ini adalah catatan dari cerita perjalanan kehidupan saya dan keluarga, blog ini sengaja saya sembunyikan dari keluarga dengan harapan suatu saat mereka bisa menemukan, mencerna, dan memahami maksud saya dari menulis blog ini, meski dengan cara copy paste

Jumat, Maret 30, 2012

Novel Rumah Tangga, "Aku Ingin Jadi Pengantin"

Sebagai penulis novel, kadang dituntut harus mampu menyuguhkan kisah dari sebuah realita menjadi sebuah cerita. Hasil karya kami berikut ini pun diambil dari sebuah kisah rumah tangga yang kami padu dengan cerita fiksi. Novel "Aku Ingin Jadi Pengantin", adalah sebuah novel rumah tangga yang akan segera diluncurkan oleh penerbit Diva Press. Dan kemungkinan besar, novel ini akan segera menghiasi bursa novel Indonesia pada bulan April 2012 mendatang.

Novel Aku Ingin jadi Pengantin, bercerita tentang seorang gadis bernama Halifa yang mengalami sakit bulanan. Setiap datang saat menstruasi, dia merasakan sakit yang teramat sangat dan tak tertahankan. Dan hal ini terjadi secara terus menerus setiap datang bulan. Hingga kemudian Halifa memutuskan untuk berkonsultasi kepada seorang dokter kandungan. Sang dokter tidak menyebutkan penyakit yang diderita Halifa, hanya memberikan saran bahwa rasa sakitnya itu hanya dapat sembuh jika dia melakukan pernikahan, lalu hamil, dan mempunyai anak.

Merasa tidak puas atas keputusan dokter pertama, Halifa pun memeriksakan penyakitnya ke dokter kandungan yang lain. Tetapi lagi-lagi jawaban yang ia dapatkan juga sama seperti dokter pertama, yakni menikah, hamil, dan mempunyai anak. Karena penasaran, setiap dokter yang dia datangi selalu menyarankan untuk menikah, Halifa bertanya lebih rinci kepada dokter. Dan sang dokter pun menjelaskan bahwa penyakit Halifa hanya bisa diketahui setelah menikah, terkecuali Halifa merelakan selaput daranya robek karena pemeriksaan dalam yang dilakukan oleh dokter kandungan.

Mengingat saran yang disampaikan dokter dan juga desakan dari orangtuanya, maka Halifa pun meminta Muchsin untuk segera menikahi dirinya. Halifa dan Muchsin selama ini sudah menjalin hubungan yang cukup akrab dan dekat. Permasalahannya adalah, bahwa selama ini Muchsin menjalin hubungan dengan Halifa bukan karena rasa cinta, tapi hanya sekedar iba. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah tanpa dilandasi perasaan cinta dan dengan syarat, bahwa setelah 3 bulan Muchsin akan menceraikan Halifa.

Lalu bagaimanakah nasib rumah tangga mereka? Apa sebenarnya penyakit yang diderita Halifa? Benarkah Muchsin akan tega menceraikan Halifa setelah 3 bulan menikah? Atau adakah kejutan lain yang bakal mereka hadapi? Jawaban atas kelanjutan kisah mereka berdua, bisa anda simak dalam novel Aku Ingin jadi Pengantin. Mungkin cerita didalam novel ini seperti tidak masuk akal, namun kami mengambilnya dari sebuah realita yang pernah terjadi. Dan kami kemas dengan alur fiksi penuh jebakan, yang akan membuat pembaca "salah tafsir" dalam menebak akhir cerita. Tunggu saja kehadiran novel ini pada bulan April 2012, di toko buku terdekat di kota anda.


~ Happy Blogging dan Tetap Berkarya ~

Rabu, Maret 28, 2012

Ingin Berhasil, Harus Mau Berubah

Daripada kita terus memikirkan dampak kenaikan BBM serta melihat tayangan perdebatan di TV yang malah bikin mumet, lebih baik sesegera mungkin kita mencari solusi untuk tetap bisa eksis dalam hidup ini. Memang ada rasa jengkel kalau menyaksikan ulah para pemimpin dan wakil rakyat di DPR, namun apalah guna jika kekesalan kita itu tak dapat tersalurkan apalagi tak berefek pada putusan apapun. Mending energi kita digunakan untuk terus meningkatkan karya, demi diri sendiri, keluarga yang kita cintai dan orang-orang terdekat kita.

Untuk menjadi lebih baik selalu dimulai dengan proses perubahan, dan terkadang perubahan itu tidak mengenakkan bahkan menyakitkan. Apapun yang ada didunia ini pasti mengalami perubahan, era atau jaman pun juga terus berubah. Kita bisa menyimak (karena mungkin kita tidak hidup pada era tersebut) perubahan dari era agraris ke era industri. Berapa banyak area pertanian dan peternakan yang diubah menjadi lahan industri? Munculnya pabrik-pabrik serta perumahan untuk hunian para pekerja, tentu akan menggeser mereka yang masih menggunakan teknologi manual pada era agraris.

Juga kita bisa menyimak ketika era informasi muncul. Industri, instansi dan individu yang tidak memanfaatkan teknologi informasi akan tereliminasi di papan bawah bahkan menghilang dari peredaran. Informasi dengan fasilitas internet, menjadi raja pada era ini. Kita bisa melihat begitu banyak sosial media bermunculan, teknologi berbasis internet juga terus melakukan inovasi untuk bisa bersaing. Semua itu ada dan dilakukan, adalah agar bisa terus beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Tidak terkecuali diri kita. Untuk bisa eksis dan beradaptasi dengan perubahan yang ada, maka kitapun dituntut untuk terus Berubah. Dimana perubahan itu sudah kita alami semenjak masih bayi, yang pada saat itu kita hanya mampu menangis bila menginginkan sesuatu. Tapi seiring berjalannya waktu, kita akhirnya bisa merangkak lalu berjalan. Masih ingatkah pada saat kita belajar berjalan? Berapa kali kita terjatuh dan terbentur? Tentu sakit sekali rasanya. Tapi karena kita tidak pernah berhenti belajar, kitapun pada akhirnya mampu untuk berjalan, berlari, bersepada, naik motor bahkan mengemudikan mobil.

Untuk itu jika ingin beradaptasi bahkan bisa berhasil dalam hal apapun, mau tidak mau kita harus mau berubah. Dan perubahan awal yang harus dilakukan, adalah merubah Diri Sendiri dulu. Ada 3 hal yang perlu dilakukan dalam beradaptasi dan bisa berhasil dibidang yang kita inginkan:

1. Merubah Pola Pikir
Ada beberapa kata bijak, "Kita akan menjadi seperti yang kita pikirkan", "Kita akan bisa, jika kita pikir bisa". Ungkapan tersebut bukanlah hanya sekedar kalimat tak bermakna. Jika diibaratkan kita adalah seorang desainer, mampukah kita membuat sebuah gambar atau bangunan tanpa membayangkan dulu apa yang mau digambar dan dibuat? Begitupun sebuah harapan atau cita-cita. Kita takkan mampu memvisualisasikan apalagi mencapainya, jika didalam pikiran kita tidak pernah terbayang sebelumnya. Mari kita mulai merubah pola pikir kita untuk lebih positip secara perlahan. Usahakan merubah pikiran "Apakah saya bisa?" dengan "Saya harus bisa!". Daripada berpikir "Mengapa saya yang menanggung resiko ini?" lebih baik diganti "Saya siap menghadapi segala resiko!".

2. Merubah Lingkungan
Untuk menjelaskan hal ini, saya akan memulai dengan sebuah pertanyaan, "Mengapa harga minuman soda dengan merk yang sama, tapi bisa dengan harga berbeda jika kita beli di warung, bandara, restoran dan hotel berbintang?". Yang membedakan bukanlah merk-nya, tapi dilingkungan mana minuman itu dijual. Pun sama dengan diri kita jika ingin berhasil, maka harus mau berganti lingkungan pergaulan dengan orang-orang yang berhasil. Jika ingin menjadi penulis yang berhasil, harus banyak berhubungan dengan penulis yang sudah berhasil. Jika mau jadi penyanyi yang berhasil, harus banyak berhubungan dengan penyanyi yang berhasil. Jika ingin menjadi petani yang berhasil, harus banyak berhubungan dengan petani yang sudah berhasil. Lingkungan dimana kita bersosialisasi, akan banyak berpengaruh terhadap pembentukan karakter serta tingkah laku kita.

3. Merubah Tindakan
Jika pola pikir kita sudah bagus serta lingkungan yang mendukung, tapi jika kita tidak melakukan apa-apa, maka kita takkan bisa berhasil dibidang apapun. Kita sudah men-setting pikiran untuk ber-wirausaha, lalu sering berhubungan dan belajar kepada wirausahawan/wati yang sukses, tapi kita belum melakukan usaha apa-apa, ya kitapun juga takkan mendapat apa-apa. Kita harus bisa merubah tindakan yang tidak efektif dengan tindakan yang produktif. Sebisa mungkin untuk mengurangi aktivitas yang membuat kita nyaman, karena biasanya aktivitas itulah yang akan menghambat kita melakukan tindakan demi mencapai harapan atau cinta-cita yang telah kita targetkan.

Perubahan itu kadangkala menyakitkan pada awalnya, namun itulah bentuk pengorbanan yang harus kita lakukan agar kita bisa mencapai apa yang telah kita impikan. Seperti kata pepatah, "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian". Impian takkan bisa terwujud, tanpa sebuah pengorbanan.

Rabu, Maret 21, 2012

Memilih Profesi Sebagai Penulis

Berbicara tentang profesi, tentu takkan menyimpang jauh dengan yang namanya karir dan penghasilan. Karena pengertian profesi secara umum adalah sebuah kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan suatu keahlian. Jika kegiatan tersebut tidak bertujuan untuk mencari nafkah, biasanya disebut hobi atau sukarela. Banyak macam jenis profesi yang bisa kita pilih, bahkan seseorang bisa melakukan lebih dari satu profesi bila memang memiliki cukup waktu dan tenaga untuk melakukannya.

Menjadi penulis juga bisa dijadikan sebagai profesi. Entah itu dilakukan sebagai profesi utama ataupun sebagai profesi penunjang. Yang jelas dengan keahlian menulis, kita bisa menghasilkan karya yang bisa mendatangkan rezeki. Pekerjaan yang bisa dilakukan seorang penulis, pernah saya uraikan dalam artikel "Bidang Pekerjaan bagi Para Penulis". Ada salah seorang teman istri saya bernama Wahyu Sujani, yang memiliki profesi utama sebagai guru SD di Bandung. Namun dia juga menjadi penulis novel yang dilakukan selepas mengajar. Dan beberapa karya novelnya masuk kategori Best Seller.

Apakah profesi sebagai penulis bisa dijadikan sebagai penopang kebutuhan hidup? Jika mendapat pertanyaan demikian baik dari teman maupun calon penulis (yang belajar menulis kepada kami), saya biasanya menjawab, "Janganlah mengharap kepastian, karena sesuatu yang pasti hanyalah milik Allah. Asalkan kita ada kemauan untuk terus berusaha menghasilkan karya, Insya Allah jalan rezeki masih terbuka untuk kita. Dan selagi masih ada orang yang suka membaca, saya yakin penulis masih akan tetap dibutuhkan."

Mengapa saya menjawab demikian? Karena menurut saya tidaklah ada profesi yang pasti bisa menjamin kita 100% akan bisa menopang kehidupan kita dan keluarga sampai akhir hayat. Apakah dengan berbisnis pasti menjamin? Tidak sedikit pebisnis wartel yang dulunya booming, ternyata gulung tikar gara-gara munculnya CDMA fleksi. Apakah menjadi karyawan juga pasti menjamin? Tidak sedikit karyawan yang bahkan bekerja di perusahaan bonafit, selalu kasbon karena penghasilannya habis sebelum gajian. Semua pilihan selalu ada resikonya, termasuk juga memilih profesi sebagai penulis.

Untuk itu sobatku dan pembaca sekalian yang akan memilih atau sudah memilih menjadi penulis sebagai profesi, janganlah berkecil hati. Memang untuk menjadi penulis komersial butuh keahlian dan usaha yang cukup keras di awal, seperti yang pernah saya bahas dalam artikel "Perjuangan Menjadi Seorang Penulis" dan "Tahap-tahap Dalam Menulis". Namun dengan kesabaran dan semangat untuk terus belajar demi meningkatkan hasil karya, lambat laun jalan kita nanti akan semakin dimudahkan.

~ Tetap Semangat dan Terus Berkarya ~

Arie5758 dan Vanny Chrisma W.

Minggu, Maret 18, 2012

Mimpi Bungsu, Kisah ditengah Kejamnya Kehidupan Kota

Satu lagi buah karya kami yang diluncurkan oleh penerbit Diva Press pada bulan Maret 2012 ini. Mimpi Bungsu adalah sebuah kisah fiksi yang diambil dari fenomena kejamnya kehidupan sosial di perkotaan. Novel ini menceritakan kehidupan seorang anak perempuan berusia 7 tahun bernama "Bungsu" dengan ibunya "Hanny" yang menjadi orang tua tunggal di usia muda.

Harapan semu akan dapat merubah hidup di ibu kota, membuat Hanny meninggalkan kampung untuk pindah ke Jakarta dan mengajak serta si Bungsu. Namun apa daya dengan minimnya kemampuan yang dimiliki, justru membuat hidup mereka terkatung-katung di ibu kota sampai-sampai menjadi gelandangan. Hingga pada suatu ketika, Hanny bertemu dengan seorang wanita baya bernama jeng Sofie yang menawarkan pekerjaan dengan iming-iming gaji besar di Surabaya.

Sesampainya di Surabaya dengan menumpang kereta ekonomi, Hanny langsung menemui jeng Sofie yang menawarinya pekerjaan. Namun ternyata pekerjaan yang ditawarkan jeng Sofie kepada Hanny, adalah menjadi seorang wanita penghibur di kawasan lokalisasi Dolly. Disinilah pertentangan antara tuntunan dengan tuntutan untuk merubah hidup menjadi lebih baik, membuat Hanny merasa tak punya pilihan lain selain menerima pekerjaan tersebut.

Setelah menjadi wanita penghibur, kehidupan Hanny bersama anak semata wayangnya si Bungsu pun berubah. Tetapi perubahan itu harus merelakan Hanny untuk mengurung si Bungsu didalam rumah kontrakan, agar anaknya tidak mengetahui apa pekerjaan yang telah dilakukan ibunya. Kebebasan Hanny pun tidak bisa seperti dulu, karena kemana-mana harus meminta ijin dan tak jarang harus di kawal seorang centeng. Bagaimana kelanjutan kisah hidup mereka? Seperti apakah kehidupan didalam komplek lokalisasi gang Dolly? Lengkapnya... anda bisa simak dalam novel Mimpi Bungsu, yang kami kemas dalam sebuah cerita yang akan mengaduk-aduk perasaan anda.

Dan bersamaan dengan terbitnya novel ini, kami sebagai penulis juga merasa sangat bahagia karena 2 novel kami yang lain berhasil dicetak ulang.

Gadis Kecil di Tepi Gaza
  • Cetakan ke-1 : November 2011
  • Cetakan ke-2 : Januari 2012
  • Cetakan ke-3 : Februari 2012
  • Cetakan ke-4 : Maret 2012

Saranghamnida Oppa
  • Cetakan ke-1 : Februari 2012
  • Cetakan ke-2 : Maret 2012

Untuk itu saya dan istri saya (Vanny Chrisma W) mengucapkan banyak terima kasih kepada semua sobat dan pembaca yang telah membeli dan membaca karya kami. Semoga apa yang kami tulis bisa menjadi bahan inspirasi yang dapat diambil hikmahnya, agar kita semua bisa menjadi insan yang lebih bermakna. Dan bila sobat blogger ada yang pernah membaca karya kami, mohon kritik dan sarannya yang membangun. Sehingga dalam karya tulis kami selanjutnya, bisa saya sertakan komentar dan link blog sobat didalam buku atau novel kami.


~ Happy Blogging dan Tetap Tersenyum ~

Rabu, Maret 14, 2012

Everyone is No.1 (Semua Orang Adalah No.1)

Dalam menjalani kehidupan ini, terkadang kita mengalami yang namanya kegagalan, kekecewaan, kesedihan dan kemalangan. Karena setiap orang yang menginginkan sebuah keberhasilan dalam hidupnya, harus juga siap jika apa yang menjadi keinginannya tidak mendapatkan hasil yang sesuai harapan.

Itulah kehidupan.. Ada suka ada duka, ada senang ada sedih, ada siang ada malam, ada keberuntungan ada kemalangan, ada kegembiraan ada kekecewaan. Tak bisa kita memilih sesuatu yang menyenangkan kita saja, karena semua yang terjadi di langit dan di bumi adalah atas kehendak Allah Sang Pencipta alam semesta. Tidak ada dalam sejarah orang manapun, yang selama hidupnya selalu berhasil atau sebaliknya selalu mengalami kegagalan. Kegagalan dan keberhasilan adalah satu paket yang akan dihadapi oleh siapapun yang menginginkan perubahan dalam hidupnya. Karena itu janganlah sampai kita berputus asa saat mengalami kegagalan dan janganlah menjadi congkak ketika mendapatkan keberhasilan.

Terasa menyakitkan memang ketika kita mengalami kegagalan. Rasa sedih, kecewa, sakit hati, marah, jengkel bahkan menangis adalah ungkapan emosional yang kadang secara spontan muncul ketika kita sedang gagal. Itu semua adalah wajar, namun jangan sampai kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang lama. Karena terhanyut dalam keterpurukan mental dalam waktu yang lama, tidak hanya akan merugikan kita sendiri, tapi juga merugikan orang-orang yang kita cintai di sekeliling kita.

Pernahkah kita menyadari bahwa orang tua kita juga ikut bersedih ketika kita tidak mau makan karena merasa kecewa setelah putus cinta atau gagal ikut ujian? Pernahkah kita sadar bahwa istri kita juga resah (bahkan ingin membantu meringankan beban) pada saat melihat suaminya putus asa setelah mengalami kebangkrutan atau di PHK? Seorang suami juga akan bersedih dan merasa bersalah, jika melihat istrinya menangis berhari-hari karena mengalami keguguran. Bahkan sadarkah bahwa anak kita juga ikut terganggu jika kita selalu uring-uringan apalagi melihat orang tuanya bertengkar karena masalah finansial?

Sobatku dan pembaca sekalian, saya menulis postingan ini bukanlah ingin menggurui. Tapi hanya sekedar mengingatkan bahwa kita semua diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang paling sempurna. Bahkan malaikat pun diperintahkan untuk tunduk dan hormat kepada nenek moyang kita "Nabi Adam" karena kecerdasannya. Dalam pandangan Allah, semua derajat manusia adalah sama. Yang membedakan hanyalah amal dan ibadah yang dilakukan manusia selama dia hidup. Sebetulnya kita tidak layak untuk berputus asa, apalagi merenungi nasib yang tak kunjung berubah, karena Everyone is Number One (Semua orang adalah nomer satu).

Judul diatas saya ambil dari sebuah soundtrack lagu Everyone is No.1 yang dibawakan oleh Andy Lau. Soundtrack lagu ini pertama saya lihat pada sebuah seminar motivasi yang saya ikuti setelah saya mengalami kegagalan dalam bisnis. Dan sekarang, lagu ini menjadi salah satu koleksi yang saya jadikan inspirasi ketika mengalami down. Dari semua seminar motivasi yang pernah saya ikuti, semua motivatornya selalu mengatakan, "Tidak ada motivator terhebat di dunia ini, selain DIRI KITA sendiri. Kami hanya memberi pandangan, tapi anda lah yang melakukan semuanya."

Semoga saja soundtrack lagu ini juga bisa membuat sobat semua bisa termotivasi dan bangkit kembali untuk melanjutkan perjuangan hidup.





Wo de lu bu shi ni de lu
Jalanku bukanlah jalanmu

Wo de ku bu shi ni de ku
Kepahitanku bukanlah kepahitanmu

Mei geren dou you qian zai de neng li
Setiap orang memiliki potensi

Ba yiqie zheng fu
Untuk menaklukkan segalanya

Wo de lei bu shi ni de lei
Air mataku bukanlah air matamu

Wo de tong bu shi ni de tong
Penderitaanku bukanlah penderitaanmu

Yi yang de tiankong butong guangsong
Langit yang sama namun kejayaan beragam

You yiyang de gandong
Semua memiliki perasaan yang sama

Bu xiyao ziyuan ziyi de huangkong
Tidak perlu tenggelam dalam ketakutan

Zhi xiyao chenzhuo zhiyao xiang qian chong
Tenangkan diri dan melesat ke depan

Gaosu ziji tian sheng wo cai bi you yong
Katakan pada diri sendiri aku diciptakan Tuhan pastilah ada gunanya

REFF :

Everyone is no.1
Semua orang adalah no.1

Zhi yao ni fanshi bu wen neng bu neng
Selama kau tidak ragu-ragu

Yong yi kou qi jiaohuan ni yi sheng
Gunakan kesempatan ini untuk mengubah hidupmu

Yao yingjie weilai bubi deng
Tak perlu menunggu untuk menyambut masa depan

Everyone is no.1
Semua orang adalah no.1

Cheng gong de mi jue zai ni ken bu ken
Rahasia sukses terletak pada kemauanmu

Liu zui ri de han yong zui zhen de xin
curahkan semua tenaga dan pikiranmu

Di yi ming suyu mei ge ren
No. 1 milik setiap orang


Wo de shou bushi nide shou
Tanganku bukanlah tanganmu

Wo de shou bushi nide shou
Mulutku bukanlah mulutmu

Zhi yao yi tiao xin
Selama kamu bersungguh sungguh

Kuangfeng he baoyu dou biancheng hao pengyou
Angin topan dan hujan badai tak akan menghalangimu

Bu xiyao ziyuan ziyi de huangkong
Tidak perlu tenggelam dalam ketakutan

Zhi xuyao chenzhuo zhi yao xiang qian chong
Tenangkan diri dan melesat ke depan

Gaosu ziji tian sheng wo cai bi you young
Katakan pada diri sendiri aku diciptakan Tuhan pastilah ada gunanya

Back to REFF :

Bu haipa lu shang you duo leng
Janganlah merasa takut akan dinginnya udara

Zhidao haiyou yidian yu wen
Karena selalu ada kehangatan yang tersisa

Wo ye hui nuli kuangben
Aku akan tetap berlari sekuat tenaga

Back to REFF :


~ Happy Blogging dan Tetap Semangat ~

Jumat, Maret 09, 2012

Biografi Harold Lasswell - Pelopor Teori Komunikasi

Harold Dwight Lasswell lahir pada tanggal 13 Februari 1902. dia adalah seorang ilmuwan politik terkemuka Amerika Serikat dan dan seorang pencetus teori komunikasi. Dia juga adalah anggota dari Chicago school of sociology dan adalah seorang profesor Chicago school of sociology di Yale University, Selain itu dia juga adalah Presiden Asosiasi Ilmu Politik Amerika (APSA) dan Akademi Seni dan Sains

Kamis, Maret 08, 2012

Biografi Muhammad Syafii Antonio

Muhammad Syafii Antonio di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1965. Nama aslinya Nio Cwan Chung (sekarang M. Syafii Antonio) . Muhammad Syafii Antonio adalah WNI keturunan Tionghoa, dia merupakan pakar ekonomi islam. Sejak kecil Muhammad Syafii Antonio mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah Muhammad Syafii Antonio seorang pendeta Konghucu. Selain mengenal ajaran Konghucu, Muhammad Syafii

Mengembangkan Ide Menjadi Rangkaian Tulisan

Ide adalah sesuatu yang abstrak, yang hanya ada di pikiran si pemilik ide. Ide itu takkan bisa dimengerti oleh orang lain, jika si pemilik ide tidak pernah mengungkapkan dalam sebuah bahasa atau menuangkan dalam bentuk tulisan yang bisa dimengerti. Ide yang dibahasakan misalnya ketika kita ngobrol, berdiskusi, presentasi dan menelepon. Ide yang dituliskan misalnya saat kita membuat proposal, artikel, surat, dan sms. Dan pada kesempatan ini, saya akan lebih fokus untuk mengulas bagaimana mengembangkan ide menjadi rangkaian tulisan.

Sumber ide bisa didapat dari mana saja

Sebagai seorang blogger, tentu kita sudah menyadari bahwa tugas kita adalah menulis. Entah itu menulis tutorial, tips dan trik, hasil penelitian, perjalanan traveling atau yang lainnya. Namun ada beberapa blogger (khususnya yang pemula) merasa kesulitan untuk membuat konten di blognya. Alasannya karena kesulitan menemukan ide untuk dibuat artikel, atau sudah menemukan ide tapi merasa kesusahan dalam menuangkannya menjadi tulisan. Mencari ide untuk tulisan itu sangat mudah karena sumber ide bisa berasal dari mana saja, seperti yang sudah saya posting pada artikel Mencari Ide untuk Tulisan. Bahkan tanpa perlu dicari, ide itu kadang muncul dengan sendirinya. Dan untuk menuliskannya sebetulnya tidak begitu sukar karena menulis itu sama dengan bercerita, asalkan sumber ide tersebut kita kuasai atau alami.

Cara yang sering saya dan istri saya (Vanny Chrisma W) pakai untuk mengajari siswa yang belajar menulis, adalah dengan menunjukkan sesuatu yang sering mereka lihat untuk dijadikan ide tulisan. Misalkan saya menunjukkan sebuah gelas, lalu saya menyuruh mereka menceritakan dengan gaya bebas dalam sebuah kalimat. Kemudian mengembangkan kalimat itu menjadi satu paragraf, dua paragraf, sampai beberapa paragraf sehingga menjadi satu artikel tentang gelas. Apakah sulit untuk bercerita tentang gelas??...


Jika masih kesulitan, saya akan memberikan contohnya.

Menulis tentang gelas menjadi satu kalimat:
Gelas adalah sebuah alat yang digunakan sebagai wadah untuk menampung air pada saat kita mau minum.

Sekarang kita kembangkan menjadi satu paragraf:
Gelas adalah sebuah alat yang digunakan sebagai wadah untuk menampung air pada saat kita mau minum. Ada aneka macam bentuk gelas dan yang berada di depan saya ini adalah salah satu contohnya. Warnanya bening, tingginya sekitar 10 cm dan lebarnya 4 cm. Dari ukurannya, gelas ini termasuk kelas jumbo. Biasanya digunakan oleh orang yang memiliki selera minum yang tinggi. Gelas model ini banyak dijumpai di warung kopi atau kedai minum di pinggir jalan. Pemilik warung menyediakan gelas ini khusus untuk pelanggan yang memesan minuman es teh jumbo, soda gembira dan mega mendung.

Tidak sulit kan membuat tulisan seperti yang saya contohkan diatas? Karena memang yang namanya gelas itu adalah sesuatu yang sering kita lihat dan kita gunakan. Jadi untuk menceritakannya dalam sebuah tulisan, pastilah sangat mudah. Untuk itu saya selalu menyampaikan kepada penulis pemula yang belajar menulis kepada kami, untuk menanamkan 5 tips berikut ini:
  1. Tulislah apa yang kita kuasai.
  2. Ungkapkan semua yang ada dipikiran kita secara mengalir.
  3. Uraikanlah dengan gaya bahasa kita sendiri.
  4. Jangan pernah takut jika hasilnya jelek dan tidak menarik, karena itu adalah hasil karya kita sendiri.
  5. Sering belajar dan berlatih, akan membuat kemampuan menulis kita semakin bagus.

Dengan 5 tips diatas, Insya Allah akan membuat sobat lebih enjoy dan menjadi penulis yang aktif, kreatif dan produktif. Karena dengan bekal tips itulah kami mulai menjadi penulis, sehingga tanpa terasa sudah hampir 30 buku dan novel yang kami hasilkan.


~ Happy Blogging and Keep Writing ~

Selasa, Maret 06, 2012

Novel Gadis Kecil di Tepi Gaza Cetakan ke-3

Sungguh merupakan salah satu kebanggaan bagi para penulis, ketika hasil karyanya bisa disukai dan laris manis di pasaran. Tidak terkecuali saya dan istri saya (Vanny Chrisma W). Seperti yang telah saya jelaskan pada postingan yang telah lalu, bagaimana kami menulis novel Gadis Kecil di Tepi Gaza ini.

Begitu susah menulis novel dengan setting negeri yang penuh konflik. Karena literatur baik dari buku dan informasi di internet selalu simpang siur dan selalu dipengaruhi oleh latar belakang penulis serta dari golongan mana penulis tersebut (pro atau kontra Palestina). Memang ide dan alur cerita dari novel ini fiksi semata. Namun untuk penggambaran setting serta kondisi medannya, berusaha untuk kami sesuaikan dengan situasi sesungguhnya.

Beruntunglah kami menemukan relawan palestina yang baik hati, yang selalu memberi informasi tentang kondisi Palestina meskipun hanya lewat chat. Dari merekalah kami bisa mendapat gambaran bagaimana kondisi kotanya, barak pengungsian serta anak-anak yang turut menjadi korban dari sebuah peperangan. Karena di novel ini menceritakan tentang seorang gadis kecil bernama Palestine yang menjadi korban agresi militer Israel pada 27 Desember 2008. Dia menjadi sebatang kara dan harus tinggal di kamp pengungsian setelah ibu dan dua saudaranya tewas pada agresi militer tersebut, sementara ayahnya menjadi pejuang Hamas. Resensi singkatnya bisa anda baca disini!

Novel Gadis Kecil di Tepi Gaza sudah masuk pada cetakan ke-3 dan sudah ada label "Best Seller" untuk cetakan terbarunya. Semoga saja kedepan bisa dicetak yang ke-4 dan kesekian kalinya hehehe.. (ngarep.com).

  • Cetakan pertama : November 2011
  • Cetakan kedua : Januari 2012
  • Cetakan ketiga : Februari 2012

Dan karena novel ini cukup disukai serta berdasar permintaan pembaca, maka pihak penerbit dari Diva Press memberi order lagi untuk menulis Gadis Kecil di tepi Gaza jilid 2, yang saat ini sedang kami kerjakan. Mudah-mudahan untuk jilid yang ke-2 nanti, kami masih bisa membuat para pembaca untuk ikut larut dalam cerita si gadis Palestine.

Bagi sobat yang sudah membeli dan membaca novel Gadis Kecil di Tepi Gaza jilid pertama, saya ucapkan terima kasih banyak serta tunggu saja edisi keduanya. Dan bagi sobat yang masih belum membaca, anda bisa pergi ke perpustakaan terdekat di kota anda barangkali ada koleksi novel ini. Namun bila ingin memilikinya, sobat bisa mencarinya di toko buku terdekat atau bisa pesan via online di Diva Press Online dengan diskon 20%.


~ Happy Blogging and Don't be Afraid to Write ~

Minggu, Maret 04, 2012

Biografi Nurcholish Madjid - Cendekiawan Muslim

Prof. Dr. Nurcholish Madjid atau populer dipanggil Cak Nur lahir di Jombang, Jawa Timur, 17 Maret 1939. Dia adalah seorang pemikir Islam, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Pada masa mudanya sebagai aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), ide dan gagasannya tentang sekularisasi dan pluralisme pernah menimbulkan kontroversi dan mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan masyarakat.

Jumat, Maret 02, 2012

Biografi Neil Amstrong

Neil Alden Armstrong Lahir 5 Agustus1930, di sebuah tanah pertanian kakeknya, Auglaizy County, Ohio adalah astronot pertama AS, orang pertama di bumi yang menjejakan kakinya dipermukaan bulan, dengan menggunakan pesawat Apollo 11, pada 20 Juli 1969. ditemani Edwin Aldrin. Neil Amstronglah yang menjejakan kakinya untuk pertama kalinya saat keluar dari modul pesawat, dan melakukan explorasi