuk melakukan suatu hal yang sudah kita rencanakan. Jadi langkah awal yang saya lakukan saat itu adalah "melakukan apa yang saya takutkan". Ternyata itu benar-benar sangat mujarab efeknya dan sangat positif pengaruhnya pada di! ri saya. Saya justru tidak merasakan adanya perasaan takut lagi, setelah saya melakukannya. Ini sungguh ajaib bagi saya. Ternyata "tindakan mengalahkan rasa takut". Tindakan bisa menghilangkan ketakutan yang sebelumnya "menggerogoti" pikiran saya.

Jika perasaan takut melakukan sesuatu juga terjadi pada Anda, cobalah "lakukan apa yang Anda takutkan" itu. Tentu saja dalam konteks ini adalah melakukan semua hal yang positif. Kalau yang Anda takutkan itu sebenarnya mempunyai "hasil akhir yang positif", segera saja lakukan, bertindaklah; maka tindakan Anda akan menghilangkan rasa takut tadi. Anda merasa takut bicara di depan umum, coba lakukan yang Anda takutkan...bicaralah di depan umum. Anda takut menghadap pimpinan di perusahaan tempat Anda bekerja, cepatlah menghadap pimpinan Anda. Anda takut ditolak calon klien Anda, segera buatkan penawaran bisnis Anda. Anda takut mengeluarkan pendapat, cepatlah bicara. Anda merasa takut, bertindaklah.

Gagasan atau ide atau rencana memang penting, tetapi itu saja tidak cukup. Semuanya itu akan jauh lebih bernilai dan membawa manfaat jika dilaksanakan. Ingatlah, semua yang sudah ada di muka bumi ini, semua hal yang bisa membuat kehidupan kita semakin baik, nyaman, adanya berbagai fasilitas yang mempermudah kita; itu semua berawal dari sebuah ide atau sasaran yang dilaksanakan. Ide-ide yang dilanjutkan dengan tindakan untuk mencapainya, akan benar-benar berubah wujud menjadi nyata.

Milikilah kebiasaan untuk selalu segera bertindak, jangan biasa menunggu apapun itu. Jangan menunggu situasi dan kondisi enak dan nyaman lebih dulu, jangan menunggu dunia sempurna lebih dulu, baru Anda mau bertindak. Jika Anda sudah memiliki kebiasaan bertindak, maka ! semua keinginan Anda pasti bisa lebih mudah Anda raih.

Kesuksesan tidak akan diperoleh dengan hanya mengangankannya. Kesuksesan hanya bisa dicapai dengan rencana pasti, kejelasan sasaran, didukung oleh keinginan yang pasti, dan melalui tindakan-tindakan serta ketekunan secara terus menerus. Ingatlah ini, begitu Anda memiliki sebuah gagasan atau ide atau sasaran, segera tetapkan dan cepat lakukan dengan semangat membara. Jangan menunggu terlalu lama untuk bertindak menuju sasaran Anda. Ubahlah "kebiasaan menunggu", dan gantilah dengan "kebiasaan bertindak".

Jangan banyak menimbang-nimbang. Jangan menunda untuk memulai. Satu-satunya cara untuk mengatasi keinginan menunda adalah dengan memulai. Jangan pernah merasa takut untuk bertindak. Kalau Anda merasa takut, bertindaklah. Cara untuk melawan rasa takut terhadap apapun itu adalah dengan tindakan.

Sekali lagi, Anda harus segera melakukan tindakan, tindakan dan tindakan...sekarang juga. Kata "sekarang" adalah satu "kata ajaib" untuk kesuksesan. Kata-kata seperti: nanti, besok, minggu depan, bulan depan, suatu saat, suatu hari, dan banyak kata yang senada lainnya; hanyalah suatu sinonim untuk kata "kegagalan". Sudah banyak terjadi, suatu cita-cita, impian-impian, sasaran-sasaran bagus yang tidak pernah terwujud, karena Kita sering menggunakan sinonim kata kegagalan tadi: "Iya, saya akan memulainya suatu hari nanti..". "Insyaallah, minggu depan saya akan mencobanya...". "Coba nanti saya pikirnya dulu...".

Kalau Anda benar-benar menginginkan sukses, seharusnya Anda mengatakan, "Oke, saya akan memulainya sekarang juga". Saya tahu nasihat Benjamin Franklin, "Jangan menunda hingga esok, apa yang dapat Anda kerjakan hari ini". Ingatlah, jika Anda berpikir dan bertindak dalam istilah sekarang pasti membuat segala sesuatunya selesai, tetapi kalau Anda menggunakan istilah nanti, besok, minggu depan, bulan depan, suatu saat, suatu hari, maka biasanya Anda akan gagal. Tumbuhkan dalam diri Anda..."kebiasaan bertindak". Kebiasaan bertindak pasti mengantarkan Anda menuju kesuksesan hidup.

Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano


Belajar Menjadi Sukses

Sukses, telah banyak orang mendefinisikan sukses dengan kata yang luar biasa dan mengagumkan. Bagi saya yang kurang berilmu sukses adalah keberhasilan kita dalam mencapai sesuatu yang kita cita-cita. "Success is the way to make the our dream come true".


Dan telah banyak motivator dan inspirator dan buku-buku yang menjelaskan bagaimana untuk menjadi orang sukses, or the way to success. Masih dengan kesederhanaan pikiran saya. Jika kita ingin meraih sukses, maka kita pertama harus menetapkan tujuan kita. Dengan kata lain kita ingin sukses apa.


Kedua kita harus memberi batasan yang jelas tentang sukses yang kita inginkan. Misal seorang murid sekolah ingin sukses mendapat nilai yang baik, maka dia harus mendefinisikan terlebih dahulu. Dia ingin sukses untuk mendapat nilai atau Index Prestasi yang baik. Karena kesuksesan setiap orang berbeda, karena tujuan dan keinginan seseorang berbeda-beda.
Ketiga kita harus menetapkan langkah apa yang kita ambil untuk sukses, jika kita berdiam diri tanpa berusaha, maka kita hanya pemimpi. Tapi tidak menutup kemungkinan, jika kita memiliki keberuntungan yang besar.


Keempat kita setelah kita berusaha sekuat tenaga dan menetapkan langkah kita untuk mendapat kesuksesan, maka yang tidak kalah penting adalah kita berdoa kepada Tuhan agar kita dapat meraih sukses. Karena sekeras apapun usaha kita jika Tuhan dan takdir belum berpihak kepada kita maka sukses tidak akan berhasil.


Tetapi walau pun kita belum memperoleh kesuksesan setalah kita mencoba langkah diatas maka 50% kesuksesan sudah kita raih, hanya kalau belum berhasil kita harus tetap mencoba kembali dan jangan putus asa. Maka dengan keuletan kita pasti kita akan meraih sukses saya yakin itu.


"Menjadi sukses adalah usaha yang terus menerus, dan jiwa pantang menyerah menghadapi kegagalan" Semoga sukses


Dalam perenungan malam, kucoba sedikit berfikir tentang sukses
Erwin Arianto, SE


Bambang N Rachmadi - Mr. Tonny Mcdonald's Indonesia

Suatu malam penghujung 1989, di sebuah restoran McDonald's di kawasan Orchard Road Singapura, seorang lelaki bertubuh subur sedang membersihkan meja. Dengan seragam T-shirt bergaris-garis merah yang agak kesempitan dan topi berlabel M khas McDonald's, lelaki yang tak lain adalah Bambang Rachmadi, mantan presdir Panin Bank tadi tampak serius bekerja. Jatuh miskinkah ia ? Bisa jadi. Karena setelah mengundurkan diri dari kursi puncak Panin Bank pada November 1988, nama Bambang nyaris tenggelam.

Tak terdengar lagi apa kegiatannya kemudian. Bila setahun kemudian banyak pengusaha Indonesia melihatnya tiba-tiba menjadi pekerja kasar di jaringan fast-food terbesar di dunia itu, orang pun bertanya-tanya. Repotnya, Bambang pun tak bisa menjelaskan apa yang sedang ia lakukan. "Soalnya saya mesti jaga rahasia. Saya nggak ingin pers Indonesia tahu sehingga membuat MD batal memberikan lisensinya kepada saya," ucap menantu Wapres (ketika itu) Sudharmono, yang kini managing director PT Ramako Gerbangmas, pemilik dan pengelola jaringan restoran McDonald's Indonesia.

Kehati-hatian Tonny, sapaan akrab Bambang tampaknya memang wajar. Karena MD adalah satu-satunya taruhan Tonny setelah keluar dari Panin. Apalagi, ia harus menunggu satu tahun setelah memasukkan aplikasi hanya untuk bisa dipanggil mengikuti pelatihan. Dan pelatihan di Singapura yang disebut On the Job Experience (OJE) itu, bukanlah lampu hijau untuk memperoleh lisensi MD. OJE adalah semacam tes awal bagi pelamar. Tapi itulah tes yang paling berat. Karena dalam latihan kerja pelayan, seperti melap meja, membersihkan toilet serta menjadi tukang parkir, inilah para pelamar banyak yang gugur.

Pada Februari 1991, restoran MD milik Tonny resmi dibuka di Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Dibukanya outlet MD pertama di Indonesia itu sekaligus menjawab pertanyaan tentang menghilangnya Tonny selama 2,5 tahun dari dunia bisnis Indonesia. Restoran itu juga merupakan buah dari perjuangan Tonny selama hampir tiga tahun. Dia adalah salah satu dari 13 orang Indonesia yang melamar ke MD selama 10 tahun ini. Dan untuk menang, kali ini ia harus bersaing dengan 39 kandidat. Ide menjadi wirausaha bermula ketika ia mulai "bosan" menjadi pucuk pimpinan di bank milik Mu'min Ali Gunawan. Padahal sebagai bankir – ia diangkat menjadi presdir Panin Bank pada usia 35 tahun – karier Tonny tergolong pesat. Sejak 1971 hingga 1974, sembari menyelesaikan kuliahnya di FHUI Extension, kelahiran Jakarta 41 tahun silam ini bekerja di PT Cicero Indonesia.

Setahun kemudian ia hijrah ke Bank Duta. Dari bank tersebut ia peroleh kesempatan belajar ke Negeri Paman Sam. Hasilnya pada 1978 ia berhasil menyabet dua gelar: MSc bidang internasional banking & finance dari Saint Mary's Graduate School of Business Moraga, dan gelar MBA dari John F. Kennedy University Orinda – keduanya di California. Dengan dua gelar itu, Tonny kembali ke tanah air dan kembali ke Bank Duta pada 1978. Setelah sempat manajer divisi operasi di kantor pusat, ia kemudian dikirim ke Surabaya sebagai branch manager pada awal 1979. Setahun kemudian ia dipromosikan menjadi kepala divisi pemasaran. Dia meninggalkan posisinya di Bank Duta sebagai managing director International Banking pada September 1986 untuk bergabung dengan Panin Bank.

Sebagai orang nomor satu di Panin Bank, ketika itu Tonny sempat melakukan beberapa pembenahan; manakala kondisi Panin dikabarkan lagi tertimpa malapetaka. Menurut harian The Asian Wall Street Journal, Bank Indonesia sampai menggolongkan Panin dalam klasifikasi tidak sehat. Di tangan Tonny, perlahan-lahan bank ini mulai melesat lagi. "Tapi yang lebih penting, bank ini sekarang sudah dinyatakan sehat oleh BI," ucap Tonny suatu ketika. Kendati boleh dibilang Tonny cukup berhasil dalam mengemudikan Panin Bank, toh kursi presdir malah membuatnya gerah. "Salah satu yang mengganngu pikiran saya adalah karier saya di bank," ucap Tonny dengan lirih. Lho? Sebagai orang muda, ia merasa kariernya di perbankan sudah mentok.

Alasan yang lebih klasik lagi adalah sudah tak ada tantangan. Dan ia ingin mencari tantangan di lahan yang lain. Apalagi, selama menjadi bankir, Tonny lebih banyak berperan sebagai penasihat bagi kalangan usaha. "Saya tergugah untuk membuktikan diri sebagai pemain," ucap lelaki yang bergabung dengan Panin Bank selama dua tahun itu. Tekadnya menjadi pengusaha sudah bulat. "Saya ingin jadi pengusaha yang sukses," katanya penuh semangat.

Sebelum mengundurkan diri dari Panin, ia telah melakukan survei tentang beberapa bidang usaha yang potensi perkembangannya cukup bagus. Walau dalam benaknya terlintas beberapa bidang usaha, toh industri makananlah, menurut dia, yang paling pas baginya. Dan McDonald's adalah partner yang ia pilih. Alasannya, selama ini restoran MD cukup bagus, dan hampir semua outlet-nya sukses. "Saya berketetapan harus bisa memperoleh lisensi MD," ucap bapak tiga anak yang rambutnya sudah dua warna itu.

Memperoleh lisensi MD adalah tantangan yang tak mudah. Paling tidak terlihat dari daftar pelamar dari Indonesia selama 10 tahun terakhir ini, ada 13 ribu orang, dan belum ada satu pun yang berhasil. Dan yang lebih berat, konon, MD tak menginginkan mitra kerja yang tidak memberikan komitmen 100%. Itulah sebabnya pada bulan September 1988 ia memilih mengundurkan diri dari Panin, hanya dengan satu cita-cita: memperoleh lisensi MD. Pada saat itu memang terkesan Tonny mempertaruhkan seluruh kariernya yang hampir 14 tahun di dunia perbankan. Padahal, keinginannya untuk menjadi pemegang lisensi MD Indonesia belum tentu tercapai. "Kalau waktu itu saya nggak dapat MD, ya saya harus siap mulai lagi," kenangnya. Setelah bebas dari Panin, ia mulai mengurus permohonannya ke MD. Setelah itu? "Hari-hari penantian yang menegangkan," ucap Tonny bersemangat. Tentu saja menegangkan, karena ia harus menanti satu tahun sampai diperbolehkan mengikuti pelatihan. Menanti sesuatu yang belum pasti sangat menegangkan bagi Tonny.

Karena itu ia selalu berusaha berkomunikasi dengan MD Pusat. "Paling tidak seminggu sekali saya berusaha menelepon mereka sekedar just to say hello," ucap lelaki yang pernah diusir dan diperlakukan kasar ketika mencoba mengunjungi MD Pusat ini. Tersinggung? Tidak. Sebab dia sadar betul bahwa semua yang ia lakukan dengan satu tujuan, "Saya harus menunjukkkan bahwa saya sangat menginginkan." Menurut Tonny, MD adalah pemberi lisensi yang cukup ketat dalam menyeleksi calon mitra kerjanya. Konon, sebelum memilih Tonny, pihak MD ingin mengenal secara dekat keluarga besar Tonny. "Mereka ingin tahu bagaimana latar belakang dan kehidupan keluarga kami," jelasnya. Karena, MD menginginkan bisnis ini bisa diteruskan oleh anak-anak Tonny.

Bahkan, dalam salah satu kontrak yang harus disepakati – setelah lisensi diberikan – MD mesti mengetahui segala persoalan yang terjadi dalam manajemen PT Ramako Gerbangmas (RG), sekalipun mereka tak memiliki saham di situ. Hal ini disyaratkan, karena pihak MD tak menginginkan kalau tiba-tiba saja saham RG berpindah tangan ke pihak lain yang juga memiliki bisnis fast food merek lain, misalnya. MD juga mensyaratkan bahwa pemilik saham mayoritas RG harus juga pemegang kendali bisnisnya. Maksudnya, supaya orang yang mengambil keputusan di bisnis ini nantinya adalah orang yang benar-benar menguasai bidangnya. Maka, sejak awal pihak MD telah menanyakan kepada Tonny maupun istrinya tentang siapa yang akan menjadi Mr. Atau Miss McDonald's. Begitulah. Setelah satu tahun menegangkan, datanglah keputusan bahwa ia boleh mengikuti pelatihan. Tempat pelatihan pertama sengaja dipilih di Singapura. "Karena di sana banyak orang Indonesia. Sehingga pressure-nya lebih tinggi," kata lelaki yang gemar naik motor gede ini.

Dan benar, selama tiga bulan pertama pelatihan – di mana Tonny harus berseragam pelayan – ia selalu bertemu kenalannya dari Indonesia. Selain pelatihan yang bentuknya non manajerial, Tonny juga diuji bekerja selama 18 jam nonstop. Dari situ akan terlihat seseorang memiliki bakat melayani atau tidak. Karena, pada jam-jam pertama barangkali orang masih bisa bersikap manis. Tapi bila telah masuk jam ke-8 dan seterusnya, maka tingkat kelelahan dan stresnya sudah tinggi, hilanglah sikap manis. "Biasanya banyak yang nggak lulus di sini," ucap Tonny, lalu tertawa. Dalam pelatihan, Tonny yang sebelumnya tak pernah mengepel lantai, apalagi membersihkan kamar mandi, terpaksa melakukan semua pekerjaan – yang dalam istilah Tonny: pekerjaan tanpa otak – itu dengan hati lapang.

Walau sering kali ia harus menerima bentakan dan mengulangi hasil kerjanya lantaran dinilai kurang bersih, misalnya. Hasilnya memang memuaskan. Dia berhasil meninggalkan 39 pelamar dan mengalahkan tiga kandidat. Dari pelatihan "kuli" tadi, baru Tonny digodok di Sekolah milik McDonald's yaitu: McDonalds Corporation Hamburger University selama 1 tahun. Sekolah itu mendidik para calon store manager MD. Sistem pelatihan yang pernah dialaminya kini ia terapkan bagi semua calon manajer di MD Indonesia. Setiap manajer yang ada di MD adalah orang yang telah dilatih dari bawah. "Jadi nggak mungkin seseorang masuk langsung jadi store manager," ucap pengusaha yang suka berbusana seadanya ini. Muti Soetoyo adalah salah seorang manajer yang sempat merasakan pelatihan gaya MD. Kelahiran Jakarta 27 tahun silam ini, termasuk karyawan pertama MD yang di-training. Lulusan IKIP Jakarta 1988 itu bergabung dengan PT RG Juli 1990, lalu dikirim ke Singapura untuk mengikuti program pelatihan.

Sebelum diterima menjadi karyawan, lajang berpostur sedang ini diperkenalkan dengan program OJE. Dalam program ini ia diberi kesempatan mengenal pekerjaan crew dalam beberapa shift. Dari "latihan" tiga hari itulah diputuskan apakah ia bisa diterima atau tidak, untuk kemudian diperkenalkan mengikuti pelatihan selanjutnya selama lima bulan. "Saya dulu nggak pernah membayangkan kalau training-nya seperti itu," ucap Muti, first assistant store manager di MD Sarinah, Jakarta, sejak Juni lalu. Ternyata kini Muti justru sangat menikmati pekerjaannya. Bahkan, tak jarang ia harus stand by di kantor sampai pagi hanya untuk menunggu mesin yang sedang direparasi misalnya. Ketika digodok untuk menjadi training manager â„¢ Muti harus melalui tahap pelatihan pelayanan. Setelah lulus, Muti ditempatkan di salah satu outlet MD di Singapura. Dan pada saat MD Jakarta dibuka, single yang hingga kini masih kuliah di FEUI ini telah menjadi second assistant store manager.

Selain Muti, masih banyak Muti-Muti lain yang telah tersebar menjadi manajer-manajer di lima outlet MD. Dan selama ini proses pendidikan terus berlangsung.Apalagi, untuk tahun 1992 Tonny menargetkan akan membuka 10 cabang di seluruh Nusantara. Hasil kerja keras Tonny selama 2,5 tahun diuji MD memang cukup menakjubkan. Setidaknya, itu terlihat ketika restoran pertama MD dibuka di Sarinah Jakarta. Begitu menggebrak pasar, Tonny mengklaim bahwa setiap hari rata-rata terjadi 4 ribu transaksi. Bahkan, majalah Fortune edisi Oktober 1991 meramalkan penjualan outlet Tonny akan menempati posisi teratas dari 12 ribu restoran MD di seluruh dunia. Setelah menjadi wirausaha dengan anak buah yang hampir 1.000 orang, masihkan ia berpikir untuk jadi bankir lagi? "Saat ini sih nggak," ucapnya serius.

Tampaknya, saat ini Tonny lebih suka berkonsentrasi mengembangkan kewirausahaannya ketimbang kembali jadi profesional. Tapi, akhirnya Tonny tergoda juga untuk masuk ke bank lagi. Itu terjadi ketika ia mengambil oper 73% saham Bank IFI pada tahun 1995. "Sebagai pemegang saham, di Bank IFI saya hanya menjadi komisaris. Saya tetap memegang MD. Komitmen saya penuh pada MD," kata Tonny. Ya, Tonny tentu tidak akan "nekat" menjadi pengelola bank lagi. Dengan 42 outlet yang dimilikinya pada pertengahan 1996, MD memberikan arus kas yang luas biasa bagi Tonny. Transaksi MD selalu tunai.

Siapa yang sudi melepas mesin kas seperti itu ? Dengan memiliki usaha sendiri minimal Tonny terbebas dari keharusan berpakaian rapi, berdasi dan wangi. Kini Tonny sudah terbiasa mengenakaan pakaian santai, mengendarai Harley Davidson untuk memonitor Kelima outlet yang tersebar di Jakarta. Hadirnya MD di Indonesia, ternyata tak cuma menambah "gemuk" Tonny – yang nyaris menamai kegendutan mascot MD – saja. "Berat badan saya 70 kg," ucapnya dengan mimik serius. "Itu nggak pakai tangan, kaki dan kepala. Ha…ha…ha…," sambil tertawa berderai. Yang jelas, Sarinah, gedung pertokoan bertingkat pertama di Jakarta ini juga terimbas kesuksesan MD. Sejak kebakaran pada awal 1980-an Sarinah nyaris hilang dari peredaran. Apalagi munculnya pusat-pusat perbelanjaan yang lain, semakin menenggelamkan nama Sarinah. Namun setelah MD mangkal di situ Sarinah menjadi marak kembali. Itulah Tonny, dia adalah satu diantara segelintir profesional yang berani mengambil resiko. Melepaskan atribut keprofesionalannya, kemudian memulai dari nol untuk menjadi seorang wirausaha. Dan berhasil ! Kini dia peroleh nama baru : Mr. McDonald's.

Salam,
Clarissa Devie


Kalau Bisa Dipermudah, Kenapa Harus Dipersulit

Alkisah, seseorang (si A) ! terkurung dalam sebuah ruangan yang tidak dikenalnya. Ia segera mencari jalan untuk keluar dari ruangan tsb, karena ia mendengar kabar ada yang berhasil keluar dari ruangan tsb. Kalo orang lain bisa, saya pasti bisa juga. Ia memang tipe orang yang pantang menyerah. Ia berusaha mendobrak tembok, mencongkel kesana-kemari, sampai harus berdarah2, tapi belum berhasil keluar. Ia menghabiskan puluhan tahun dalam ruangan tsb, tapi belum berhasil keluar.

Lalu, masuk lagi orang lain (si B) dalam ruangan tsb. Si B juga tau ada yang berhasil keluar dari ruangan tsb. Tapi B tidak serta merta mendobrak kesana-kemari. Ia malah berteriak keluar, berusaha mencari seseorang yang pernah keluar dari ruangan tsb. Setelah 1 tahun, ia menemukan seseorang diluar yang berhasil keluar bernama si C. B mohon bantuan si C.Si C tersenyum. Ia bercerita bahwa ia menghabiskan waktu 30 tahun utk mencari jalan keluar. C memberitahu si B, "Susunan bata2 tsb dinamakan tembok, walau didobrak

bagaimanapun tidak akan bisa keluar. Yang ada terali besi itu disebut jendela, lobangnya terlalu kecil untuk kita menyelinap keluar. Yang didepan ini namanya pintu, disinilah orang bisa keluar masuk. Nah, coba cari kunci yang disembunyikan di dalam pot bunga yang terletak disana, lalu masukkan ke lubang yang ada pada bagian yang disebut pintu, lalu putar ke kanan, kalo gak berhasil, coba putar ke kiri, pintu akan terbuka, dan Anda bisa keluar sekarang juga..."Si B berhasil keluar tanpa harus banyak menabrak sana-sini seperti si A. Si A sendiri mungkin sampai saat ini masih sibuk mencari jalan keluar ruangan tsb.....Hikmahnya :Bacalah banyak buku, majalah, dst agar wawasan kita bertambah. Kita tidak perlu harus jatuh di lubang yang sama, spt orang lain pernah jatuh di sana. Sebuah biografi orang sukses menggambarkan perjalanan jatuh bangunnya selama mungkin 20 tahun, kita mengambil hikmah 20 tahun tsb dengan membaca bukunya mungkin selama 3 hari saja.
Jika kita bergerak dalam bidang marketing, membaca "Majalah Marketing" membuat kita belajar dari kesalahan marketer lainnya, belajar dari marketer yang sukses, mendapatkan rahasia sukses atau teori2 marketing yang mereka peroleh setelah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia marketing. Pengalaman tsb mungkin mereka dapatkan setelah menghabiskan milyaran dollar akibat sebuah kegagalan dalam sebuah strategi marketing, dst. Sementara banyak perusahaan menghabiskan milyaran rupiah untuk promosi (bahkan hanya untuk promosi lokal di Indonesia), kita belajar bagaimana Starbucks nyaris tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk promosinya, tetapi sukses di pasaran seluruh dunia. Nah lho..... Kalau Bisa Dipermudah, Kenapa Harus Dipersulit.......

Sumber : Felix Jordan


Magic Power Of Mind

It's Amazing What Your Mind Can Do!!!

Sabtu kemarin saya bersama istri saya menemani anak saya, Shenka, berusia 2.5 tahun, ke dokter untuk disuntik imunisasi. Ada hal yang luar biasa terjadi. Untuk pertama kalinya, Shenka tertawa cekikikan saat di suntik! Saya ulangi, TERTAWA! Saya dan istri saya pandang2an dan ikut tertawa, sementara sang dokter dan perawat yang ada di situ pun ikut tercengang! In fact, that’s the first time ever, I see a child laughing in those kinds of situations!

Sekitar 6 bulan lalu, Shenka masih menangis disuntik. Bahkan pada saat bertemu dokternya pun dia meronta ingin pulang. Kalau mundur 1 tahun lalu, melihat orang berpakaian putih pun dia agak freak out!
Karena merupakan seorang praktisi ‘kekuatan pikiran’, saya coba menelusuri ‘strategi’ yang menarik ini! Saya coba mundur kembali beberapa menit sebelum masuk ke ruangan dokter.

Saat menunggu giliran, yang memang sampai hampir 2 jam, saya berulang kali ‘mengajarkannya’ untuk mengatakan kepada dokter “wah, kok lama, dokter? Shenka sudah tidak sabar nih!� Dia pun dengan enjoy mengulanginya sambil ‘seolah-olah’ protes dan tertawa geli. Saya bermaksud ingin menginterupsi berbagai kemungkinan pemicu ketakutan lamanya, apalagi penuh dengan anak-anak yang menangis. Di NLP disebutnya sebagai ‘pattern interrupt�.

Dan saat masuk ruangan dokter, dia memang mengucapkan ini, sambil tersenyum. Mendengar dia mengucapkan ini pun, dokter kaget sambil tertawa dan menyambutnya dengan ajakan salaman.
Gesture ini dan suasana ini rupanya membuatnya langsung ‘in’. Bahkan pada saat dokter memeriksanya dengan stetoskop (yang dulunya sangat intimidating baginya), saya mengiringi sambil ‘memancing’ bahwa itu seperti kelitikan, dan dia sempat beberapa kali tertawa geli! Kalau dulu dia harus dibaringkan dan dipegang tangan dan kakinya seperti seorang anak bandel yang mau dihukum, sekarang, saya minta dokter melakukannya sambil dia di pangkuan saya. Sambil dia memeluk saya, dia sama sekali tidak terlihat takut melihat dokter dan perawat siap menyuntiknya. Bahkan saat dokter memasukan jarum suntiknya, dia melihat proses itu dari jarum masuk sampai jarum keluar! Sesaat setelah jarum keluar itulah dia tertawa! Saya kira, yang dirasakannya adalah geli, bukan sakit.

Lalu, saya mundur lagi beberapa bulan lalu. Istri saya pernah membelikannya berbagai program computer, termasuk di antaranya adalah mengenai rumah sakit. Saya memang pernah perhatikan bahwa salah satu favoritnya adalah program mengenai rumah sakit! Dimana dia bercanda dengan mamanya dan susternya, mengenai dokter, pasien, sampai soal suntik2an.

This, I know, somehow had re-programmed her mind about doctors and hospitals!

PERUBAHAN ‘pikiran’-nya mengenai rumah sakit pun sudah tampak dari sikapnya sepanjang jalan kami ke rumah sakit. Dia bernyanyi girang dan terus-menerus tertawa! Ditambah dengan berbagai afirmasi positif dari saya dan istri saya, maka REALITA-nya mengenai rumah sakit pun berbeda!

Inti dari sharing saya ini, adalah: begitu asosiasi tentang sesuatu berubah, sikap kita pun berubah. You see, setiap hari kita dijejali berbagai asosiasi tentang sesuatu. Banyak yang kita percayai benar dan kita jalani, tanpa sama sekali peduli bahwa itu sebenarnya malah tidak berguna bagi kita. Saya bahkan sering mendengar orang tua ‘mengancam’ anaknya dengan ucapan seperti ‘kalau nggak makan nanti disuntik dokter lho!’. Dan orang tua seperti ini, juga sebaiknya tidak usah protes kalau anaknya meronta-ronta saat mau disuntik! Toh mereka yang menginstall program dan asosiasi seperti ini?

Pikiran manusia bisa dijejali dengan berbagai program-program berguna, asalkan kita mau!

Saya pernah menyaksikan seorang psikolog (mohon maaf, lupa namanya) di Amerika (bukan penganut NLP) mengobati seorang yang phobia dengan laba-laba, hanya dengan membuat serangkaian program perubahan asosiasi. Salah satunya yang cukup menarik adalah ia memberikan tugas kepada kliennya tersebut membuat ‘scrap book’ dari gambar kartun laba-laba ciptaan sendiri yang lucu-lucu. Saya ingat melihat laba-labanya diberi pita pink, baju polka dot, dll. Dalam waktu 2 minggu, dia berani memegang seekor tarantula raksasa hidup di tangannya dan mengelusnya! Amazing, isn’t it?

Dan, untuk Shenka, sebagai ‘ANCHOR’, saat keluar dari pintu ruangan dokter, saya memberikan afirmasi “Dokternya baik yach?� Dan saat dia mengucapkan sendiri dari mulutnya “Dokternya BAIK!�, saya tahu, bahwa untuk kembali lagi ke sana, she will be fine! Untuk memperkuatnya, atau ‘menumupuk’ afirmasi-nya, sepanjang jalan sampai di rumah pun saya terus mengajaknya bicara betapa dokternya baik dan suntiknya geli.

It’s AMAZING what your MIND can do! You only need to know HOW to USE IT to your BENEFIT!

Oleh: Hingdranata Nikolay


10 Penyakit Mental Manusia

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling". Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang:
"Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih".
Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karenapengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG BAYANG MASA LALU Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagikalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ?
Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur. Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.
Action may not always bring success, but there is no success without action.
"Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/sukses, tetapi... Tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan." (reg Phillips- Benjamin Disraeli)


Sumber : Anonymous


Penikmat Kerja Vs Penikmat Hasil

Tahukah Anda bahwa terdapat 2 jenis manusia, yang jika dilihat dari gaya kerjanya terdiri dari jenis Penikmat Kerja dan jenis Penikmat Hasil? Penikmat Kerja adalah mereka yang berorientasi pada proses, sedangkan Penikmat Hasil adalah mereka yang berorientasi pada hasil akhir.Dari keduanya, manakah yang lebih baik?Tipe Penikmat Kerja (PK) cenderung menikmati setiap tahapan dari pekerjaan mulai dari awal hingga akhir. Sejak dari pekerjaan baru terselesaikan 5%, 10%, 20% , 40%, 80% sampai akhirnya tuntas 100%, seorang PK selalu menikmati hasil karyanya tahap demi tahap secara detail."Menikmati" di sini memiliki arti bahwa seorang PK selalu meneliti kualitas kerjanya sejak dari permulaan, melalui tahapan-tahapan sebagaimana disebut di atas, dan melakukan pemeriksaan final sesaat sebelum pekerjaan tersebut dinyatakan selesai dengan memuaskan.

PK biasanya memiliki rasa seni yang tinggi, sadar atau tidak sadar. Sebab, mereka memiliki tingkat kepuasan kerja tersendiri, yang hanya mereka sendiri bisa merasakannya. Mereka puas melihat pekerjaan yang baru setengah jadi, karena di tahap itu mereka melihat sebuah "karya seni" yang memantulkan keindahan sebuah karya yang terbentuk dari bahan-bahan baku yang semula tidak berbentuk apa-apa, menjadi sebuah produk bernilai tambah.Para seniman umumnya adalah orang-orang jenis PK. Mereka kerja tidak pernah dan tidak mau terburu-buru.

Mereka juga umumnya merupakan sosok-sosok perfeksionis, pribadi-pribadi yang selalu menghendaki kesempurnaan karya. Oleh sebab itu, mereka selalu mengambil jedah waktu setiap kali pekerjaannya mencapai tahapan 5%, 10%, 20% .. dan seterusnya, sampai karyanya selesai.Dan tidak hanya seniman. Kalau pemahat menikmati setiap gerakan pahatnya memecah batu yang akan dijadikan patung, pelukis menikmati setiap olesan kuasnya di kanvas, dan pemusik menikmati setiap bunyi nada yang timbul dari tuts piano, senar gitar atau tabuhan perkusi, maka seorang pemrogram komputer menikmati setiap baris pengkodean programnya, seorang arsitek dan insinyur bangunan menikmati setiap tahapan dari pembangunan proyeknya, seorang pengarang buku selalu menikmati setiap alinea dari naskahnya. Demikian seterusnya.

Dari mereka yang berjenis PK inilah biasanya dapat diharapkan hasil-hasil karya yang bermutu tinggi, ditambah dengan nuansa keindahan yang maksimal.Bagaimana dengan mereka yang Penikmat Hasil (PH)?Seorang Penikmat Hasil adalah orang yang bekerja berdasarkan tenggat waktu (dead line). Tenggat waktu itu kalau bukan datang dari klien atau pelanggannya, biasanya malah datang dari dirinya sendiri. Figur PH memang figur yang bekerja berdasarkan target dan batas-batas waktu. Mereka menginginkan produknya cepat jadi, dan selalu terburu-buru ingin menyaksikan produk finalnya seperti apa. Oleh sebab itu, PH tidak menikmati tahapan-tahapan pekerjaan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang PK.

Kalau PK menginspeksi progres pekerjaan dengan intuisi serta rasa estetika dan insting seni yang tinggi, maka tidak demikian dengan orang PH. PH bekerja mengacu pada kriteria. Setiap tahapan yang dianggap memenuhi kriteria, sudah cukup untuk meloloskan produk ke proses berikutnya. Tidak ada polesan tambahan, re-evaluasi mau pun modifikasi ketika karya sedang dalam tahapan proses pembuatan.Dikotomi PK vs PH menunjuk kepada perilaku individual, namun demikian berpengaruh besar dalam semua bidang yang digeluti oleh masing-masing orang, termasuk dalam bidang bisnis.

Tipe PH dalam perusahaan tampaknya akan lebih sesuai jika ditempatkan pada unit-unit kerja produksi dan pelaksana, yang selalu dikejar dead line, target-target tertentu, beroperasi berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures) yang baku, serta standar-standar kualitas. Ini juga sebabnya mengapa pada belakangan ini, banyak perusahaan yang mencantumkan persyaratan "berorientasi pada hasil" (Result Oriented), bagi para kandidat yang ingin melamar posisi-posisi tertentu saat rekrutmen.Sementara orang PK, lebih cocok jika diberikan posisi-posisi yang bersifat perencanaan, rancang bangun, serta penelitian dan pengembangan (Litbang/RND=research and development).

Dalam dunia usaha, alangkah baiknya bila orang-orang PK adalah juga orang-orang yang berkepribadian tipe "D" (dominan, lihat artikel sebelumnya "Sudah Sesuaikah Bidang Usaha Anda Dengan Tipe Kepribadian Anda"). Ini disebabkan oleh kenyataan bahwa figur PK merupakan orang-orang yang cenderung perfeksionis, sehingga tidak merasa nyaman dengan tenggat-tenggat waktu yang diberikan orang lain (klien, pelanggan dan lain-lain). Oleh karenanya, kelompok PK akan lebih baik kalau memilih bidang-bidang usaha yang menempatkan kedudukan mentalnya lebih tinggi dari pihak klien, seperti konsultan, pengacara, pengelola/pemilik lembaga pendidikan atau pelatihan, serta penyelenggara seminar (yang bukan semata-mata sebagai event organizer). Yang paling gamblang adalah berkecimpung di "kuadran S" (self employed), sebagai seniman individual di bidang seni lukis atau seni rupa.Di lain pihak kelompok PH yang sudah terbiasa bekerja di bawah tekanan tenggat waktu, sangat ideal kalau dirinya juga berkepribadian "S" (service=pelayanan). Dengan demikian, kelompok ini akan sangat sukses manakala harus melayani kliennya secara penuh.


Rusman Hakim
Pengamat Kewirausahaan


Memberi Untuk Kehidupan

Pancinglah Rejeki dengan Memberi" (Ali Bin Abi Thalib) "Kunci Menjadi Kaya adalah Kebiasaan Memberi" (Krishnamurti)


Kenapa dengan memberi kita malahan akan memperoleh yang lebih baik, bahkan lebih banyak. Memberi dengan ikhlas dan sabar akan melepaskan kelekatan duniawi dan mendekatkan diri pada Tuhan. Ketika kita demikian dekatnya dengan Tuhan maka yang berlaku adalah rumus-rumus keniscayaan dan ketidak berhinggaan.

Apakah Matahari karena memberikan energi panas dan cahayanya akan kehabisan energi panasnya. Tidak… karena yang berlaku di Matahari adalah ketidak-berhinggaan Memang mungkin akan habis dalam 250.000 tahun atau bahkan Sejuta Tahun sehingga dibandingkan umur manusia maka itu adalah ketidak-berhinggaan.

Percayalah laksana Matahari, kita tidak akan Kekurangan hanya karena Memberi.
Kalau kita Donor Darah dan memberikan 1 liter darah yang diambil dari badan kita… apakah kita akan kekurangan darah… Tidak… kita tidak akan kekurangan darah hanya karena kita Donor Darah. Percayalah besok pagi badan kita akan terasa lebih segar karena ada 1 liter sel darah baru … masih fresh … masih bersih… baru saja ditambahkan dalam aliran darah kita.
Mungkin kita semua tahu, tersebutlah di daerah Timur Tengah terdapat dua laut yang sangat bertolak belakang sifatnya. --- Laut Yordan mendapatkan airnya dari Danau Galilea, mengalirkan airnya menyebar menghijaukan gurun yang dilewati olehnya dan mengubahnya menjadi tanah yang subur penuh kehidupan.

--- Laut Mati, seperti namanya laut ini benar-benar mati, sungai ini tidak mengalirkan airnya ke mana pun. Sungai ini tidak mempunyai saluran pembuangan. Gersang kenyang oleh garam, tidak ada kehidupan yang bisa bertahan di Laut Mati.

Anda yang hidup tanpa memberi akan menjadi Laut Mati yang gersang dalam kehidupan. Menjadi sulit bergerak, seakan harta yang dimiliki menjadi beban dan menghambat kehidupan. Tetapi ketika kita bebas memberikan seluruh diri kita, kita akan selaras dengan kehidupan, berkembang laksana daun di musim penghujan.

Kesimpulan: Memberi yang indah dan bermanfaat adalah memberi laksana matahari atau sungai Yordan: 1. Memberi tanpa harap kembali 2. Memberi karena memang harus memberi 3. Memberi untuk kehidupan
Mudah-mudahan bermanfaat.

Best Regards
Supriyadi From The Spirit Of Java "SOLO"


Ayo, Terus Bergerak!

Air, jika dibiarkan terus menggenang, tanpa aliran, lama-lama akan menjadi sarang penyakit. Demikian juga udara, jika dibiarkan berhenti, tak berhembus, akan menimbulkan kepengapan dan akhirnya merusak pernapasan. Semua harus bergerak. Tidak boleh ada yang diam.
Adalah kenyataan bahwa segala ciptaan Allah selalu bergerak. Bumi, matahari, bulan, bintang, dan semua tata surya berotasi tiada henti. Sekali terhenti akan terjadi kerusakan dan bencana yang luar biasa. Bahkan makhluk-makhlukmikro seperti bakteri dan virus pun bergerak.
Hukum Tuhan yang terjadi pada alam raya itu sesungguhnya terjadi juga pada diri manusia. Secara fisik, jika manusia berhenti, diam, dan tidak melakukan aktifitas, maka dalam kurun waktu tertentu kesehatannya pasti terganggu. Selain mudah lelah, berbagai penyakit akan mulai berdatangan.

Demikian pula halnya dengan pikiran. Seseorang yang membiarkan otaknya berhenti berpikir, maka dalam jangka waktu tertentu pikirannya akan terganggu. Sulit berpikir logis dan sistematis.Berpikirnya meloncat-loncat, sulit mengingat, dan mudah lupa. Menurut penelitian ilmiah, orang yang kurang terbiasa menggunakan pikirannya, pada usia tuanya akan menjadi pikun.

Jika rumus pergerakan itu terjadi pada alam dan individu manusia, maka hal yang sama juga pasti berlaku pada sebuah masyarakat dan organisasi.
Jangan sekali-kali berhenti, diam, atau stagnan. Karena diam itu berarti mati. Diam itu bisa membawa penyakit. Diam itu tidak sehat. Jangan takut perubahan, perbaikan, dan pembaruan. Sebab semua ciptaan-Nya ditakdirkanselalu bergerak dalam sebuah rotasi yang telah ditentukan.

Best Regard
Erwin Arianto,SE


Mengakui Kesalahan

Saya melihat seorang anak kecil sedang menangis karena kakinya tersandung batu, dan anak tersebut berlari kearah orang tuanya sambil berkata,

"Mama aku jatuh tersandung batu", dan orang tuanya berkata,

"Diam sayang batunya nakal nanti batunya mama marahi," kenapa harus menyalahi batu?

Suatu ketika di lingkungan kantor,

"Kenapa kamu tak dapat mencapai target penjualan?", tanya seorang manager ke pada supervisornya

"Iya saya mempunyai tim yang kurang solid", kenapa harus menyalahkan teamnya?

Ketika suatu saat saya mempunyai janji dengan kerabat untuk bertemu di satu tempat pada pukul 9.00. Ternyata kerabat saya datang pada pukul 10.30, dan saya bertanya,

"Kenapa telat?",

"Tadi supir taksinya jalanya pelan, dan jalanan macet", saudara saya berkata, kenapa menyalahkan supir taksi dan jalanan macet?

Begitu mudahnya kita melempar kesalahan kepada orang lain, disaat kita terdesak.. dari beberapa kasus yang saya tulis diatas. Dari kasus pertama saat kecil kita dibimbing untuk menyalahkan batu ketika kita tersandung dan jatuh. Saat target penjualan tidak teracapai seorang supervisor dengan mudah melemparkan kesalahan kepada teamnya, kenapa tidak mengaku bahwa dia salah, karena mungkin salah strategy, atau malah dia tidak melakukan apa-apa hanya menyerahkan ke teamnya… dan saat kerabat saya datang terlambat dia menyalahkan supir taksi… apakah benar… kenapa kerabat saya tidak berjalan lebih awal atau memilih jalan alternative untuk tidak terlambat.

Fenomena sosial yang sangat menyedihkan sedang terjadi pada masyarakat kita dimana masing-masing ingin mencari selamat, dan melemparkan kesalahan kepada orang lain dan tidak mau bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuatnya.

Mungkin kah, sikap melemparkan kesalahan tersebut berawal dari saat kita kecil di mana kita terbiasa menyalahkan dan melemparkan masalah kepada orang lain agar kita aman. Dengan melemparkan kesalahan kepada orang lain tidak kah kita merasa salah dan tidak nyaman. Dan saat kita melemparkan kesalahan orang lain kita sebenarnya sedang membiasakan diri untuk berbohong kepada diri sendiri.

Dengan mencoba untuk melemparkan kesalahan kita kepada orang lain adalah suatu candu dan akan menghambat perkembangan jiwa kita… jika kita berhasil melemparkan suatu masalah kepada orang lain kita dan kita merasa aman dan berhasil, maka kita akan berusaha mengulang melemparkan setiap kesalahan kita kepada orang lain.

Mengapa kita tidak bersikap jujur bahwa kesalahan yang kita buat tersebut adalah salah kita dan kita bertanggung jawab atas resiko yang ada. Bagaimana perasaan anda jika orang lain melemparkan suatu masalah kepada kita…. Marah kesal dan kecewa bukan…. Jadi kenapa kita harus melempar kesalahan kepada orang lain.

Dengan menerima kesalahan, kita seharusnya senang karena kita mendapat pelajaran berharga dan tidak mengulangi kesalahan tersebut. Dan kita punn sangat marah jika kita terkena masalah dari lemparan orang lain. Kita harus melatih jujur dan menumbuhkan jiwa sportif kepada diri kita sendiri. Dengan mengakui kesalahan kita maka orang lain dan lingkungan akan sangat menghargai diri kita. Tidak percaya coba buktikan bersifat sportif, dan anda akan mendapat tanggapan yang baik.

Begitu indah jika kita tidak saling menyalahkan dan bersikap jujur dan sportif kepada orang lain, seperti kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Dengan ini jika berkenan saya ingin mengajak sahabat-sahabatku untuk tidak melemparkan kesalahan kepada orang lain, dan berjiwa sportif dan mengakui kesalahan kita jika kita salah, seperti seorang ksatria, dan wujud iman kita.

"Menjadi jujur seperti seorang ksatria yang sportif dan berwibawa, atau mencoba tidak jujur (bohong) seperti seorang pencuri yang terhina dan tidak berharga"

"Walaupun menanam kejujuran terasa pahit, tetapi kejujuran akan menghasilkan buah yang manis. Jadi mari kita jujur, walau kejujuran itu pahit"


Best Regard
Erwin Arianto,SE


Kesalahan-Kesalahan Yang Menghalangi Jalan Menuju Kekayaan

Apa saja kesalahan finansial yang sering dilakukan orang?

1. Tidak menentukan tujuanBila Anda tidak tahu mau kemana, bagaimana Anda bisa sampai? Untuk membangun kekayaan, pertama Anda harus memiliki tujuan.Terlebih dahulu Anda harus menetapkan jumlah uang yang Anda inginkan, setelah itu baru Anda bisa membuat rencana keuangan.

2. Tidak mengatur pengeluaran kecilAnda mungkin tahu berapa pengeluaran umum Anda, tetapi apakah Anda menyadari berapa total uang yang Anda keluarkan untuk hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil, terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah dijumlahkan akan bernilai besar.

3. Menyerahkan seluruh pengaturan keuangan pada orang lain. Anda perlu ikut serta dalam membuat rencana keuangan. Dengan adanya partisipasi ini, maka Anda akan lebih memahami kondisi finansial Anda sekarang. Dan Anda mengurangi ketergantungan terhadap orang yang mengatur keuangan Anda.

4. Mengambil cicilan rumah 30 tahunTiga puluh tahun adalah jangka waktu yang terlalu panjang untuk sebuah kredit. Anda akan berakhir dengan membayar harga 2 hingga 3 kali harga yang seharusnya bila Anda bersikeras mencicil tagihan hingga 30 tahun. Ambillah jangka waktu yang lebih pendek, misalnya 15 tahun. Hal ini akan menghemat banyak uang Anda.

5. Terlalu banyak hutangIngatlah bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus Anda bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan secara terus-menerus akan mengikis keuangan Anda. Apabila Anda ingin sehat secara finansial, Anda harus membayar semua hutang Anda secepat mungkin.

6. Tidak cukup persiapan pensiun atau terlambat memulai Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin cepat Anda memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu Anda tabung setiap bulannya.

7. Menggunakan tabungan hari tua Anda sebelum waktunya Ingat, apapun yang terjadi, jangan pernah menggunakan uang pensiun Anda. Kalau tidak, akibatnya akan fatal. Bisa-bisa Anda pensiun tanpa dana sama sekali.

Sahabat, selalulah waspada pada kesalahan-kesalahan finansial. Jangan sampai kesalahan-kesalahan seperti ini menghalangi jalan anda menuju kekayaan.

Sumber : Anonymous


Alasan-Alasan Utama Yang Paling Menentukan

Alasan pertama mengapa orang tidak menjadi kaya adalah karena tidak pernah terlintas bagi mereka bahwa hal itu mungkin bagi mereka. Dan tentu saja, jika itu tidak pernah terlintas, maka mereka tidak akan pernah mengambil langkah - langkah yang diperlukan untuk mewujudkannya.

Alasan lain mengapa orang tidak menjadi kaya adalah karena mereka tidak pernah memutuskan untuk menjadi kaya. Tidak akan ada perubahan sampai ia membuat keputusan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Bahkan sekalipun sudah jelas bahwa ia dapat menjadi kaya jika ia melakukan hal tertentu dengan cara tertentu, jika ia tidak memutuskan untuk mengambil langkah pertama, ia akan tetap seperti sekarang.

Jika anda terus melakukan apa yang selalu anda lakukan, Anda akan terus mendapatkan apa yang selalu anda dapatkan.

Alasan utama pencapaian yang buruk dan kegagalan adalah bahwa mayoritas orang tidak memutuskan untuk menjadi sukses. Mereka tidak pernah membuat suatu komitmen yang kuat ataupun keputusan yang pasti bahwa mereka akan menjadi kaya. Mereka bersungguh - sungguh, berdoa dan mereka berharap mereka akan ke sana pada suatu hari nanti, tapi mereka tidak pernah memutuskan. " Aku akan melakukannya ! " Keputusan ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memiliki kebebasan finansial.

Sumber : Anonymous



8 Kiat Sukses Menjadi Netpreneur - Sudahkah Anda Memilikinya?

Berikut ini, 8 tips kiat-kiat sukses menjadi netpreneur, diantaranya adalah:

1. Kecepatan. Dengan segala percepatan perkembangan teknologi, globalisasi, dan internet, laju perubahan pun semakin cepat dari yang pernah dibayangkan. Karena itu, Anda harus bisa mengantisipasinya dan sanggup bereaksi cepat, tapi juga penuh perhitungan.

2. Kemampuan Beradaptasi. Laju perubahan yang terjadi pada dunia internet membutuhkan bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan sebelumnya. Anda harus menambah pengetahuan dan mampu menginterpretasinya, serta secara cepat merespon perubahan tersebut dimanapun terjadinya baik dalam teknologi dan kompetisi, juga pada pergantian pola pasar dan pembeli-.

3. Eksperimen. Seorang netpreneur harus bersedia mencoba ide-ide baru di pasar yang dibidiknya. Anda tidak memiliki banyak waktu atau hanya mengandalkan market research yang sudah tidak up to date untuk mengevaluasi tindakan-tindakan Anda . Eksperimen dan siap bergerak cepat untuk beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan pasar kepada Anda .

4. Inovasi Yang Konstan. Meluncurkan produk ke pasar hanyalah sebuah permulaan. Dorongan kompetisi yang tak kenal henti dan tuntutan pasar terhadap perbaikan membuat fokus bisnis pada inovasi sangat penting.

5. Kolaborasi. Sudah menjadi sifat dari netpreneur menjadi kolaboratif. Anda tidak bisa bekerja sendiri di pergerakan dengan kecepatan seperti ini. Internet memungkinkan Anda melibatkan banyak pemilik perusahaan dalam setiap langkah. Mulai dari kelahiran sebuah produk melalui riset, pembangunan produk, pengemasan, pengiriman, support dan proses perbaikan yang terus berjalan.

6. Jadilah Penggerak Distribusi. Tantangan nyata dari dunia bisnis saat ini adalah distribusi penyebaran merek serta identitas produk dan jasa Anda -.Satu hal yang paling terasa, internet memperkecil hambatan distribusi. Untuk itu, Anda harus membangun merek dan saluran distribusi demi kesinambungan kesuksesan bisnis.

7. Fokus Pada Niche Market. Internet menjangkau dan mendistribusi kesempatan bisnis pada pasar baru yang terbuka. Karena itu, netpreneur harus memfokuskan pada sektor pasar yang terdefinisi dengan baik -yaitu pada niche market atau pasar ceruk- agar dapat meraih posisi dominan atau menemukan pasar yang belum atau kurang terlayani. Walau kenyataannya, kesempatan yang paling menggairahkan terletak pada menciptakan pasar yang baru.

8. Jadilah Multidisipliner. Perusahaan dalam era ekonomi baru seperti sekarang menciptakan solusi dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti teknologi, content, grafis, layanan dan hubungan. Karena itu, seorang netpreneur sukses biasanya memahami berbagai disiplin ilmu. Itulah kemampuan yang harus dimiliki seorang netpreneur dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat.


Sumber : Anonymous

Disiplin Sebagai Penentu Sukses

Sukses adalah hasil dari berbagai aspek seperti kerja keras, kepandaian, rencana dan pelaksanaan yang hati-hati, serta, sedikit keberuntungan. Di samping itu, sukses juga ditentukan oleh displin atau tidaknya seseorang meraih segala sesuatu dan 'meletakkan sesuatu di tempat yang layak'.

Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyelesaikan segala apa yang telah direncanakannya. Dia tak akan mampu melakukan sebuah strategi secara berkesinambungan untuk meraih tujuan jika tidak punya disiplin. Disiplinlah yang membuat kita berada on track, tak peduli seberapa berat yang dihadapi. Orang yang disiplin tahu apa saja yang perlu dilakukan dan berfokus pada hal itu.

1. Dimulai pagi hariSebetulnya, disiplin tidak usah dibicarakan terlalu muluk. Secara sederhana, sejak pagi dimulai, kedisiplinan tanpa sadar sudah menyertai. Bangun pukul sekian, mandi, kemudian berangkat dari rumah, adalah contoh kecil tentang disiplin.Banyak orang sukses akan setuju bila faktor disiplin disertakan sebagai salah satu resep keberhasilan mereka. Bila kita bangun dengan kaki yang salah misalnya, sebagai akibatnya kita merasa tidak enak badan, bisa dipastikan bahwa hari itu kita akan lebih tidak produktif ketimbang hari-hari di mana segala sesuatunya berjalan lancar.Kiat penting untuk mengoptimalkan pagi hari adalah dengan membuat semacam rutinitas kecil. Bangunlah di waktu-waktu yang sama - misalnya pukul 5-6 pagi (bukannya bisa bangun jam lima, bisa juga jam sepuluh nanti), dan kerjakan hal-hal kecil yang efisien, seperti menyiapkan pakaian, atau memanaskan mobil, dan sebagainya. Jangan lupa pula sarapan pagi untuk memberi energi.

2. Optimalkan waktu kerjaDisiplin tak terlepas dari optimalisasi waktu kerja. Kalau di waktu kerja kita cenderung bermalas-malasan, menunda pekerjaan, dan sebangsa, kapan kesuksesan itu bakal muncul? Singgah saja pun jangan-jangan tak sudi.Untuk itu, agar kedisiplinan kita berjalan teratur, buatlah daftar tugas setiap hari. Kita bisa membaginya dalam beberapa periode, tergantung dari rutinitas atau proyek yang sedang dikerjakan.Dengan menuliskan manajemen waktu, kita bisa membayangkan segala tujuan, dan kemudian mengukur efisiebsi kerja kita sendiri. Selain itu, kita juga bisa tahu sebanyak apa kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu. Dengan melihat hasilnya, kita juga bisa tahu apakah target yang kita tentukan itu gagal atau tidak. Kalau iya, apakah hal itu disebabkan rencana yang tidak layak, atau karena terinterupsi oleh orang lain, atau karena kita sendiri yang tidak disiplin mengerjakan tugas sesuai jadwal.

3. Seberapa lama ketahanan tubuh ?Setiap orang tentu punya ketahanan tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang tahan bekerja di depan komputer sampai 8-10 jam, ada juga yang tidak. Ukurlah hal ini, lalu terapkan pada daftar tugas.Misalnya, kalau kita tahu bahwa kita cuma tahan bekerja selama lima jam saja pada hari Jumat - karena harus ke mesjid atau kita sudah terlalu bosan di kantor, maka optimalkan saja kerja lima jam itu. Jam kerja lainnya kita isi dengan kegiatan yang menghibur. Sebab, kalau dipaksakan bekerja sampai 10 jam misalnya, tapi hanya dengan 50% kapasitas kita, itu cuma buang-buang waktu.

4. Pikiran sehat terdapat dalam tubuh yang sehat Ini sudah jelas ada dalam buku sekolah anak SD. Dan tak usah diperdebatkan lagi, bila kondisi fisik kita prima, kita juga akan bekerja lebih baik ketimbang ketika kita sakit. Karena itu, jagalah selalu kesehatan.

5. Seimbangkan kerja dengan hiburanCatat bahwa kerja hanyalah satu bagian dalam hidup kita. Bila kita meninggalkan kantor, tinggalkan. Jangan bawa dalam pikiran kita, karena seharusnya bagian lain dalam hidup kita yang mengambil alih. Untuk itu, cobalah berdisiplin untuk membagi segala sesuatunya dengan layak.

Sukses bukan cuma di karir saja, tapi dalam kehidupan pribadi kita sendiri. Di sinilah disiplin mengelola hidup kita akan memberikan hasil. Percayalah, hidup ini jauh lebih bermakna ketimbang sekadar mencari uang.

Sumber : Anonymous


9 Tipe Kepribadian Entrepreneur , Yang Manakah Tipe Kepribadian

Apakah Anda memiliki tipe yang sama dengan Bill Gates yang visioner atau improver seperti Anita Roddick, pendiri Body Shop? Baca saja, tipe-tipe kepribadian seorang pebisnis di bawah ini.

1. The Improver. Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki.
Anda menggunakan perusahaan Anda untuk memperbaiki dunia. Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis. Mereka juga memiliki intergritas dan etika yang tinggi. Personality Alert: Waspadai sifat Anda yang cenderung menjadi perfeksionis dan terlalu kritis terhadap karyawan dan pelanggan Anda. Contoh Entrepreneur: Anita Roddick, pendiri The Body Shop.

2. The Advisor. Tipe kepribadian pebisnis seperti ini bersedia memberikan bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya. Motto dari advisor ini yaitu pelanggan adalah benar dan kita harus melakukan apa saja untuk menyenangkan mereka. Personality Alert: Seorang advisor bisa jadi terlalu fokus pada kebutuhan bisnis mereka dan pelanggan, sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan bisa-bisa malah cape hati sendiri. Contoh Entrepreneur:John W. Nordstrom, pendiri Nordstorm.

3. The Superstar. Inilah bisnis yang pusatnya dikelilingi oleh karisma dan energi tinggi dari Sang CEO Superstar. Pebisnis dengan kepribadian seperti ini biasanya membangun bisnis mereka dengan personal brand mereka sendiri. Personality Alert: Pebisnis dengan tipe ini bisa menjadi terlalu kompetitif dan workaholics. Contoh Entrepreneur: Donald Trump, CEO Trump Hotels & Casino Resorts.

4. The Artist. Kepribadian pebisnis seperti ini biasanya senang menyendiri tapi memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka biasanya sering kali ditemukan di bisnis yang membutuhkan kreativitas seperti pada perusahaan agen periklanan, web design, dll. Personality Alert: Pebisnis tipe ini bisa jadi terlalu sensitif terhadap respon pelanggan Anda, walaupun kritik dari mereka bersifat membangun. Contoh Entrepreneur: Scott Adams, pendiri dan penggagas Dilbert.

5. The Visionary. Sebuah bisnis yang dibangun oleh seorang visioner biasanya berdasarkan visi masa depan dan pemikiran pendirinya. Anda memiliki keingintahuan yang tinggi untuk mengerti dunia di sekeliling Anda dan akan membuat rencana untuk menghindari segala macam rintangan. Personality Alert: Seorang visioner bisa jadi terlalu fokus pada mimpi mereka dan kurang berpijak pada realitas. Dan jangan lupa, menyertai visi Anda dengan melakukan tindakan nyata. Contoh Entrepreneur: Bill Gates, pendiri MicroSoft Inc.

6. The Analyst. Jika Anda menjalankan bisnis sebagai seorang analis, perusahaan Anda biasanya memfokuskan pada penyelesaian masalah dalam suatu cara sistematis.Seringkali berbasis pada ilmu pengetahuan, keahlian teknis atau komputer, seorang analis perusahaan biasanya hebat dalam memecahkan masalah. Personality Alert: Hati-hati dengan kelumpuhan analisa.Bekerjalah dengan mempercayai orang lain. Contoh Entrepreneur:Gordon Moore, pendiri Intel.

7. The Fireball. Sebuah bisnis yang dimiliki oleh si Bola Api ini biasanya dioperasikan dengan penuh hidup, energi dan optimisme. Pelanggan merasa perusahaan Anda dijalankan dengan tingkah laku yang fun. Personality Alert: Anda bisa jadi berkomitmen yang berlebihan terhadap tim Anda dan bertingkah laku terlalu impulsif. Seimbangkan keimpulsivan Anda dengan rencana bisnis. Contoh Entrepreneur: Malcolm Forbes, penerbit dan pendiri Forbes Magazine.

8. The Hero. Anda memiliki kemauan dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin dunia dan bisnis Anda melalui segala macam tantangan. Anda adalah inti dari kewirausahaaan dan bisa mengumpulkan banyak perusahaan besar. Personality Alert: Terlalu mengumbar janji dan menggunakan taktik kekuatan penuh untuk mendapatkan sesuatu dengan cara Anda tidak akan berhasil dalam jangka waktu panjang. Untuk menjadi sukses, percayailah keterampilan kepemimpinan Anda untuk menolong orang lain menemukan jalan mereka. Contoh Entrepreneur: Jack Welch, CEO GE.

9. The Healer. Jika Anda adalah seorang ,penyembuh,Anda bersifat pengasuh dan penjaga keharmonisan dalam bisnis Anda. Anda memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dan keteguhan disertai dengan ketenangan dari dalam. Personality Alert: Karena sifat perhatian Anda dan kepenyembuhan Anda dalam menjalankan bisnis, Anda bisa jadi menghindari realitas di luar sana dan selalu terlalu berharap. Gunakan skenario perencanaan untuk persiapan datangnya masalah. Contoh Entrepreneur: Ben Cohen, salah satu pendiri Ben & Jerry's Ice Cream.

Nah, dengan mengetahui tipe kepribadian Anda dalam menjalankan sebuah bisnis, Anda bisa lebih terarah dalam membangun bisnis Anda . Tapi yang tak kalah pentingnya adalah pengetahuan mengenai seluk beluk bisnis itu sendiri, termasuk bagaimana cara memasarkannya melalui internet.

Sumber : Anonymous


Siapa Yang Tidak Ingin Sukses?

Siapa yang tidak ingin sukses? Kelihatannya aneh menanyakan hal tersebut. Tetapi hampir sebagian besar orang yang Anda kenal tidak pernah meraih kesuksesan. Mereka hanya memimpikannya dan membicarakannya, tetapi tidak menjalankannya. Itu yang sangat disayangkan. Mengapa ? Karena sebagian besar orang tidak memahami sukses. Sukses bukanlah hasil keberuntungan, bukan juga sesuatu yang Anda peroleh di waktu-waktu keajaiban di dalam hidup anda. Sukses bukanlah tujuan melainkan gaya hidup. Satu-satunya cara untuk meraih sukses sejati adalah dengan melakukannya setiap hari.

Yang perlu Anda ketahui untuk menjadi sukses yaitu Anda adalah apa yang Anda lakukan sehari-hari, mula-mula Anda membentuk kebiasaan kemudian kebiasaan itu membentuk Anda, membentuk kebiasaan sukses adalah semudah membangun kebiasaan gagal. Setiap hari Anda hidup, Anda sedang dalam proses menjadi sesuatu. Menjadi sesuatu yang yang lebih baik atau lebih buruk semuanya bergantung kepada apa yang Anda berikan untuk diri Anda sendiri.

Banyak orang sebelum Anda mencari kesuksesan dan tidak pernah menemukannya. Mereka membayangkannya seperti mencari kitab kuno atau mata air awet muda, sesuatu yang perlu diperoleh pada akhir petualangan yang panjang. Ada yang percaya bahwa sukses adalah seperti hubungan yang perlu dimenangkan. Sementara yang lainnya menganggapnya sebagai jabatan untuk diraih atau benda untuk dimiliki. Tetapi sukses bukanlah itu semua. Sukses bukan tujuan untuk dicapai. Sukses adalah proses perjalanan untuk dilalui. Dan Anda sedang melaluinya setiap hari.

Perlu waktu yang lama bagi kebanyakan orang untuk mengetahui apa maksud Tuhan menciptakan mereka. Jika Anda mau, Anda dapat menjelajahi hal-hal di dalam dunia dan belajar lebih banyak mengenai tujuan hidup Anda setiap hari. Anda dapat terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang menolong pikiran, tubuh, dan batin Anda lebih bertumbuh. Dan Anda dapat menunjukkan dalam tindakan besar atau kecil yang menolong orang lain.

Sukses adalah mengetahui tujuan hidup Anda, menabur benih yang menolong orang lain, dan bertumbuh menuju potensi maksimum Anda. Pintu menuju pembebasan potensi Anda sedang menuju Anda. Kuncinya ada di perjalanan Anda. Temukan segera kunci itu. Jika Anda melakukannya, maka Anda sedang sukses hari ini. Andapun akan sukses esok hari.

Bagaimana mengeja SUKSES ?

S = Seleksi tujuan anda
U = Urutkan prioritas dan potensi Anda
K = Komitmen pada rencana anda
S = Siapkan perjalanan Anda
E = Ekspresikan visi dalam tindakan
S = Serahkan hasilnya pada Tuhan

Berikut ini adalah tujuh langkah sukses yang dapat Anda lakukan untuk mencapai kesuksesan Anda :

1. Buatlah komitmen untuk bertumbuh setiap hari.Satu dari kekeliruan terbesar yang orang buat adalah memiliki fokus yang salah. Sukses bukan datang dari membeli, meraih, atau memperoleh sesuatu. Sukses datang sebagai hasil dari pertumbuhan. Jika Anda membuat sasaran untuk bertumbuh sedikit setiap hari, maka tak lama kemudian Anda akan mulai melihat hasil positif di dalam kehidupan Anda. Seperti ungkapan penulis puisi Robert Browning, "Untuk apa hidup di dunia kalau bukan untuk bertumbuh ?"

2. Hargai proses lebih dari peristiwa yang terjadi.Peristiwa dalam suatu kurun waktu tertentu memang baik untuk diambil sebagai sumber pengambilan keputusan, tetapi proses perubahan dan pertumbuhan memiliki nilai yang kekal. Jika Anda ingin naik ke tingkat kehidupan selanjutnya, bertekadlah untuk terus menerus memperbaiki diri Anda.

3. Jangan menunggu inspirasi.Pemain bola basket yang terkenal, Jerry West berkata, "Anda tidak melakukan banyak hal di hidup Nada, jika Anda hanya bekerja di hari-hari yang Anda rasakan baik". Orang-orang menjadi besar karena mereka memotivasi diri dan memberikan yang terbaik dari hidup mereka, tanpa menghiraukan apa yang mereka rasakan. Untuk menjadi sukses, berjuanglah.

4. Bersedia mengorbankan kesenangan demi kesempatan.Satu dari pelajaran-pelajaran terbesar adalah prinsip : bayar sekarang, bersenang-senang kemudian. Dalam hidup ini, Anda harus membayar untuk segala hal. Bedanya hanyalah Anda membayar di muka atau di belakang. Jika Anda membayar sekarang, Anda akan mendapatkan imbalan yang lebih besar di kemudian hari dan imbalan itu juga terasa lebih manis.

5. Memiliki impian besar.Memang tidak perlu membayar apa-apa untuk memimpikan hal-hal yang kecil. Robert J. Kriegel dan Louis Patler, penulis buku If It Ain't Broke, Break It, mengungkapkan, "Kita tidak memiliki acuan pasti mengenai sejauh mana keterbatasan manusia itu. Semua tes, stopwatch, dan garis finish tidak dapat mengukur potensi manusia. Ketika seseorang mengejar impiannya, mereka jauh melampaui apa yang kelihatannya menjadi keterbatasan mereka. Potensi yang ada di dalam kita tidak terbatas dan masih banyak yang belum dijelajahi. Saat mana Anda memikirkan keterbatasan, Anda sedang menciptakannya".

6. Urutkan prioritas.Satu kesamaan yang dimiliki semua orang sukses adalah mereka menguasai kemampuan mengorganisasi manajemen waktu. Yang pertama dan paling utama, mereka telah mengorganisasi diri mereka. Henry Kaiser, pendiri Kaiser Aluminium dan Kaiser Permanente Health Care, berkata, "Setiap menit yang diinvestasikan ke dalam perencanaan akan menghemat dua menit waktu pelaksanaan". Anda tidak akan pernah memperoleh kembali waktu yang hilang, jadi optimalkan setiap waktu yang ada.

7. Berkorban untuk memperoleh peningkatan.Tidak ada sesuatu yang berharga diperoleh tanpa pengorbanan. Hidup dipenuhi dengan kejadian-kejadian kritis ketika Anda akan mendapat kesempatan untuk menukarkan milik Anda yang berharga dengan yang lainnya. Tetap buka mata untuk kejadian-kejadian seperti itu dan selalu pastikan Anda sedang naik bukan turun. Jika Anda mendedikasikan diri Anda kepada tujuh langkah diatas, Anda akan tetap meningkatkan diri Anda dan Anda akan sukses. Pertumbuhan mungkin tidak sepesat seperti yang lainnya, tetapi Anda akan melihat kemajuan Anda sendiri hampir dalam seketika. Dan meskipun pengakuan dari orang lain berlangsung dengan lambat, jangan putus asa. Tetap lakukan. Pada akhirnya, Anda akan sukses. [John C. Maxwell]

Sumber : Anonymous


7 Hal Yang Melekat Pada Orang Sukses

Semoga anda selalu dalam keadaan sehat hari ini.

Setiap orang ingin sukses, apapun caranya. Namun untuk meraihnya, tentu saja tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan untuk meraih sukses yang Anda damba. Namun untuk mewujudkannya, ada baiknya jika Anda mencontoh tujuh hal yang melekat pada diri orang- orang sukses. Philip Humbert memperkenalkannya untuk Anda di bawah ini :

1. Tingkat pemahaman merekaHal pertama yang mengagumkan dari orang-orang sukses adalah tingkat pemahaman mereka atas diri mereka sendiri. Mereka tahu nilai-nilai dan tujuan-tujuan mereka. Mereka pun merasa nyaman dengan pilihan yang telah mereka buat dalam hidup ini. Jika mereka melakukan kesalahan mereka menyesalinya, namun mereka mampu berdamai dengan masa lalu. Mereka juga penuh gairah, percaya diri, dan optimis dalam memandang masa depan.

2. Tujuan yang jelasOrang-orang yang sukses memiliki tujuan yang tertulis, mulai dari apa yang harus mereka lakukan dalam 30 hari hingga program 10 tahun. Misalnya, para atlet yang sukses memiliki target untuk mencapai skor tertentu. Sedangkan pemimpin bisnis menuliskan target penjualan mereka. Mereka semua juga memiliki tujuan pribadi dan keluara yang dinyatakan secara detil sebagaimana tujuan profesional mereka. Saran yang kita semua pernah dengar bahwa: Tulislah tujuan Anda, benar-benar bekerja dan bermanfaat.

3. Hubungan yang kuatMereka semua memahami jaringan hubungan teman dan kolega mereka. Mereka memberikan penghargaannya pada pelatih atau rekan yang pernah mengajari mereka segala sesuatu. Mereka juga membukakan pintu kesempatan yang diperlukan. Mereka sangat berterima kasih dan menghargai bahwa kesuksesan adalah buah dari jalinan kemitraan dengan banyak orang yang berbeda selama bertahun-tahun.

4. Idealisme yang mengagumkanHal yang cukup menonjol dari orang-orang sukses adalah idealisme mereka. Mereka semua ingin melakukan suatu perubahan, mengisi hidup ini dengan penuh tujuan dan makna, atau meraih sebuah mimpi. Mereka dimotivasi dengan gairah untuk menciptakan dunia yang lebih baik, menyumbangkan sesuatu dan menolong orang lain.

5. Pragmatisme yang luar biasaSeimbang dengan idealisme mereka, orang-orang yang luar biasa sukses ini ternyata juga amat praktis. Mereka berfokus pada pemecahan masalah, dan menggunakan tehnologi, informasi dan ketrampilan untuk meraih tujuan-tujuan yang terpenting. Mereka tidak tertarik pada teori- teori atau mempertahankan pilihan masa lalu dan tradisi-tradisi tua. Mereka menginginkan cara- cara yang praktis untuk menolong mereka sendiri dalam meraih tujuan.

6. Rasa ingin tahu yang dalamMereka mengobservasi budaya, membaca surat kabar, membaca tentang industri mereka. Mereka pun berusaha mempelajari semua hal yang ada di sekitar mereka. Mereka membaca tentang politik dan agama. Mereka ingin tahu tentang bursa saham dan belajar memasak. Saya terkejut bahwa sebagian besar dari mereka bukanlah ahli di bidang-bidang yang tersebut tetapi mereka amat terdidik, cerdas dan penuh rasa ingin tahu.

7. Disiplin pribadiMereka tidak mau membuang-buang waktu dan membohongi diri mereka sendiri. Mereka tidak membesar-besarkan atau mengecil-ngecilkan suatu masalah. Mereka tidak menggeneralisir. Orang-orang ini amat tepat saat mereka berbicara mengenai usia, hubungan, usaha atau impian-impian mereka. Angka dan tanggal, dollar dan sen, detil amat penting bagi mereka. Mereka mudah untuk diajak bicara dan jelas dalam berkomunikasi.

Setiap ketrampilan di atas memang dapat dipelajari oleh setiap orang! Tidak ada rahasia sukses. Sedangkan bakat, keluarga atau keberuntungan hanyalah sebagian kecil saja dari semua ini. Orang-orang yang amat sukses ini tahu apa yang mereka inginkan, dan menggunakan hubungan mereka, kerja keras, kesabaran dan disiplin untuk mencapai hasil yang luar biasa. Demikian juga Anda ! Semoga Anda sukses....!

Sumber : Anonymous


Ini dia 10 Ukuran Kesuksesan

Barbara Bartlein, R.N., M.S.W. adalah seorang lulusan Fakultas Hukum, George Washington University. Lalu bekerja sebagai pengacara pada law firm terkemuka di Midwest. Ditilik dari penampilannya, ia adalah wanita yang sukses dan berhasil. Namun, suatu saat di Senin pagi, ia mengajukan pengunduran diri dari posisinya. Hal ini tentu membingungkan banyak orang, namun keputusannya untuk keluar dari "jalur kesuksesan" itu didasari pada pendefinisian kembali makna "kesuksesan" baginya. Lebih lanjut, ia ingin menemukan sesuatu yang benar-benar ia inginkan.

Apakah anda adalah orang yang sukses? Berikut ini, beberapa ukuran kesuksesan yang mungkin berguna untuk mengukur kesuksesan anda. Kesuksesan adalah:

1. Mendapat penghasilan yang baik dari pekerjaan yang ditunaikan dengan baik pula. Bila anda menyelesaikan pekerjaan dengan baik, anda bisa merasakan kegairahan dalam pekerjaan itu dan menikmati apa yang sedang anda kerjakan. Penghasilan yang besar tidak banyak berarti bila anda tidak bisa menemukan kegembiraan dalam pekerjaan anda setiap harinya. Gaji yang anda terima semestinya bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari agar anda bisa memusatkan perhatian pada pekerjaan anda.

2. Mempunyai visi mengenai masa depan dan tujuan yang konsisten dengan visi tersebut.Kehidupan kerja anda adalah untuk mengejar tujuan dengan penuh energi, daya cipta dan integritas. Tentu ada semacam ketegangan kreatif antara visi anda dan kenyataan saat ini sehingga anda perlu melakukan peregangan untuk meraihnya. Ketegangan kreatif ini memberi anda energi untuk menjaga momentum dan meraih tujuan anda satu per satu.

3. Memperoleh cinta dan penghormatan dari orang-orang di sekitar anda. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda berhak untuk mendapatkan cinta dan penghormatan dari orang-orang di sekitar anda. Dapatkan hal ini melalui kerja keras dan dedikasi. Jangan mencampur-adukkan antara "terkenal" dengan "terhormat". Terkadang keinginan anda untuk terkenal harus dikorbankan untuk mendapatkan kehormatan.

4. Memberikan sumbangsih pada masyarakat dengan sukarela. Akuilah bahwa anda menerima sesuatu dari masyakat sekitar, maka dapatkan sebuah kesempatan untuk memberikannya kembali pada mereka. Hal ini bukan karena secara politis dibenarkan, namun karena anda mengakui sepenuh hati bahwa anda benar-benar mendapat karunia dan anugerah; karena berbagi pada sesama adalah sebuah penghargaan yang besar.

5. Menerima kegagalan dan penolakan, namun belajar darinya. Dikatakan, ada dua tipe orang di dunia ini. Pertama, seseorang yang belajar dari kesalahan mereka sendiri. Dan mereka yang yang belajar dari kesalahan orang lain. Jauh lebih mudah bila anda tidak perlu membuat kekeliruan sendiri. Namun orang yang sukses adalah mereka yang belajar dari kegagalan dan tumbuh bersamanya.

6. Menghabiskan waktunya untuk melakukan apa yang ingin dilakukan. Bisa menikmati setiap hari kerja adalah anugerah yang luar biasa. Seringkali tindakan yang sederhana dan tampak sepele memberikan kepuasan yang besar. Ingat, ada dua cara untuk menjadi kaya: mempunyai banyak uang, atau memiliki keinginan yang sederhana.

7. Mempunyai gaya hidup yang sehat secara fisik. Pepatah yang mengatakan, "lebih awal tidur, lebih awal bangun, membuat orang jadi sehat, kaya, dan bijak" tetaplah berlaku. Banyak orang lebih memperhatikan mobilnya ketimbang tubuhnya sendiri, padahal kesehatan adalah hadiah yang tidak bisa kita beli. Ingat pula aturan emas mengenai kesehatan yang berbunyi, "jangan makan, minum atau tidur sebanyak yang kita maui."

8. Menjaga kehidupan spiritual. Akuilah bahwa hidup ini sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Cari dan ikuti petunjuk-Nya sehingga anda bisa menjalani hidup ini dengan baik dan terus maju.

9. Berusaha untuk meraih kesempuanaan, namun jangan harapkan itu dari diri anda atau orang lain. Tetaplah berusaha untuk meraih kesempurnaan dengan melakukan perbaikan. Akui bahwa goal anda tidaklah sempurna. Hidup ini adalah sebuah proses penyempurnaan yang terus-menerus. Daripada mengharapkan kesempurnaan dari orang lain, lebih baik anda melihat keberhasilan yang diraih oleh orang lain dan berikan mereka pengakuan yang positif.

10. Mempercayai bahwa anda adalah seseorang yang sukses. Pikiran yang positif adalah alat yang ampuh. Anda menjadi apa yang anda pikirkan. Bila anda percaya anda bisa, anda memperoleh "rewards" dari pikiran anda.

Ada banyak jalan menuju kesuksesan, dan itu haruslah dirancang oleh diri anda sendiri. Setiap jalan pasti meliputi kesempatan dan resiko. Pastikan bahwa anda tahu apa makna keberhasilan bagi anda. Henry Kissinger berujar, "Bila anda tak tahu kemana anda sedang melangkah, maka semua jalan takkan membawa anda kemana-mana." [Barbara Bartlein, R.N., M.S.W., Success Matters - Ten Measures of Success]

Sumber : Anonymous


Kerja Itu Ibadah

Ungkapan Kerja itu Ibadah, mungkin sering sekali kita dengar, dan sering diucapkan oleh ahli agama, motivator andal, atau mungkin oleh rekan kerja kita di kantor. Pertanyaan yang timbul adalah apa keterkaitannya, hingga kedua kata tersebut seolah tidak terpisahkan? Jawabannya ada pada sikap mental yang dipelihara dalam melakukan pekerjaan yang semata mata ditujukan untuk mengabdi kepada Tuhan,sikap mental itu antara lain :


Bekerja untuk masa depan
Semua pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang hendaknya direncanakan dan diperhitungkan secara matang untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan bermanfaat bagi generasi selanjutnya. Ini berarti bahwa pekerjaan yang kita lakukan bukan hanya untuk hari ini saja dan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan saat ini, melainkan dari apa kita kerjakan hari ini membawa kemajuan dan kesejahteraran bagi orang yang memanfaatkannya.


Bekerja keras dan menghargai waktu
Bekerja keras dan menghargai waktu sering diistilahkan dengan bekerja smart, yakni bekerja namun tidak bermalas-malasan, santai, tanpa rencana dan memboroskan waktu, tenaga dan dana. Orang yang bekerja smart tahu sampai sejauh mana dia harus bekerja, mengetahui pekerjaan yang urgent dan yang important.


Bekerja dengan penuh tanggung jawab
Semua pekerjaan yang kita lakukan akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan masyarakat, sehingga dalam bekerja, semua masalah harus kita hadapi dengan penuh tanggung jawab, jangan sekali-sekali mengedepankan watak mencari perlindungan keatas, menutup-nutupi kesalahan dan melemparkan kesalahan kepada orang lain. Satu hal yang perlu diingat dalam bekerja dengan penuh tanggung jawab ini adalah bahwa setiap perbuatan baik yang kita lakukan itu perbuatan baik untuk diri kita sendiri, sebaliknya setiap perbuatan jahat, itu adalah kejahatan untuk diri kita sendiri juga.


Hemat dan sederhana
Dalam memanfaatkan hasil kerja harus hemat dan sederhana, tidak mengedepankan sifat boros dan konsumtif yang berlebihan. Sikap hidup hemat dan sederhana ini akan menghindarkan dari perbuatan-perbuatan tercela yang bisa di lakukan dalam lingkungan pekerjaan yaitu KKN ( korupsi, kolusi dan nepotisme).


Bersaing secara jujur dan sehat
Bekerja adalah aktualisasi diri dari setiap pegawai, hal ini yang menyebabkan siapapun tidak akan lepas dari persaingan antar individu untuk menampilkan prestasi kerja terbaiknya, namun ada satu hal yang perlu diingat bahwa persaingan untuk maju dan berkembang harus dicapai secara wajar, jujur dan sehat tanpa merugikan orang lain serta harus mematuhi aturan main yang telah disepakati bersama.


Penguasaan alam, lingkungan dan ilmu pengetahuan
Sebaik-baik umat di bumi ini adalah umat yang mau belajar dari alam, lingkungan dan mencintai pengetahuan. Orang yang menguasai pengetahuan tentang alam dan lingkungan serta mampu membaca tanda-tanda alam dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya akan mampu melakukan pekerjaan dengan tepat, memahami seetiap perubahan yang terjadi dan mampu menyikapinya dengan arif dan bijaksana sehingga terhindar dari stagnasi (kemandegan) dalam kehidupan karirnya.


Dengan memelihara sikap mental di atas serta mengembangkannya dalam diri kita, bukan tidak mungkin kita sadari atau tidak juga akan mampu mempengaruhi orang-orang disekitarnya dan lebih luas lagi akan mempengaruhi orang yang ada dalam organisasi dimana kita berada.

Regards,
Sribudi Astuti:
www.melati-putihku. blogspot.com


Financial Freedom Ala Tukang Becak Vs Howard Schultz (Starbucks)

THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Berapa besar space yang ada "di dalam box" tsb ? Relatif
Berapa besar space yang ada "di luar box" tsb ? WOW! No Limit

Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia entrepreneurship (ttg modal usaha, skill, keberanian untuk memulai usaha, dst,dst).
Sementara banyak orang yang masih harus bergelut dalam kesibukan bisnis setiap hari setelah 10 tahun berbisnis, mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BECAK tamatan SD yang sudah mencapai "financial freedom" setelah bekerja hanya lebih kurang 5 tahun saja, dgn "passive income" Rp. 9 juta/bulan !!!

Becak ke-1 :Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp. 60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp. 30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsistenmenabung Rp. 30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang harganya Rp. 12 juta/unit.

Becak Ke-2 :Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari. Sementara ia tetap menarik becak pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp. 60,000/hari. Dalam tempo 200 hari, ia mampu membelibecak ketiga.

Becak Ke-3 :Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.

Becak Ke-4 :Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-5 :Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-6 :Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-7 :Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-8 :Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-9 :Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-10 :Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.

Setelah becak ke-10, ia berhenti menarik becak. Ia sewakan becak pertamanya ke orang lain. Ia lalu menggaji seorang "mandor" untuk mengurusi ke-10 becaknya. Ia PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor). Jika ditotal semua usahanya tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA.

Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi), sang TUKANG BECAK mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan bisa terjadi.

Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu ? Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA.Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah ? Buanyyaaak sekali.

Sekarang bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari. Kontras sekali bukan....

THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.

Kunci kesuksesannya terletak pada "duplikasi". Ini rahasianya : "Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tsb". Cth : ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan asset tsb, dst.

KUNCI UTAMA LAINNYA adalah : Hidup hemat pada awalnya untuk menabung, uang tabungan di-investasikan untuk menghasilkan uang, lakukan terus berulang2, setelah penghasilannya sudah cukup besar, barulah hidup bersenang2.

Mari berhitung matematika .

Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini, mana yang Anda pilih ?1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan/bulan Rp. 100 juta.
2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di bulan pertama cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan.

Pilih mana ?
Jawabannya :

Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp. 2,4 Milyar

Option II :Bulan ke-1 : Rp. 1000
2. 2000
3.4000
4. 8000
5. 16,000
6. 32,000
7. 64,000
8. 128,000
9. 256,000
10. 512,000
11. 1024,000
12. 2 juta
13. 4 juta
14. 8 juta
15. 16 juta
16. 32 juta
17. 64 juta
18. 128 juta
19. 256 juta
20. 512 juta
21. 1 milyar
22. 2 milyar
23. 4 milyar
24. 8 milyar

Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR !

Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori2 Albert Eintein spt rumus kekuatan bom atom spt "E=MC2", dst. Tetapi tidak diajarkan bahwa "kekuatan duplikasi" juga dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan paling cemerlang abad 20, ia mengatakan "Kekuatan duplikasi adalah keajaiban dunia ke delapan".

FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks) ?

Bayangkan seorang pengusaha jenius sekaliber Schultz ( ia baru dijuluki pengusaha jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis menjual segelas kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang). Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk eksklusif (customer-experience) berharga luar biasa mahal. Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC. Ia pandai pula memanfaatkan media sebagai "public relation" untuk mempromosikan Starbucks. Ia pandai pula membangun partnership dgn perusahaan global spt Pepsi, dst.

Hasilnya LUAR BIASA. Dengan kekuatan "KONSEP DUPLIKASI", kedai kopi pertama yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di tahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat GANDA setiap tahun sampai sekarang.

Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang "mandor" utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu saja sang mandor disebut dengan istilah keren "CEO"bernama Orin C. Smith.

Baik sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai "financial freedom". Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas dunia.

Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai "financial freedom", walaupun hanya di kelas regional saja.

Bila sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1 secara logika pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak (SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas).

Mari kita ambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan hikmah tsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai dalam 5 tahun mendatang....Bila Anda bermurah hati, artikel ini bisa dikutip utk disharing ke berbagai pihak, teman2 Anda, rekan2 kerja, famili2, ataupun disharing pada milis2 lainnya. SEmoga bermanfaat bagi kita semua. Semoga kisah Starbucks2 lain bermunculan di bumi Indonesia dalam 5 tahun mendatang....OK, semoga bermanfaat.

Sumber : Felix Jordan