ini adalah catatan dari cerita perjalanan kehidupan saya dan keluarga, blog ini sengaja saya sembunyikan dari keluarga dengan harapan suatu saat mereka bisa menemukan, mencerna, dan memahami maksud saya dari menulis blog ini, meski dengan cara copy paste

Jumat, April 27, 2012

Tips Menulis Cerita Pendek (Cerpen)

Seperti yang telah saya ungkapkan di artikel sebelumnya, bahwa saya akan berusaha menyajikan postingan tentang tips yang diminta oleh para pembaca. Request ini berasal dari teman facebook istri saya yang menginginkan tips menulis sebuah cerpen, untuk itu saya akan coba memberikan tips sederhana yang siapa tahu tulisan ini juga dibutuhkan oleh pembaca lainnya.

Bagi calon penulis ataupun penulis pemula, kadang memang masih terkesan ragu untuk menghasilkan sebuah karya tulis. Perasaan minder, takut karyanya jelek dan sebagainya selalu menghantui, yang justru itu malah menghambat dalam menuangkan ide. Karena itu pada saat mau menulis, sebaiknya kita hilangkan dulu ketakutan dan pikiran negatif yang ada di kepala. Yang harus di eksplore adalah pikiran positif dan rasa percaya diri, agar ide bisa mengalir lebih lancar.

Dalam menulis sebuah cerita, ada 2 jenis penulisan yaitu cerita pendek (cerpen) dan cerita panjang (novel). Perbedaan yang paling jelas antara cerpen dan novel adalah dari durasi ceritanya. Jika cerpen biasanya ditulis dengan menggunakan 500-10.000 kata atau sekitar 3-10 lembar kertas A4, sementara novel tidak ada batasannya atau tergantung kemampuan si penulis. Tahap menulis novel komersial sudah pernah saya ulas dalam artikel sebelumnya. Untuk kali ini saya lebih fokus untuk menjelaskan tentang cerpen.

Pada saat menulis cerpen, kita harus cermat dalam pemilihan kata. Hal ini dikarenakan terbatasnya durasi dan lingkup cerita dalam sebuah cerpen. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, agar cerpen yang kita buat memiliki cerita yang jelas serta dipahami oleh pembaca. Berikut ini adalah paparannya:

  • Pemilihan Topik/Tema
    Topik atau tema adalah ide cerita dari sebuah tulisan, dan biasanya mengandung pesan, nilai-nilai atau tujuan yang akan disampaikan kepada pembaca. Tema ini pula yang menjadi benang merah yang menghubungkan awal dan akhir dari sebuah cerita. Karena durasi cerpen yang pendek, maka apapun yang kita tulis harus disesuaikan dengan tema agar cerita tidak melantur kemana-mana.

  • Pengaturan Durasi (Tempo Waktu)
    Cerpen yang efektif akan berisi cerita dengan tempo waktu yang pendek. Biasanya cerita sebuah cerpen hanya berkisar tentang satu kejadian yang dialami oleh si tokoh cerita. Bisa jadi isi ceritanya hanya terjadi dalam satu hari atau beberapa jam saja, tidak seperti menulis novel yang bisa menuliskan kehidupan tokoh cerita dari mulai bayi hingga tua. Karena waktu yang singkat inilah, usahakan agar kejadian yang kita ceritakan bisa sesuai dengan tema cerita.

  • Penentuan Setting
    Karena ini adalah cerita pendek, maka jumlah kata yang akan kita tulis juga terbatas. Untuk itu setting atau lokasi kejadian yang kita tentukan haruslah tepat dan mendukung jalannya cerita. Tidak perlu banyak membuat setting, karena akan membuat jalan cerita mengambang alias tidak jelas. Misal untuk menulis cerita tentang kisah cinta pertama, kita bisa mengambil lokasi di sekolah, atau kampus, atau tempat kerja dan rumah si cewek. Jadi tidak perlu kita menceritakan kejadian saat ketemu di toko buku, pasar, taman, mall, food court dan lainnya.

  • Pemilihan Tokoh
    Sebuah cerpen cukup memiliki maksimal 4 tokoh saja untuk menjaga efektivitas cerita. Terlalu banyak tokoh akan membuat cerita menjadi kabur. Dari tokoh-tokoh tadi, kita harus memilih tokoh utama yang akan menjadi fokus cerita yang kita buat. Tidak perlu terlalu panjang lebar dalam menjelaskan para tokoh, cukup singkat saja karena ini hanyalah sebuah cerita dengan durasi yang pendek.

  • Penyisipan Dialog
    Meski ini adalah sebuah cerita pendek, namun ceritanya menjadi kurang bermakna jika hanya berisi narasi tanpa dialog. Dialog adalah pendukung yang akan menguatkan karakter tokoh dan mempertegas jalan cerita. Namun perlu berhati-hati dalam menyisipkan dialog ini, jangan sampai terlalu panjang. Buat saja dialog yang bisa sejalan dengan tema. Jika terlalu melebar, lebih baik dialog yang tidak penting dihapus saja.

  • Pembuatan Alur Cerita
    Untuk membuat cerpen yang bisa membuat pembaca akan mengikuti jalannya cerita sampai akhir, sebaiknya kita membuka dengan sebuah paragraf yang menarik. Alur cerita selalu dimulai dengan pembuka, kemudian inti/isi cerita dan diakhiri dengan penutupan (ending). Karena dibatasi dengan durasi yang pendek, maka sebisa mungkin kita membuat alur cerita yang singkat dan jelas. Tidak perlu memutar-mutar cerita sehingga terkesan bertele-tele, yang membuat ending cerita tidak bisa klimaks. Meskipun kita membuat alur ceritanya singkat dan jelas, tapi tetap usahakan agar pembaca tidak bisa menebak akhir cerita secara dini (istilahnya (twice ending). Kita harus pandai membuat cerita yang membuat pembaca penasaran dan selalu menebak-nebak hingga terus membaca hingga akhir cerita.

Demikianlah tips menulis cerpen yang bisa saya ulas, jika ada hal yang perlu ditanyakan atau ditambahkan, silahkan Anda tulis di kolom komentar. Jika Sobat atau pembaca ingin menjadi seorang penulis, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menulis. "Seribu langkah akan bisa ditempuh, dengan sebuah langkah pertama."


~ Happy Blogging & Keep Writing ~

Rabu, April 18, 2012

Keberuntungan Datang Karena Diciptakan

Pada tahun 2010 ada sebuah fenomena menarik yang sempat saya baca. Di negara Singapura yang notabene adalah negara yang perkembangan teknologinya sangat pesat, sempat pemerintahnya dibuat pusing akan kepercayaan atau mitos yang dipegang warganya. Singapura terancam mengalami penurunan jumlah kelahiran pada tahun 2010, dikarenakan banyak warga negara Singapura yang berpendapat bahwa tidak baik melahirkan di tahun Macan (2010). Mereka lebih suka anaknya lahir di tahun Naga, Kelinci atau lainnya.

Kepercayaan akan hari baik, bulan baik atau tahun keberuntungan masih dipercaya oleh sebagian orang hingga saat ini. Bahkan ketika melihat kehebatan seseorang seperti David Beckham yang memiliki akurasi tendangan bebas hingga 80%, juga Michael Jordan yang bisa memasukkan bola basket dengan mata tertutup, adalah sebuah keberuntungan yang dimiliki oleh mereka berdua. Kebanyakan orang yang berpendapat bahwa kemampuan yang dimiliki oleh David Beckham dan Micahel Jordan adalah sebuah keberuntungan, dikarenakan mereka hanya melihat hasil akhirnya saja tanpa mengetahui upaya apa yang dilakukan David Beckham dan Michael Jordan untuk memperoleh kehebatannya tersebut.

Untuk dapat menciptakan akurasi yang tinggi, David Beckham melatih tendangan bebasnya dengan menciptakan suasana nyata seperti saat pertandingan. Dia menggunakan pagar betis yang terbuat dari papan seukuran manusia sebagai ganti pemain lawan. Dia berlatih menendang bola melewati penghalang untuk menuju gawang. Dan yang dipakai sebagai gawang adalah sebuah ban mobil yang diameternya sedikit lebih besar dari bolanya. Begitupun Michael Jordan yang mampu melakukan lemparan bebas dengan mata tertutup. Dia melakukan latihan yang lebih dari pemain lainnya. Saat pemain lain berlatih melempar ratusan kali, dia melakukannya ribuan kali. Michael Jordan kerap berlatih sendiri untuk mengasah kemampuan lemparannya. Dia telah melewati 10.000 jam latihan sebelum bisa melempar bola basket dengan mata tertutup. Keberuntungan akurasi tendangan bebas David Beckham hingga 80% dan ketepatan melempar bola Michael Jordan dengan mata tertutup, adalah karena mereka sering berlatih secara tekun dan melakukan yang orang lain tidak lakukan.

Menurut buku-buku motivasi yang pernah saya baca, juga para mentor dalam seminar-seminar yang pernah saya ikuti, serta para pebisnis dan karyawan ber-karir tinggi yang pernah saya kenal, selalu menyatakan tidak ada yang namanya kebetulan dan keberuntungan. Keberuntungan itu akan datang, karena kita telah menciptakan kondisinya. Bagaimana kita bisa beruntung memenangkan lomba, jika kita tidak pernah mengikuti lomba? Apakah kita bisa beruntung menjadi seorang Idol dengan berhayal, tanpa pernah mengikuti kontes seperti Indonesian Idol, Got Talent dan sebagainya? Bagaimana kita bisa beruntung menjadi pebisnis yang sukses, jika kita tidak pernah melakukan bisnis apapun? Apakah kita juga bisa beruntung memiliki karir yang bagus di perusahaan bonafit, jika kita tidak pernah masuk ke perusahaan tersebut dan membuat prestasi? Cara terbaik memperoleh keberuntungan, adalah dengan menciptakannya.

Keberuntungan tidaklah sama dengan Mukjizat. Keberuntungan adalah sebuah upaya yang dilakukan secara terus menerus, sehingga seseorang bisa beruntung mendapatkan apa yang diinginkan. Contohnya seperti saat kita pergi ke pasar malam. Lalu bermain melempar gelang ke dalam botol untuk mendapatkan hadiah boneka, minuman dan sebagainya. Kita bisa berpeluang beruntung mendapat hadiah, jika kita melakukan lemparan gelang sehingga bisa masuk kedalam botol. Sementara mukjizat adalah murni merupakan kekuasaan Allah (yang tidak bisa dinalar dengan akal manusia) yang diberikan kepada hamba yang dipilih-Nya. Contohnya seperti Nabi Musa yang memiliki mukjizat tongkat yang bisa menjadi ular dan membelah lautan; Nabi Isa memiliki mukjizat bisa menyembuhkan orang sakit seketika serta menghidupkan orang mati beberapa saat; Nabi Sulaiman yang memiliki mukjizat bisa mendengar dan mengerti bahasa binatang.

Seorang pembawa acara talkshow terkenal yang menjadi salah satu wanita terkaya dan berpengaruh di dunia, Oprah Winfrey, dalam success storynya pernah berkata, "Keberuntungan terjadi saat kesempatan bertemu dengan persiapan." Dalam hidup kita sesungguhnya banyak sekali kesempatan yang datang menghampiri, tetapi pada saat itu kita belum siap untuk mengambilnya. Tidak ada orang yang tidak pernah mendapat kesempatan, hanya saja dia kurang peka disaat kesempatan itu datang menghampirinya. Allah Tuhan semesta alam selalu memberikan kesempatan kepada kita semua, jika Dia merasa kita telah siap menjemput kesempatan tersebut.

Untuk itu jika kita ingin hidup kita dipenuhi dengan keberuntungan, bisa melakukan hal-hal berikut ini:

  • Merubah sikap dan pandangan akan adanya hari keberuntungan, dengan menganggap semua hari merupakan hari keberuntungan.
  • Senantiasa berpikir positip bahwa setiap masalah yang menimpa adalah sebagai sebuah tantangan dalam memperoleh keberuntungan kita.
  • Selalu belajar untuk menggali potensi diri sehingga ketika kesempatan datang, kita telah siap untuk menjemputnya.
  • Memperbanyak wawasan agar ketika kita merasa tidak siap dengan kesempatan yang satu, maka kita masih bisa mengambil kesempatan yang lainnya.


~ Happy Blogging dan Teruslah Berkarya ~

Rabu, April 11, 2012

Peranan Fungsi Otak Terhadap Cara Berpikir Manusia

Sudah beberapa hari blog ini tidak update postingan, karena memang kesibukan saya di alam nyata cukup padat merayap. Belum lagi kesibukan mencari bahan untuk membantu istri saya, menggarap order menulis novel tentang "Tragedi Nanjing China" yang cukup membuat otak sedikit roaming, karena literatur yang kebanyakan berbahasa asing. Tidak apa-apa ya sedikit curhat, meski saya tahu bahwa prolog ini tidaklah penting buat pembaca semuanya... hehehehe...

Pada artikel kali ini saya ingin mengulas tentang penggunakan fungsi otak, yang merupakan salah satu anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Kita tahu bahwa manusia normal memiliki 1 otak dengan 2 sekat, yang sering disebut dengan otak kanan dan otak kiri. Perbedaan otak kanan dan otak kiri sudah pernah saya bahas dalam artikel sebelumnya. Namun pada kesempatan kali ini saya akan lebih menjabarkan tentang peranan fungsi otak terhadap cara berpikir manusia, sehingga manusia bisa menjadi pintar, cerdas, kreatif dan inovatif.

Selama kita hidup semenjak dilahirkan hingga akhir hayat nanti, otak kita akan terus menyerap inputan apapun yang masuk melalui panca indera, kemudian diolah sehingga menjadi pengetahuan. Kemampuan menyerap pengetahuan dengan cepat inilah yang biasa dipakai sebagai tolak ukur untuk menentukan seseorang bisa disebut pintar (pandai) atau tidak. Kemampuan meningkatkan kinerja fungsi otak kanan dan kiri, memungkinkan kita tidak hanya bisa menjadi orang pintar atau pandai saja, melainkan juga bisa menjadi orang yang cerdas, kreatif dan inovatif. Otak kanan dan kiri memiliki fungsi kerja yang berbeda, tetapi setiap individu memiliki kecenderungan untuk menggunakan salah satu bagian dari otak saja untuk berpikir dan memutuskan segala sesuatu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak dijelaskan definisi yang jelas antara pintar, cerdas, kreatif dan inovatif. Sehingga banyak yang mengartikan pintar sama dengan cerdas, karena sama-sama memiliki kemampuan menyerap ilmu. Dan kreatif sama dengan inovatif, karena sama-sama bisa menciptakan sesuatu yang baru. Namun sebenarnya tiap kata tersebut memiliki makna yang saling berbeda. Berikut ini adalah perbedaan antara orang yang pintar, cerdas, kreatif dan inovatif:

  • Orang yang Pintar
    Adalah orang yang mampu menyerap inputan dan informasi dengan cepat. Ketika seseorang mampu berbicara, membaca, menulis, berhitung dan berpikir logis, berarti orang tersebut bisa dikatakan pintar. Orang pintar memiliki banyak pengetahuan, akan tetapi kadang menghambatnya dalam pengambilan keputusan, karena pengetahuan yang banyak itu memberikan banyak informasi yang terkadang justru membuat bingung.

  • Orang yang Cerdas
    Adalah orang yang mampu mengolah dan mengelola kepintarannya. Orang yang sukses (dibidang apapun) kadangkala adalah orang yang tidak terlalu pintar, akan tetapi bisa mengelola orang pintar. Orang yang cerdas tahu siapa orang pintar yang cocok untuk mengerjakan jenis pekerjaan tertentu. Kecerdasan membuat seseorang bisa mengambil keuntungan dari kombinasi kepintaran.

  • Orang yang Kreatif
    Adalah orang yang mampu membuat perbedaan, atau istilahnya melihat hal yang sama (dengan orang lain) tapi berpikir dengan cara yang berbeda. Dengan cara berpikir yang berbeda, orang kreatif mampu menciptakan hal-hal baru yang tidak terpikirkan oleh orang kebanyakan. Perbedaan akan membuat peluang baru lebih terbuka.

  • Orang yang Inovatif
    Adalah orang yang mampu menemukan nilai jual (komersial) dari hasil kreativitas. Orang yang inovatif akan membuat hasil kreativitas lebih memiliki nilai komersial yang bisa diterima oleh pasar. Kreatif hanya membuat perbedaan, sementara inovatif membuat perbedaan tersebut memiliki nilai jual.

Setiap orang punya kans untuk bisa menjadi orang pintar, cerdas, kreatif dan inovatif sekaligus. Tetapi seperti saya sebutkan diatas, bahwa tiap-tiap orang biasanya akan cenderung menggunakan salah satu bagian dari otak. Kecenderungan ini dipengaruhi oleh pengalaman belajar masa lalu, lingkungan dan pembiasaan diri. Otak adalah anugerah yang diberikan Tuhan secara cuma-cuma kepada kita semua, tergantung kita mau memanfaatkannya atau tidak.


~ Happy Blogging dan Jangan Lupa Makan ya... ~

Kamis, April 05, 2012

Mata Uang Paling Mahal adalah "Waktu"

Berbicara tentang waktu, mungkin hampir setiap orang menyadari bahwa setiap waktu yang kita miliki adalah sangat berharga. Bahkan karena pentingnya arti waktu, orang Barat sering mengatakan "Time is Money" (waktu adalah uang). Setiap kali kita kehilangan waktu, berarti sama dengan kehilangan uang. Orang Arab pun punya sebuah ungkapan, "Al-waqtu kas Saifi" (waktu ibarat pedang). Jika tidak bisa memanfaatkan waktu, sama halnya kita telah melukai diri kita sendiri.

Sebetulnya hidup kita di dunia ini, tidak lain adalah waktu yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, semenjak lahir sampai ajal menjemput. Menyia-nyiakan waktu yang kita miliki, sama halnya dengan menyia-nyiakan hidup sendiri. Kita perlu membagi waktu yang kita miliki untuk bekerja (menghasilkan uang), bersosialisasi, beristirahat, beribadah, mengurus keluarga, menyalurkan hobi dan mengisi hari-hari dengan sesuatu yang positip dan berharga.

Waktu lebih berharga daripada uang. Uang yang sudah hilang bisa dicari kembali, tapi waktu yang sudah berlalu tidak bisa dibeli kembali. Meski banyak dari kita yang sepakat dengan statemen tersebut, namun dalam kenyataannya terkadang kita lebih takut kehilangan uang daripada kehilangan waktu. Menyibukkan diri dengan pekerjaan memang bisa membuat kita bisa menghasilkan banyak uang, namun perlu kita ingat bahwa keluarga kita juga butuh waktu dan kehadiran kita untuk menikmati saat-saat bersama. Memanjakan diri sendiri dengan berselancar di dunia maya, atau bercuap-cuap di media sosial, atau berfantasi di dunia game, memang sangat menyenangkan, tapi bersosialisasi di dunia nyata sebagai sarana menyambung silaturrahmi jangan sampai kita lupakan.

Mari kita ingat selalu sabda Rosululloh Muhammad kepada kita semua, "Manfaatkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara lainnya".

  1. Masa sehat, sebelum datang masa sakit.
  2. Masa muda, sebelum datang masa tua.
  3. Masa kaya, sebelum datang masa miskin.
  4. Masa luang, sebelum datang masa sempit.
  5. Masa hidup, sebelum datang masa kematian.

Penyesalan selalu datang di akhir dan rasanya begitu menyakitkan, apalagi bagi orang yang tidak siap untuk menerima kenyataan. Untuk itu sebelum datang rasa sesal, sebaiknya gunakan waktu yang kita miliki sebijaksana mungkin. Kesempatan hidup kita hanya sekali, jangan pernah disia-siakan.


~ Happy Blogging dan Bijaksana Mengatur Waktu ~