ini adalah catatan dari cerita perjalanan kehidupan saya dan keluarga, blog ini sengaja saya sembunyikan dari keluarga dengan harapan suatu saat mereka bisa menemukan, mencerna, dan memahami maksud saya dari menulis blog ini, meski dengan cara copy paste

Rabu, Mei 30, 2012

Biografi Akira Toriyama - Pembuat Komik Dragon Ball

Akira Toriyama lahir di Prefektur Aichi, Jepang, tanggal 5 April 1955, dia merupakan salah satu mangaka legendaris di Jepang dan bahkan dunia. Ia banyak menelurkan karya-karya hebat, di antaranya Dragon Ball, Fox Tale, dan Blue Dragon. Ia juga pernah membuat karakter untuk permainan video yang kemudian diangkat juga ke dalam manga dan anime, yaitu Dragon Quest. Akira Toriyama memulai debutnya

Biografi Satoshi Tajiri - Pembuat Pokemon

Satoshi Tajiri lahir pada tanggal 28 Agustus 1965, di Machida, sebuah daerah di pinggiran kota Tokyo, Jepang. Ayahnya merupakan seorang salesman mobil Nissan sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sebagai anak muda, dia suka menjelajah ke lingkungan luar dan terutama tertarik dengan macam-macam serangga. Dia suka mengumpulkan serangga, berburu serangga di kolam, ladang dan hutan,

Selasa, Mei 29, 2012

Resensi Novel Mimpi Bungsu di Harian Radar Surabaya


Sebagai seorang penulis, senang rasanya bila buah karya saya bersama istri (Vanny Chrisma W) bisa diterima dan dicetak oleh penerbit atau publisher. Semakin bertambah rasa senang kami bila karya yang sudah dicetak, mendapat respon positif dan disukai oleh pembaca. Bahkan dari karya tulis yang telah kami hasilkan dan telah beredar di pasaran, kami banyak mendapatkan teman baru, relasi baru, pembaca baru dan penggemar baru. Memang belum menjadi terkenal layaknya penulis besar lainnya, tapi bagi kami ini sudah merupakan nikmat yang patut untuk di syukuri. Karena apa yang kami peroleh saat ini, sudah lebih baik dari saat sebelum kami memutuskan diri menerjuni dunia kepenulisan.

Berikut ini adalah salah satu pembaca novel kami yang bernama mas Abd. Basid. Seorang pemuda yang berasal dari Pamekasan Madura, yang juga memiliki hobi menulis khususnya resensi buku dan novel. Dia juga seorang blogger yang memiliki blog pribadi Pena Pagi, yang kebanyakan isinya tentang resensi buku dan novel yang telah dibaca. Tak jarang mas Abd. Basid juga mengirimkan opini dan resensinya di web seperti Kompasiana dan beberapa surat kabar. Dan salah satu hasil resensi mas Abd. Basid ini adalah novel kami yang berjudul Mimpi Bungsu, yang juga telah diterima dan dimuat di harian Radar Surabaya edisi Minggu 27 Mei 2012.

Bagi kami sebagai penulis, hal ini merupakan suatu kebanggaan dan juga sebuah kehormatan. Karena selain novel kami bisa disukai, tentu dengan dimuatnya resensi novel Mimpi Bungsu di harian Radar Surabaya ini menjadi salah satu sarana promosi, khususnya untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Untuk itu sebagai apreasiasi rasa terima kasih kami atas resensi yang telah ditulis oleh mas Abd. Basid, kami akan memberikan novel Best Seller kami "Gadis Kecil di Tepi Gaza". Mungkin apa yang kami berikan ini tidak seberapa, tapi siapa tahu dari momen ini bisa semakin mempererat jalinan silaturrahmi antara kami sebagai penulis dengan pembaca karya tulis kami.

Sekali lagi saya beserta istri mengucapkan banyak terima kasih kepada mas Abd. Basid yang telah menulis resensi novel Mimpi bungsu kami dan mengirimkannya ke harian Radar Surabaya. Kami juga mendoakan agar di kemudian hari, mas Abd. basid bisa menghasilkan karya buku atau novel yang bisa diterbitkan oleh penerbit maupun diterbitkan secara indie. Dan bagi para pembaca blog Ruang Inspirasi ini, jangan pernah patah semangat dan pupus harapan. Jika Anda mempunyai hobi menulis dan berkeinginan untuk terjun di dunia kepenulisan, maka teruslah untuk belajar dengan banyak membaca dan terus menulis meskipun itu hanya mengisi konten blog maupun membuat resensi buku, novel atau film. Bakat memang mendukung seseorang untuk meraih apa yang diinginkannya, tetapi yang lebih utama adalah niat serta kemauan untuk terus berlatih dan berusaha.

Untuk versi pdf harian Radar Surabaya, Silahkan download link dibawah ini!
Resensi novel Mimpi Bungsu di halaman 7



===================================================================

Bersamaan dengan postingan ini, saya akan mengumumkan 2 blogger yang akan mendapatkan novel gratis dari saya pada periode bulan Mei 2012:


Mohon untuk kang Cilembu dan pak guru Isman, mengirimkan pesan ke akun Facebook saya perihal nama dan alamat tujuan lengkap agar kiriman tidak nyasar ke tetangga. Untuk blogger lainnya jangan berkecil hati, karena masih ada kesempatan mendapat novel gratis karya saya dan istri (Vanny Chrisma W) di bulan selanjutnya. Support dari Anda merupakan kehormatan bagi kami.


~ Happy Blogging & Terus Berkarya ~

Jumat, Mei 25, 2012

Rumah Dijual – Kolomrumah.com, Solusi Efektif Masalah Properti Anda!

Saat ini banyak orang yang mencari tempat tingal terlebih lagi bagi mereka yang berencana untuk mencari investasi yang bagus di masa mendatang. Banyak rumah dijual, apartement, kontrakan dan juga kos yang dibutuhkan, tetapi terkadang mereka kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang berbagai macam properti yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, sekarang ada yang namanya Kolomrumah.com. Apa itu Kolomrumah.com?

Kolomrumah.com merupakan portal rumah dijual dan properti yang ada di Indonesia, dimana Anda bisa memasang iklan properti dengan cepat dan mudah, serta yang lebih menarik lagi gratis. Caranya cukup mudah, tinggal daftarkan diri Anda sebagai member di website Kolom Rumah ini dan Anda bisa mulai untuk mengiklankan properti Anda dengan cepat hanya dalam waktu beberapa menit saja. Anda dapat menggunakan fitur "Quick Search" yang canggih, membantu Anda dalam melakukan pencarian rumah dijual atau properti lainnya yang Anda butuhkan. Tentunya juga yang sesuai dengan budget dan lokasi yang Anda mau.

Dengan melakukan pencarian dengan mesin pencari yang cepat tersebut, Anda dapat dengan mudah mendapatkan info rumah dijual yang Anda mau. Jadi di sini anda tidak perlu kesana – kemari untuk mencari informasi tentang properti yang sedang anda butuhkan. Anda cukup duduk manis saja di depan computer yang terdapat jaringan internetnya dan tinggal kunjungi saja kolomrumah.com

Dengan mengunjungi kolomrumah.com, Anda bisa mendapatkan informasi tentang tips-tips dan artikel tentang properti yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi Anda. Mulai dari tips tentang rumah, tanah, ruko, apartemen, sampai artikel-artikel mengenai hukum properti. Misalnya:
Anda ingin mencari rumah di daerah Semarang dengan harga berkisar antara 100 – 200 juta, maka dengan cepat mesin pencari tersebut akan menampilkan list rumah dijual sesuai dengan yang Anda inginkan. Yang lebih menarik lagi ada foto-foto pendukung dari rumah tersebut, sehingga Anda tidak perlu repot untuk mencari tahu sendiri seperti apa kondisi rumah yang dijual tersebut.

Gampang kan? Jadi mau tunggu apa lagi? Kesulitan mencari informasi tentang properti yang anda butuhkan? Kunjungi saja, Kolomrumah.com

Ini bukanlah artikel kontes atau lomba SEO, tapi ini adalah promo dari partner Ruang Inspirasi, bagi Anda yang membutuhkan informasi tentang properti di Indonesia.

Jumat, Mei 18, 2012

Purnama untuk Palestine - Gadis Kecil di Tepi Gaza 2

Setelah novel Gadis Kecil di Tepi Gaza jilid pertama memasuki cetakan ke-4 dan menjadi salah satu novel Best Seller, sebentar lagi akan segera terbit (sekitar akhir Mei 2012) novel Gadis Kecil di Tepi Gaza jilid kedua - Purnama untuk Palestine. Terbitnya jilid kedua ini tak lain karena banyaknya permintaan dari para penggemar yang telah membaca novel Gadis Kecil Gaza jilid pertama, serta dukungan dari pihak penerbit Diva Press selaku publisher, untuk melanjutkan kisah si gadis Palestine.

Ini adalah sebuah penghargaan dan kebahagiaan tersendiri bagi saya beserta istri sebagai penulis, karena telah mendapat kepercayaan penuh dari pembaca dan penerbit. Memang novel ini belum selaris Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy atau Manusia Setengah Salmon karya Raditya Dika. Tapi kami selaku penulis, sudah cukup bersyukur jika karya kami bisa diterima dan disukai oleh para penggemar novel.

Novel Gadis Kecil di Tepi Gaza 2 ini ceritanya tak kalah mengharukan dari edisi pertamanya. Ketika gadis kecil Palestine yang tertembak oleh tentara zionis Israel, terbangun dari mati suri. Jasadnya hampir-hampir diturunkan ke liang lahat. Jabaliyah dibuat gempar akan kejadian itu. Namun, tidak seorang pun mampu melawan kehendak-Nya, jika Dia menginginkannya begitu.
Palestine tiba-tiba membelalakkan mata lebar-lebar, lalu mendesah lirih, "Ayah…, Ayah…, Ayah…."

Yanaan mendekatkan telinga ke bibir gadis itu. Terdengar bisikan.
"Aku…, melihat ayahku mati dibantai anjing liar!"
Tidak seorang pun pernah membayangkan hidup dalam desing peluru dan dentuman bom. Namun, inilah hidup Palestine. Inilah kisah dari Jalur Gaza, wilayah konflik yang menjadi ajang perang antara Israel dan Palestina.

Wajah cantik nan lugu tapi penuh dendam,
Tersembunyi di balik relung-relung jiwa,
Batin yang menangis tanpa henti,
Berdiri engkau di atas Bukit Jabaliyah,
Berkesumat, melaknat, dan mencaci umat Tuhan
yang demikian kejam…

Untuk mengetahui kelajutan kisah gadis Palestine, silahkan baca langsung di novel Gadis Kecil di Tepi Gaza 2 - Purnama untuk Palestine

"Benar-benar sebuah novel yang bakal menggedor-gedor pintu nurani kita. Sebuah novel cerdas dengan balutan kisah yang penuh haru-biru tokoh-tokohnya. Selamat membaca!"
Abdul Azis Sukarno - Pimpinan Redaksi Diva Press

"Novel ini membuat saya menagis..."
K.H.D Zawawi Imron - Kyai dan sastrawan senior Madura

"Huffgh... Gak kebayang hidup di tepi Gaza, gak kebayang betapa kejinya laskar Israel itu..."
Edi Mulyono - Penulis buku Andai Aku Jalan Kaki, Masihkah Engkau Selalu Ada Untukku?

Gadis Kecil di Tepi Gaza berada di deretan buku laris di Gramedia

Gadis Kecil di Tepi Gaza menjadi novel laris di bursa buku Diva Press

Bagi yang masih belum tahu sinopsis novel jilid pertama, silahkan Sobat baca di postingan Gadis Kecil di Tepi Gaza cetakan ke-3. Jika penasaran ingin membaca dan memilikinya, silahkan hunting saja novelnya. Dan bagi Sobat yang sudah membaca jilid yang pertama dan ingin mendapatkan jilid yang kedua, nantikan saja kehadirannya di toko buku terdekat atau pada bursa buku Diva Press di kota Anda. Semoga novel Purnama untuk Palestine ini, akan menjadi bacaan yang layak untuk Anda semua.


~ Happy Blogging & Tetap Berkarya ~

Selasa, Mei 15, 2012

Mulailah Dengan Berpikir Sederhana

Kehidupan yang begitu kompleks serta tekanan hidup yang sangat tinggi pada masa sekarang ini, menuntut kita harus mampu berpikir secara cepat untuk menyelesaikan masalah. Tetapi karena terlalu banyak pilihan yang ada dalam otak dan keragu-raguan dalam mengambil keputusan, justru membuat masalah tersebut terlihat menjadi semakin rumit.

Hal ini semakin diperparah jika kita termasuk orang yang suka membesar-besarkan masalah yang semestinya cukup simple. Atau kita termasuk orang yang suka menimbun masalah yang kecil dan sepele, namun karena tidak segera diselesaikan, akhirnya masalah itu menjadi bola salju yang semakin lama semakin membesar.

Yang namanya manusia hidup, tidak akan pernah lepas dari masalah. Sehingga untuk membuat kita bisa survive menghadapi hidup ini bukanlah dengan menghindari masalah, tetapi mencari cara bagaimana memecahkan masalah yang kita hadapi. Dan langkah yang paling mudah kita lakukan, adalah memulainya dengan berpikir secara sederhana. Untuk lebih memahami cara berpikir yang sederhana, saya akan gambarkan dengan sebuah cerita berikut ini:

Di sebuah perusahaan sabun mandi sedang mengadakan rapat penting berkenaan dengan banyaknya komplain dari konsumen yang mendapati kotak sabun yang tidak ada isinya atau kosong. Terutama dari pihak agen yang merasa tertipu karena di setiap karton (kardus packing), selalu ada beberapa kotak sabun yang kosong. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan ini merupakan kesalahan yang tidak dapat dihindari, dikarenakan kondisi mesin produksi yang dimiliki sudah terlalu tua. Untuk itu pimpinan perusahaan memanggil para Direktur, Manager, Supervisor hingga staff, untuk mencari solusi atas masalah yang tengah dihadapi oleh perusahaan.

Ketika pimpinan perusahaan memberi kesempatan kepada semua peserta rapat untuk mengemukakan pendapat, salah seorang Supervisor mengacungkan tangan dan berkata, "Solusi yang paling aman menurut saya, adalah membeli mesin baru dari Jerman. Harganya saat ini sekitar Rp 10 milyar!" Melihat harga mesin yang sangat tinggi, seorang Manager segera mengacungkan tangan dan berkata, "Saya punya usul yang lebih baik! Kita membeli mesin model baru dari Jepang yang harganya lebih murah, sekitar Rp 1 miliyar!" Melihat harga yang masih relatif mahal, seorang Direktur lalu mengacungkan tangan dan berkata, "Bagaimana kalau kita membeli mesin dari China saja yang harganya hanya sekitar Rp 100 juta?" Melihat kondisi keuangan perusahaan yang cukup sulit untuk membeli mesin baru dari Jerman, akhirnya pimpinan perusahaan menyetujui untuk membeli mesin dari China.

Tidak lama setelah keputusan rapat diambil, seorang Office Boy yang sejak tadi melayani menyediakan minum untuk para peserta rapat, memberanikan diri mengacungkan tangannya lalu berkata, "Bapak dan Ibu, jika saya diperbolehkan usul. Bagaimana kalau perusahaan membeli alat dari Indonesia saja? Paling harganya cuma Rp 250 ribu." Mendengar pernyataan Office Boy yang konyol ini, serentak seluruh peserta rapat tertawa. Namun pimpinan perusahaan memberi tantangan kepada Office Boy tersebut, "Jika kamu memang serius dengan usul yang kamu lontarkan, saya beri kamu Rp 250 ribu untuk mendapatkan alat itu!"

Setelah pihak accounting memberi uang Rp 250 ribu, si Office Boy langsung pergi mencari alat yang dia usulkan. Dua jam kemudian Office Boy kembali dengan membawa alat yang sudah dibelinya. Pimpinan perusahaan, Direktur, Manager, Supervisor dan para staff yang ikut dalam rapat merasa heran bahkan kebanyakan tersenyum menghina melihat alat yang dibawa oleh si Office Boy. Namun dengan langkah yang mantap dan penuh percaya diri, si Office Boy memasang alat yang dibelinya di dekat conveyor, sebelum kotak sabun masuk ke kardus packing. Hasilnya sungguh luar biasa! Dengan alat baru ini, kotak sabun yang kosong segera terlempar saat melewati alat tersebut. Sehingga yang masuk ke kardus packing adalah kotak sabun yang ada isinya.

Seluruh peserta rapat yang ikut menyaksikan hal tersebut jadi tercengang sekaligus merasa malu, ternyata usulan mereka dikalahkan oleh seorang Office Boy. Karena yang dibeli oleh Office Boy tersebut hanya sebuah Kipas Angin. Melihat apa yang diusulkannya berhasil, si Office Boy tersenyum lalu berkata, "Gitu aja kok repot!" Karena keberhasilan dari sebuah ide yang sederhana dan menggunakan alat yang sederhana pula, si Office Boy kemudian diangkat menjadi salah satu staff yang menangani bagian packing.

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari cerita diatas? Tentunya solusi sederhana yang diusulkan oleh Office Boy bisa dilakukan oleh semua peserta dalam rapat, hanya saja hal itu tidak pernah terpikirkan atau bahkan terlewatkan. Mungkin pada saat melihat hasil yang memuaskan dari sebuah alat sederhana seperti kipas angin, banyak diantara mereka akan berkata, "Kalau cuma begitu saja, saya juga bisa!" Semua orang akan bisa melakukan seperti yang Office Boy lakukan. Tapi mengapa solusi tersebut tidak terlintas dan terlontarkan pada saat rapat? Karena kebanyakan dari mereka berpikir terlalu rumit. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, agar dalam menghadapi setiap masalah menjadi lebih tenang dan berusaha mencari solusi yang dimulai dengan berpikir secara sederhana.


~ Happy Blogging & Thinking Simple ~

Selasa, Mei 08, 2012

Cara Mengatasi Kebuntuan Ide Saat Menulis

Pada saat kita memutuskan diri untuk mengambil profesi sebagai penulis, mau tidak mau yang kita lakukan adalah menulis. Menjadi penulis dalam bidang apapun, entah sebagai penulis kolom, majalah, mading, blogger, skenario, buku, novel atau apapun, dituntut harus bisa mengolah kata menjadi rangkaian tulisan yang bisa dinikmati oleh pembaca. Namun terkadang pada saat-saat tertentu, seorang penulis mengalami masalah kebuntuan ide dan kehilangan mood untuk menulis.

Masalah kebuntuan ide ini khususnya sering terjadi pada penulis cetak dengan jumlah halaman yang tebal seperti skenario, buku atau novel. Bahkan seorang mahasiswa yang belum kelar menyelesaikan skripsinya, bukan berarti dia masih belum punya materi untuk dijadikan bahan, tapi kadang hanya tidak punya mood untuk menulis skripsinya. Untuk mengembangkan ide menjadi rangkaian tulisan, pernah saya tulis dalam artikel sebelumnya. Dan saat ini saya akan mengulas masalah kebuntuan ide saat menulis.

Seorang penulis yang tidak dapat menyelesaikan karyanya, karena setiap kali menuangkan idenya, tetapi selalu berhenti di tengah jalan. Problem yang satu ini tidak hanya dialami oleh calon penulis atau penulis pemula saja, tapi untuk penulis profesional juga tidak luput dari hal ini. Hanya saja bagi penulis yang sudah pro, mereka sudah lebih berpengalaman dan selalu memiliki cara untuk mengatasi problem klasik para penulis ini.

Tiap penulis memiliki permasalahan yang berbeda-beda, yang menyebabkan idenya macet ditengah jalan. Namun pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menjabarkan beberapa hal yang sering menyebabkan macetnya ide, sekaligus bagaimana cara mengatasinya:

1. Kurangnya Niat

Untuk mengerjakan sesuatu selalu didasari dengan niat, begitupun juga jika kita ingin menulis. Niat itu sangat dipengaruhi oleh motivasi. Orang yang tidak mau beribadah, biasanya karena dia tidak punya niat. Mengapa tidak ada niat beribadah? Karena dia tidak memiliki motivasi untuk apa dia melakukan ibadah. Sama halnya dengan menulis, tanpa motivasi yang kuat, mustahil seorang penulis punya niatan untuk menghasilkan karya tulis. Inilah yang menjadi masalah utama calon penulis atau penulis pemula yang tidak juga bisa menyelesaikan karyanya, karena rata-rata tidak punya motivasi untuk apa mereka harus membuat karya tulis.

Untuk mengatasi hal ini adalah dengan menumbuhkan niat dan menggali motivasi dengan bertanya pada diri sendiri, "Buat apa saya menjadi penulis dan harus menghasilkan karya tulis?". Apakah menulis sebagai ladang amal untuk berbagi? Atau ingin menjadi penulis untuk memperoleh penghasilan buat keluarga? Atau memiliki cita-cita ingin jadi penulis yang sukses dan terkenal? Alasan yang kita buat harus kuat, sehingga pada saat kita mengalami "down" untuk menyelesaikan karya kita, maka alasan itulah yang bisa melecut motivasi kita kembali.

2. Tidak Punya Target

Seorang pengarang atau penulis (khususnya penulis berhalaman tebal) harus memiliki target untuk dapat menyelesaikan karya tulisnya. Apalagi jika kita termasuk penulis komersial yang sedang mengerjakan pesanan penerbit. Dengan adanya target, seorang penulis bisa mangatur ritme menulisnya sehingga ide akan terus mengalir. Ide yang ada di kepala jika tidak segera dituangkan, lama-lama akan mengendap bahkan membeku. Dan bila ide sudah membeku, maka penulis serasa memiliki banyak ide di kepala, namun tak dapat menuangkan satupun kalimat menjadi tulisan.

Untuk mengatasi hal ini adalah dengan selalu membuat target dalam menulis. Kita buat catatan pribadi, entah itu di buku saku, diary, hp, komputer atau laptop, untuk membuat list apa saja yang mau kita tulis. Memang otak kita bisa menyimpan memori dalam jumlah besar, namun permasalahannya kadang mudah lupa. Memiliki catatan pribadi akan membantu kita dalam membuat target. Sehingga seorang penulis akan selalu punya bahan setiap hari untuk ditulis.

3. Kekurangan Bahan Tulisan

Menulis adalah merangkai ide (sebagai bahan) yang ada di kepala kita menjadi sebuah susunan kata berupa tulisan. Tapi manakala kita sudah merasa kehabisan ide, maka proses menulis kita juga berhenti. Yang menjadi persoalan, jika bahan ide kita sudah habis sementara karya tulis kita masih belum ending, ini juga yang menyebabkan kemacetan dalam menulis. Jika memang sudah kehabisan ide, maka meskipun kita memeras otak, tetap saja ide itu tidak akan pernah muncul.

Untuk mengatasi hal ini adalah dengan berhenti sejenak dari aktivitas menulis, untuk mengistirahatkan otak beberapa saat. Setelah ketegangan otak mereda, kita bisa melanjutkan mencari bahan yang sesuai dengan tema tulisan kita. Mencari bahan bisa dengan cara surfing di internet untuk mencari artikel yang berhubungan, pergi ke perpustakaan atau toko buku untuk mencari literatur, atau diskusi dengan ahli yang mengerti tentang ilmu yang berkaitan dengan apa yang kita tulis. Mencari ide dengan imajinasi sendiri itu memang bisa, tapi dengan banyak melihat, mendengarkan, membaca dan berinteraksi dengan sosial, akan semakin memperkaya ide yang ada di kepala kita.

4. Sedang Badmood atau Tidak ada Feel

Meski seorang penulis bisa menciptakan dunia baru dalam karya tulisnya, namun di dunia nyata dia tetaplah seorang manusia biasa. Inilah yang menjadi tantangan seorang penulis untuk bisa membedakan antara dunia nyata dengan dunia ciptaannya. Seorang penulis harus mampu bercerita tentang kesedihan meskipun sebenarnya suasana hatinya sedang senang, begitupun sebaliknya. Namun terkadang seorang penulis pun tak mampu mengendalikan suasana hatinya untuk dapat menjiwai cerita yang tengah ditulisnya. Terlalu banyak tekanan, masalah yang bertumpuk, ruang menulis terlalu ramai, atau sedang marah dengan seseorang, akan membuat perasaan penulis menjadi badmood. Dan jika sudah seperti ini, penulis akan kehilangan feel-nya untuk menulis.

Untuk mengatasi hal ini adalah dengan tidak memaksakan diri untuk menulis, karena suasana hati yang tidak mendukung akan mempengaruhi kualitas karya tulis yang akan kita buat. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar suasana hati bisa cepat di netralisir:

  • Jika perasaan sudah badmood, maka cobalah untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan. Misalnya berkumpul dengan teman, nonton bioskop, makan diluar, ke perpustakaan atau toko buku untuk baca-baca, akan membantu melupakan hal yang membuat kita badmood.
  • Jika ruangan menulis terlalu ramai karena dekat dengan ruang TV, banyak anak kecil atau di perkampungan yang padat penduduk, kita bisa menulis di dalam kamar dengan dibantu headset. Sesekali menulis dengan suasana yang berbeda juga akan menghadirkan kesan tersendiri. Misal menulis di taman, di tepi pantai atau ada beberapa penulis yang menyendiri di pondok bahkan di hutan untuk bisa mendapatkan feel.
  • Jika tidak punya feel untuk bisa menjiwai cerita, cobalah untuk melihat film yang ceritanya hampir sama dengan tulisan kita. Mendengarkan lagu sedih saat akan menulis cerita kesedihan dan lagu gembira saat akan menulis cerita bahagia, juga dapat menciptakan suasana agar kita bisa masuk dan menjiwai cerita yang tengah kita tulis.

Semua uraian diatas merupakan pengalaman diri saya dan juga istri saya. Semoga saja apa yang saya tulis ini bisa membantu sobat pembaca yang ingin menekuni dunia kepenulisan. Apabila ada hal yang terlewatkan, Anda bisa menambahkan atau bertanya di kolom komentar. Tidak ada kesempurnaan yang bisa dilakukan seorang diri, tapi dengan bersama-sama akan saling menyempurnakan.


~Happy Blogging & Keep Writing ~

Sabtu, Mei 05, 2012

Biografi PK Ojong - Pendiri Surat Kabar Kompas

Petrus Kanisius Ojong atau Auwjong Peng Koen Lahir di Bukittinggi, 25 Juli 1920, dengan nama Auw Jong Peng Koen ia adalah salah satu pendiri surat kabar Kompas selain Jakob Oetama. Ayahnya, Auw Jong Pauw, sejak dini giat membisikkan kata hemat, disiplin, dan tekun kepadanya. Auw Jong Pauw awalnya petani di Pulau Quemoy (kini wilayah Taiwan) yang kemudian merantau ke Sumatra Barat. Ojong sudah

Jumat, Mei 04, 2012

Biografi Teuku Markam - Penyumbang Emas Monas

Teuku Markam turunan uleebalang, ia adalah penyumbang terbesar dari emas Monas. Lahir tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban. Kampungnya Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu. Ketika usia 9 tahun, Teuku Marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal. Teuku Markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe. Sempat

Selasa, Mei 01, 2012

Kiat Memilih Perguruan Tinggi (Universitas)

Seperti kita tahu bahwasanya saat ini, saudara-saudara kita yang menginjak kelas 12 (SMU/SMK kelas 3) sudah merampungkan UNAS sebagai salah satu syarat untuk kelulusan. Dan sudah menjadi kebiasaan bahwa para lulusan SMU/SMK yang memiliki biaya serta niat untuk melanjutkan studi, akan segera memilih perguruan tinggi (Universitas) untuk menimba ilmu sebagai bekal masa depan.

Mungkin sebagian dari lulusan sudah mempunyai planing universitas dan program studi yang akan dipilihnya, namun sebagian lagi masih terasa kebingungan untuk menentukan pilihannya. Hal ini sangatlah wajar, karena pada fase ini bisa menjadi penentu untuk meraih profesi dan jenjang karir yang diidamkan di masa depan. Kesalahan memilih universitas dan program studi, akan menyebabkan perasaan kurang nyaman, tidak fokus serta semangat belajar yang menurun. Tentunya kondisi ini akan sangat merugikan, baik bagi si penuntut ilmu maupun orang tua yang membiayainya. Bagi orang tua yang memiliki kondisi finansial berkecukupan mungkin tidak begitu bermasalah, tapi bagaimana jika kondisi finansial orang tua yang pas-pasan?

Untuk itu sebelum memilih Perguruan Tinggi (Universitas), ada 5 hal berikut ini yang perlu diperhatikan oleh para calon mahasiswa/mahasiswi:


  1. Keinginan / Minat
    Dalam memilih Universitas dan program studi, hal yang paling utama adalah sesuai dengan keinginan atau minat. Coba dalami diri sendiri untuk menggali minat, agar tidak terjadi salah pilih. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, bahwa kesalahan memilih Universitas dan program studi akan membuat kita tidak enjoy dalam menjalani masa studi. Jika masih bingung akan minat diri sendiri, silahkan baca artikel Pengaruh Kepribadian Terhadap Bidang Pekerjaan, siapa tahu bisa membantu dalam menentukan pilihan.
  2. Biaya Studi
    Setiap calon mahasiswa/mahasiswi pasti menginginkan bisa masuk ke Universitas favorit yang memiliki program studi sesuai minatnya, namun terbentur masalah biaya karena kondisi finansial orang tua yang tak mencukupi. Karena dalam menmpuh studi ke Perguruan Tinggi tentu ada biaya seperti uang gedung dan SPP, semakin favorit sebuah Universitas biasanya semakin tinggi pula biayanya. Itu belum jika ada tugas membuat makalah, seminar dan praktikum, yang tentunya akan membutuhkan biaya tambahan. Alangkah bijaksananya jika calon mahasiswa/mahasiswi menyesuaikan hal ini, agar tidak semakin membuat beban orang tua menjadi berat.
  3. Lokasi / Tempat
    Semakin jauh jarak lokasi tempat studi dengan tempat tinggal si calon mahasiswa/mahasiswi tentu akan berpengaruh terhadap biaya hidupnya. Biaya hidup ini termasuk transportasi, kost, makan, minum dan kebutuhan lainnya. Berpisah dengan orang tua memang akan dapat menempa kemandirian seseorang, namun perlu disadari juga bahwa orang tua juga perlu mengeluarkan biaya lain selain biaya hidup mereka sendiri. Jika kampus berada di luar kota dan ditempuh dengan cara pulang-pergi setiap hari, tentulah akan sangat melelahkan yang akan mempengaruhi konsentrasi belajar-nya.
  4. Reputasi Universitas
    Mencari tahu informasi Universitas yang akan dimasuki akan lebih membantu dalam menentukan pilihan. Informasi ini bisa dilihat dari brosur-brosur pendidikan, wikipedia atau lewat web resmi yang dimiliki tiap Universitas. Pelajarilah program studi yang disediakan, kondisi kampus, sarana dan prasarana serta status Universitas tersebut. Mencari informasi ini diperlukan, baik dalam memilih Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta.
  5. Prospek ke Depan
    Sudah menjadi alasan yang umum jika meneruskan jenjang pendidikan ke Perguruan Tinggi adalah sebagai sarana agar bisa mendapatkan posisi atau jabatan yang lebih tinggi saat bekerja nanti. Dan keahlian yang paling dibutuhkan perusahaan biasanya akan menjadi program studi paling favorit. Namun yang perlu disadari bahwa pada program studi favorit pasti peminat dan jumlah siswanya sangat banyak, sementara lapangan pekerjaan yang tersedia tidak cukup memadai. Dalam hal ini akan membutuhkan kejelian calon mahasiswa/mahasiswi dalam memilih program studi yang akan diambil. Saat ini tidak sedikit lulusan Perguruan Tinggi favorit yang memilih prgoram studi favorit malah menganggur karena kalah dalam bersaing.

Demikianlah 5 hal yang perlu diperhatikan oleh seorang calon mahasiswa/mahasiswi dalam memutuskan pilihan Perguruan Tinggi dan program studi yang akan diambilnya. Namun yang paling penting yang harus dimiliki adalah Niat. Jika niat sudah besar ditambah tekad yang bulat, meskipun ada kendala apapun (termasuk biaya), maka orang tersebut akan berusaha mencari solusi untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi pilihannya. Selamat berjuang untuk meraih masa depan yang lebih baik.