Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat tinggi darjat dan besar martabatnya di sisi Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan RasulNya, ia juga menjadi penghulu segala bulan.
Di antara kelebihan dan keistimewaan bulan Ramadhan itu Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah menurunkan kitab suciNya (Al-Qur’an) yang menjadi petunjuk bagi manusia. Firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala:
Tafsirnya: “(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Qur’an, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk, dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah.”
(Surah Al-Baqarah: 185)
Manfaat Puasa Ditinjau Dari Segi Medis
Sesungguhnya ilmu pengetahuan kedokteran kontemporer belum mampu mengungkap hakikat puasa.
Manfaat puasa, setelah diteliti melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia serta aktivitas fisiologisnya, peneliti menemukan bahwa puasa, secara jelas adalah sesuatu yang sebaiknya dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya dengan baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Oleh karena itu puasa adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia agar tetap sehat. Jika manusia tidak bisa tidur, tidak makan selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Demikian pula tubuh manusia pun akan mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa.
Pentingnya puasa bagi tubuh karena puasa bisa membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus membuang sel-sel atau hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa, sebagaimana dituntunkan oleh agama Islam, lamanya adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru makan untuk durasi waktu beberapa jam.
Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hormon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Dan ini sangat berbeda dengan dengan apa yang difahami kebanyakan orang : “bahwa puasa menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu”. Puasa yang baik bagi tubuh manusia itu syaratnya adalah dengan melakukannya selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan.
Tom Branch dari Columbia Press mengatakan :
“Aku menganggap bahwa puasa adalah pengalaman rohani yang sangat luar biasa, lebih besar daripada pengalaman biologis/badan semata. Semula aku berpuasa dengan tujuan mengurangi berat badan yang berlebih. Akan tetapi, ternyata aku mendapati bahwa puasa tersebut bermanfaat sekali bagi kejernihan fikiran. Puasa sangat membantu pandangan mata sehingga pandangan menjadi jelas sekali. Demikian juga sangat membantu dalam menganalisis ide-ide baru atau pun persepsi. Belum berlalu beberapa hari aku melakukan puasa, namun aku telah mendapat pengaruh kejiwaan yang demikian besar ! “
Aku telah berpuasa beberapa kali hingga sekarang. Dan aku biasanya memilih waktu antara 1 sampai 6 hari. Pada awalnya tujuan puasaku adalah untuk menghilangkan efek negatif dari makanan yang aku konsumsi. Selanjutnya aku berpuasa untuk membersihkan jiwaku dari hal-hal yang aku alami sepanjang hidupku, khususnya setelah memperhatikan dunia dalam beberapa bulan terakhir, aku melihat banyak kedhaliman dan kebrutalan di dalamnya hidup manusia. Aku banyak berpikir dan merasa bertanggung jawab terhadap keadaan mereka, maka akhirnya aku berpuasa untuk menghilangkan fikiran-fikiran itu.”
“Setiap kali aku berpuasa perasaan tertarik pada makanan benar-benar hilang, dan aku merasakan badanku sangat rileks dan nyaman. Dan aku merasakan diriku jauh dari fantasi-fantasi, emosi-emosi negatif seperti dengki, cemburu, suka ngerumpi, juga hilang perasaan takut, perasaan tidak enak, dan bosan. Semua perasaan-perasaan ini hilang dengan sendirinya ketika aku berpuasa. Dan sungguh aku merasakan pengalaman yang begitu mengesankan bersama dengan banyak manusia ketika berpuasa. Dan mungkin juga puasa yang dilakukan selama 1 bulan oleh kaum muslimin (sebagaimana aku melihat mereka di Turki, Suriah, dan Quds) adalah penyebab yang menjadikan jiwa-jiwa mereka begitu mengesankan yang tidak pernah aku temukan di belahan dunia manapun.”
Puasa Adalah Dokter Yang Paling Murah
Sesungguhnya puasa, tanpa berlebih-lebihan makan waktu berbuka puasa, adalah “dokter” yang paling murah. Sebab puasa bisa menurunkan berat badan secara signifikan, dengan catatan ketika berbuka puasa memakan makanan dengan menu seimbang dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman langsung ketika berbuka. Rasullulah ketika memulai ifthar dari puasa adalah dengan memakan beberapa biji kurma dan bukan yang lain, atau seteguk air putih lalu shalat. Inilah petunjuk.
Dan ini sebaik-baik petunjuk bagi orang yang berpuasa dari makanan dan minuman untuk waktu yang lama. Maka, gula ada dalam kurma dan orang akan merasa kenyang ketika memakan kurma, sebab ia sangat mudah dicerna dan dikirim ke dalam darah, dan pada saat yang sama ia memberikan energi atau kekuatan kepada badan.
Adapun jika kita langsung makan daging, sayuran dan roti, setelah lapar karena puasa, maka tubuh memerlukan waktu yang lumayan lama untuk bisa mencerna dan menyerap sari makanannya dan baru kemudian kita merasa kenyang. Dan pada saat seperti ini, maka orang ketika awal-awal berbuka akan tetap merasa lapar. Dan akhirnya, orang yang berpuasa itu kurang bisa memperoleh manfaat langsung dari puasanya, yaitu memperoleh kesehatan, afiat dan vitalitas, bahkan ia akan tetap kebanyakan lemak dan kegemukan.
Mencegah Tumor
Puasa juga berfungsi sebagai “dokter bedah” yang menghilangkan sel-sel yang rusak dan lemah di dalam tubuh. Maka, rasa lapar yang dirasakan orang yang sedang berpuasa akan bisa menggerakkan organ-organ internal di dalam tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusak atau lemah tadi untuk menutupi rasa laparnya. Maka hal itu merupakan saat yang bagus bagi badan untuk mengganti sel-selnya dengan sel-sel baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Dengan hal itu juga bisa menghilangkan atau memakan organ-organ yang sakit dan memperbaharuinya. Puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penumpukan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, dan lemak. Juga bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.
Menjaga Kadar Gula Dalam Darah
Puasa sangat bagus dalam menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Berdasarkan hal ini, maka sesungguhnya puasa memberikan kepada kelenjar pankreas kesempatan yang baik untuk istirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak dikumpulkan di dalam pankreas. Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hal ini akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar gula darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabetis.
Sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap penyakit diabetis ini di seluruh dunia dengan mengikuti “sistem puasa” selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai dengan keadaannya. Kemudian, para penderita tersebut mengkonsumsi makanan ringan selama berurutan yang kurang dari 3 minggu. Dan metode semacam ini telah mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabetis tanpa menggunakan sedikitpun obat-obatan kimiawi.
Mengobati Penyakit-Penyakit Kulit
Sesungguh puasa memberikan manfaat untuk mengobati berbagai penyakit kulit. Hal ini disebabkan karena dengan berpuasa maka kandungan air dalam darah berkurang, maka berkurang pula kandungan air pada kulit. Hal ini pada gilirannya akan berpengaruh pada:
1. Menambah kekuatan kulit dalam melawan mikroba dan penyakit penyakit mikroba dalam perut.
2.-Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit
-yang menyebar di sekujur badan seperti sakit psoriasis —(sakit kulit kronis).
3. Meminimalisir alergi kulit dan membatasi masalah kulit —-berlemak.
Ny. Ilham Husain, seorang puteri Mesir menuturkan pengalamannya :
“Ketika aku berusia 10 tahun, aku menderita penyakit kulit yang kronis. Penyakit ini muncul dengan warna merah, dan aku tidak menemukan satu jenis obat pun. Dokter-dokter spesialis kulit terkenal di Mesir berkata kepada ayahku: “Kalian harus membiasakan dengan hal ini dan membiasakan hidup dengan penyakit ini, karena penyakit ini adalah tamu yang memberatkan dan memakan waktu lama.”
“Ketika usiaku mencapai akhir 20 tahun dan dekat dengan waktu pernikahanku, aku semakin berduka dan mengucilkan diri dari masyarakat, aku benar-benar tertekan.” Akhirnya, salah seorang sahabat ayahku yang selalu membiasakan diri melakukan puasa memberi nasihat kepadaku: “Cobalah wahai puteriku, engkau berpuasa sehari, kemudian engkau berbuka (makan) sehari, sebab hal itulah yang menyembuhkan suamiku dari penyakit yang sampai sekarang tidak diketahui obatnya oleh dokter. Akan tetapi, lakukanlah dengan pengertian bahwa pemberi obat adalah Allah, dan sesungguhnya sebab terjadinya penyembuhan seluruhnya ada di tangan-Nya. Maka, mohonlah kesembuhan terlebih dahulu kepada-Nya dari penyakit yang engkau derita ini, lalu berpuasalah.”
“Maka aku pun melakukan puasa dan mulai meneliti hal-hal yang bisa membebaskan aku dari penyakit yang menyelimutiku itu. Aku membiasakan diri ketika berbuka puasa mengkonsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan, kemudian setelah 3 jam aku baru makan makanan berat. Aku makan (tidak puasa) pada hari ke dua, lalu berpuasa para hari ke tiga, dan demikian seterusnya. Maka mulailah terjadi hal yang mengherankan semua orang, yaitu sakit yang aku derita itu mulai sembuh setelah melewati waktu 2 bulan sejak aku berpuasa. Aku sampai tidak percaya pada diriku, dan aku memulai hidup seperti orang biasa. Aku melihat bekas sakitku itu sedikit-demi sedikit mulai hilang dan sampai akhirnya benar-benar sembuh. Akhirnya, aku pun tidak pernah tertimpa penyakit kulit tersebut sampai kini.”
Mencegah Penyakit Asam Urat.
Penyakit asam urat (gout) yang sering dijuluki “penyakit orang kaya”, disebabkan karena kelebihan makanan yang banyak mengandung asam urat (hati, otak, jeroan, sarden, remis, angsa, alkohol, makanan yang diawetkan dalam kaleng, kacang-kacangan, emping, kembang kol, bayam, asparagus). Terlalu banyak makan makanan yang banyak mengandung asam urat tersebut akan menyebabkan kelebihan asam urat (uric acid) dan menumpuk di persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar di kaki. Juga jika kelebihan makan daging yang mengandung asam urat, tubuh tidak bisa mengurai berbagai protein yang ada dalam daging, akibatnya asam urat akan menumpuk di persendian. Dan ketika persendian terkena penyakit “asam urat” (gout), maka ia akan membengkak dan memerah dan disertai nyeri yang luar biasa.
Terkadang kadar asam urat berlebih dalam darah, kemudian ia mengendap di ginjal dan akhirnya mengkristal di dalam ginjal dan akan menjadi batu ginjal. Dengan mengurangi porsi makan dapat menyembuhkan penyakit ini.
Mengurangi Tertimbunnya Kolesterol
Para profesor yang melakukan penelitian medikal ilmiah ini (mayoritasnya adalah non-muslim) menegaskan akan manfaatnya puasa, karena puasa bisa mengurangi lemak dalam tubuh dan pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya kolesterol. Kelebihan kolesterol dalam tubuh, bisa menyebabkan penyakit jantung.
Menghilangkan Sakit Persendian Tulang
Sakit persendian biasanya akan timbul setelah berlalunya waktu yang panjang. Dengan bertambahnya usia maka organ-organ tubuh mulai terasa nyeri dan sakit-sakitan pun akan menyertainya, dan kedua tangan dan kaki akan mengalami nyeri yang banyak. Penyakit ini terkadang menimpa manusia pada fase-fase akhir usianya, akan tetapi lebih khusus lagi pada usia antara 30 s/d 50 tahun. Dan masalah yang sesungguhnya, kedokteran modern belum mampu menemukan obat atas penyakit ini sampai sekarang.
Akan tetapi percobaan ilmiah yang dilakukan di Rusia menegaskan bahwasanya puasa bisa menyembuhkan penyakit ini. Dan puasa bisa mengembalikan atau membersihkan tubuh dari hal-hal yang membahayakan. Puasa ini dilakukan selama tiga minggu berturut-turut. Pada kondisi puasa ini, badan manusia akan dibersihkan dari mikroba maupun bakteri penyebab penyakit. Percobaan ini dilakukan terhadap sejumlah penderita penyakit tersebut dan ternyata memperoleh hasil yang menakjubkan.
Sulaiman Rogerz dari New York menuturkan pengalamannya:
“Aku pernah mengalami penyakit dis-fungsi persendian tulang yang sangat kronis selama tiga tahun yang lalu, padahal penyakit ini tidak terlalu berat waktu itu namun aku tidak bisa berjalan jauh dan tidak mampu duduk lebih dari setengah jam. Aku sudah mencari obat dari berbagai jenis akan tetapi semuanya gagal.”
“Kemudian aku berkenalan dengan seorang kawan namanya Zanji Irfani di sebuah jalan yang menuju masjid dan kami waktu itu sedang di bulan Ramadhan. Dia menganjurkan aku agar aku ikut berpuasa dengan harapan penyakitku bisa sembuh. Aku sangat terheran-heran dengan metode puasa itu sendiri, akan tetapi aku terus mempelajari aturan puasa Islam ini, karena aku merasa aturan puasa ini lebih menyejukkan hati dan juga aku merasa aturan puasa ini bisa mencegah munculnya zat-zat yang berbahaya dan menyeimbangkan hal-hal yang tidak stabil di dalam tubuh. Dua hal inilah masalah yang paling susah yang aku alami di New York.”
“Dan sungguh aku mencoba untuk berpuasa sehari waktu itu, aku hanya makan sayur-sayuran, buah-buahan dan kurma saja ketika berbuka puasa. Aku tidak makan apapun setelah itu kecuali ketika sahur. Akhirnya kini aku bisa berjalan jauh dan aku bersyukur bisa berjalan cepat. Dan akhirnyapun hilang semua nyeri yang selama ini aku alami. Puasa ini merupakan satu-satunya cara yang aku temui yang bisa mengobati penyakitku ini. Maka akupun mengucapkan syukur pada Allah atas limpahan nikmat-Nya .”
Diakhir ceriteranya, Sulaiman berkata: “Sesungguhnya puasa memiliki keutamaan besar sekali bagiku, andai engkau melihat bagaimana aku ikut menjalankan puasa di bulan Ramadhan setiap tahun, tentu engkau akan mengatakan: “Ah, layaknya wajahmu seperti anak kecil saja tidak seperti orang yang berusia 40 atau 50 tahun.“
Dipilih di antara malam-malam bulan Ramadhan itu suatu malam Lailatul-qadr yang mana ia lebih baik dan lebih utama daripada seribu bulan. Seribu bulan itu kira-kira 83 tahun. Menurut ulama’ Lailatul-qadr itu jatuh pada salah satu malam sepuluh yang terakhir daripada bulan Ramadhan. Sayugia jangan disia-siakan malam-malam di bulan Ramadhan khasnya malam-malam pelikurannya dengan perkara-perkara yang tidak memberi faedah, bahkan hendaklah diisi dengan amal ibadat sebagai saham dan bekalan di dunia dan akhirat.
Lain-lain keistimewaan bulan Ramadhan itu sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam:
Maksudnya: “Sembahyang lima waktu, dan sembahyang Jumaat ke sembahyang Jumaat berikutnya, dan bulan Ramadhan ke bulan Ramadhan berikutnya adalah menjadi penebus dosa yang terjadi di antara waktu-waktu tadi, selama orang itu menjauhi dosa-dosa besar.”
(Hadis riwayat Muslim)
Sabda Baginda lagi:
Maksudnya: “Dia (bulan Ramadhan itu) ialah bulan kesabaran dan ganjaran kesabaran itu ialah masuk syurga.”
(Shahih Ibnu Khuzaimah)
Sementara kesabaran itu pula ganjaran pahala tanpa perhitungan. Firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala:
Tafsirnya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar sahaja yang akan disempurnakan pahala mereka dengan tidak terkira.”
(Surah Az-Zumar: 10)
KELEBIHAN PUASA DI BULAN RAMADAN
Apabila membincangkan mengenai bulan Ramadhan, dengan sendirinya ia mempunyai hubungan dengan kewajipan puasa yang disyariatkan di dalamnya. Suatu kewajipan yang tidak boleh ditinggalkan. Meninggalkan atau sengaja tidak menunaikan kewajipan puasa, bukan saja suatu dosa besar bahkan ia tidak boleh ditebus dengan apa jua cara. Tidak boleh ditukar ganti, sekalipun orang yang meninggalkannya berpuasa seumur hidup. Ini jelas sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam:
Maksudnya: “Sesiapa berbuka satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada rukhshah (keringanan) dan tidak juga kerana sakit, dia tidak akan dapat melunaskan (mengganti) puasa yang ditinggalkannya itu, sekalipun dia berpuasa seumur hidup.”
(Hadis riwayat Tirmidzi, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah)
Adapun kewajipan puasa ini bukan hanya sekadar menahan diri daripada makan dan minum atau perkara-perkara yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar shadiq hingga terbenam matahari, bahkan hendaklah juga menahan anggota badan daripada melakukan perkara-perkara yang boleh membawa dosa, kerana dosa itu boleh melupuskan matlamat puasa. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi peringatan dalam hal ini sebagaimana sabda Baginda:
Maksudnya: “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapat sesuatu daripada puasanya selain lapar dan dahaga.”
(Ditakhrijkan oleh Ibnu Majah)
MENUJU KESEMPURNAAN IBADAH PUASA
Matlamat puasa itu bukan hanya memelihara kewajipan-kewajipan lahiriahnya, bahkan memelihara kewajipan-kewajipan bathiniyahnya. Al-Imam Al-Ghazali telah menggariskan kewajipan-kewajipan bathiniyah puasa itu antara lain seperti berikut:
1) Memejamkan mata dan menahannya daripada meluaskan pemandangan kepada segala perkara yang tercela dan dibenci oleh agama dan juga kepada segala sesuatu yang boleh menggangu hati, serta melalaikannya daripada mengingati Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
2) Memelihara lidah daripada bercakap-cakap yang kosong, bohong, mengumpat, membuat fitnah, bercakap kotor, menimbulkan permusuhan dan mengucapkan kata-kata ria.
3) Memelihara pendengaran daripada mendengar hal-hal yang dilarang dan dibenci, sebab setiap yang haram diucapkan, haram pula didengarkan. Dan kerana itu jugalah, Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah menyamakan pendengaran kepada sesuatu semacam itu dengan memakan barang-barang yang diharamkan, sebagaimana dalam firman-Nya:
Tafsirnya: “Mereka sangat suka mendengar perkara yang bohong dan memakan barang yang haram.”
(Surah Al-Ma’idah: 42)
4) Memelihara seluruh anggota tubuh badan yang lain daripada membuat dosa, dan memeliharanya juga daripada segala yang dibenci. Demikian pula menahan perut daripada makan makanan yang syubhah waktu berbuka puasa. Kerana apalah gunanya berpuasa daripada memakan makanan yang halal, kemudian bila berbuka pula, dia memakan makanan yang haram. Orang yang berpuasa seperti ini, samalah seperti orang yang membangunkan sebuah istana, kemudian dia menghancurkan sebuah kota (kerana dalam kota ada istana itu).
5) Janganlah membanyakkan makan waktu berbuka puasa, sekalipun daripada makanan yang halal, sehingga perutnya terlampau kenyang, kerana tidak ada bekas yang paling dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala daripada perut yang penuh dengan makanan yang halal.
Cubalah renungkan, bagaimanakah dapat menentang musuh Allah dan melawan syahwat, kiranya apa yang dilakukan oleh orang yang berpuasa waktu berbuka itu, ialah mengisikan perut yang kosong itu dengan berbagai makanan semata-mata kerana dia tidak mengisikannya di waktu siang tadi. Kadangkala makanan-makanan yang disediakan itu berbagai-bagai rencamnya, sehingga menjadi semacam adat pula kemudiannya. Akhirnya dikumpulkanlah bermacam-ragam makanan untuk persediaan menyambut Ramadhan, dan dihidangkanlah pula dalam satu bulan itu bermacam-macam makanan yang tidak pernah dihidangkan dalam bulan-bulan sebelumnya.
Sebagaimana yang dimaklumi, bahawa maksud puasa itu adalah menahan selera dan mengekang nafsu, agar diri menjadi kuat untuk taat dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Tetapi kalaulah hanya sekadar mengekang perut di siang hari hingga ke masa berbuka, lalu membiarkan syahwat berlonjak-lonjak dengan kemahuannya kepada makanan, dan dihidangkan pula dengan berbagai makanan yang lazat-lazat, sehingga perut kekenyangan, tentulah perut akan bertambah keinginannya kepada makanan-makanan itu. Malah akan timbul daripada syahwat pula keinginan yang baru, yang kalau tidak dibuang, mungkin ia tetap pada kebiasaannya. Semua ini adalah bertentangan dengan maksud dan tujuan puasa yang sebenarnya. Sebab hakikat puasa dan rahsianya adalah untuk melemahkan kemahuan dan keinginan, yang digunakan oleh syaitan, sebagai cara-cara untuk menarik manusia kepada berbagai kejahatan. Padahal kemahuan dan keinginan ini tiada dapat ditentang, melainkan dengan mengurangkan syahwat. Barangsiapa yang menjadikan di antara hatinya dan dadanya tempat untuk dipenuhi dengan makanan, maka dia terlindung daripada kerajaan langit.
6) Hendaklah hati merasa bimbang antara takut dan harapan, kerana tiadalah diketahui apakah amalan puasa itu diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala, sehingga seseorang itu digolongkan ke dalam puak muqarrabin (hampir kepada Allah), ataupun puasanya tertolak, maka terhitung dia ke dalam golongan orang yang terjauh daripada rahmat Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Perasaan seumpama ini seharusnya sentiasa ada pada diri seseorang, setiap kali selesai melakukan sesuatu ibadat kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
Oleh kerana itu apabila puasa itu dapat dilaksanakan dengan sempurna menurut syarat-syarat zahir dan batinnya, iaitu bukan hanya berpuasa dengan menahan perut dan syahwatnya serta mengekang pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki juga seluruh anggota, bahkan menahan dirinya daripada melakukan perkara-perkara yang membawa dosa, ditambah lagi bahawa hatinya berpuasa daripada perkara-perkara yang memesongkan perhatiannya selain Allah Subhanahu wa Ta‘ala, maka orang yang berpuasa sedemikian akan mudah mencapai martabat orang-orang yang taqwa sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala:
Tafsirnya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
(Surah Al-Baqarah: 183)
PUASA BAGI ORANG-ORANG YANG TAKWA
Di antara huraian atau maksud “Supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa” ialah: Orang-orang yang beriman dilarang makan dan minum dan dilarang bersetubuh ketika berpuasa, ialah kerana terdapat hikmah dan faedah yang besar dalam larangan itu. Yang pertama ialah latihan mengendalikan diri. Kalau di sepanjang waktu umat Islam dilarang memakan makanan yang haram, tetapi ketika berpuasa makanan yang halalpun dilarang. Orang yang beriman akan dapat menahan nafsunya semata-mata kerana melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Walaupun dia hidup terpencil seorang diri, jauh daripada pandangan manusia atau tidak seorang pun manusia melihatnya, namun dia akan tetap berpuasa, sebab dia meyakini bahawa Allah sentiasa melihatnya. Sikap demikian dapat mendidik iradat serta mengendalikan kemahuannya dan dapat juga mengekang nafsunya. Ada dua syahwat yang sangat mempengaruhi hidup, iaitu syahwat faraj (kelamin) dan syahwat perut. Kalau kedua-duanya ini tidak terkendali, maka kemanusiaan manusia menjadi runtuh dan turun bertukar menjadi kebinatangan. Tetapi apabila dapat dikendalikan khususnya dengan berpuasa, kemanusiaan tadi akan naik tingkatnya ke tingkat ketaqwaan.
Mudah-mudahan kelebihan puasa sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam:
Maksudnya: “Demi Allah yang jiwaku berada di dalam genggamanNya, bahawa bau mulut seorang yang berpuasa adalah lebih harum pada sisi Allah daripada bau-bauan minyak kasturi. Allah ‘azzawajalla berkata: “Sesungguhnya dia telah meninggalkan syahwatnya, makannya dan minumnya kerana Aku. Puasa itu (dilakukan) kerana Aku, dan Akulah yang akan memberikan balasannya sendiri.”
(Hadis riwayat Ahmad)
Daripada maksud hadis di atas diharapkan akan mendorong seseorang itu untuk menghidupkan Ramadhan supaya tercapai pula keampunan daripada Allah Subhanahu wa Ta‘ala, sebagaimana yang dikhabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:
Maksudnya: “Sesiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala daripada Allah, akan diampunkan dosanya yang terdahulu.”
(Hadis riwayat Bukhari)