Energi Positif Sukses Mulia

Posted by on Kamis, April 23, 2009 with No comments
Sahabat, pernahkan terlintas dalam pikiran Anda mengapa dalam hidup ini
sering kali kita menemukan orang-orang yang hidupnya seolah-olah hanya
mementingkan dirinya sendiri ? Mereka seperti tidak peduli dengan lingkungan
sekitarnya dan lebih mementingkan kebutuhan pribadinya sendiri. Mereka
sepertinya tidak memiliki kepekaan dan kepedulian sosial. Hidup seolah-olah
hanya untuk dirinya dan keluarganya sendiri. Dalam mengejar kekayaan harta,
mencari ilmu pengetahuan, menggapai kekuasaan, meraih jabatan semata-mata
dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan pribadinya, tanpa mempedulikan
kepentingan orang lain.

Mereka inilah sesungguhnya orang-orang yang selalu dihantui oleh kecemasan
masa depan yang belum pasti. Pikirannya selalu dikuasai oleh kekawatiran
suatu keadaan di masa mendatang yang belum diketahuinya. Akibatnya mereka
menjalani hidup sebagai pribadi yang egois, pribadi yang senang mementingkan
diri sendiri, pribaadi yang serakah dan pribadi yang tidak memiliki
kepedulian sosial. Mereka cenderung menimbun harta kekayaan
sebanyak-banyaknya untuk dirinya sendiri, memuaskan ego pribadinya.

Sahabat, model hidup model seperti ini sesungguhnya mengecilkan arti
kehidupannya sendiri.

Mereka tidak menyadari telah menciptakan sendiri kesulitan hidupnya sendiri,
merendahkan

sendiri nilai hidupnya dengan melemparkan dirinya sebagai makhluk yang

berada di ketinggian menuju pada kerendahan hidup.

Mereka telah merendahkan sendiri nilai hidupnya dan menjauhkannya dari
energi positif bagi sukses mulia.

APA ITU ENERGI POSITIF ?

Manusia akan merasakan kehidupan yang lebih indah, kalau dirinya dapat
memancarkan banyak energi positif dari dalam diri untuk kehidupan. Hidup
akan menjadi lebih mudah, lebih sukses dan lebih mulia kalau kita dapat
meningkatkan energi positif dalam diri dan memancarkannya untuk kepentingan
orang lain dan kehidupan.

Lalu pertanyaannya adalah apakah sebenarnya yang dimaksud energi positif
dalam diri itu ?

Saya mendefinisikan energi positif sukses mulia adalah:

tindakan-tindakan positif, pekerjaan-pekerjaan positif atau sikap hidup
positif yang setidaknya

memenuhi karakeristik, disukai oleh pelakunya sendiri (diri kita sendiri),
diinginkan oleh

orang lain, dilakukan dengan keikhlasan hato dan

bermanfaat bagi orang lain dan kehidupan.

Energi ini kalau dilepaskan dari diri kita dapat memberikan kepuasan dan
kebahagiaan lahiriah dan batiniah bagi dirinya sendiri dan bahkan bagi orang
lain yang menerimanya. Tindakan, pekerjaan dan sikap positif itu dilakukan
dengan ikhlas untuk tujuan mulia bagi kebaikan dan manfaat bagi kehidupan
dan alam semesta.

Setiap orang sesungguh merupakan penguasa energi tak terbatas yang ada dalam
dirinya.

Namun banyak orang yang tidak menyadari atau tidak mau tahu, sehingga

mengabaikan potensi energi luar biasa dalam dirinya.

Bagaimana agar kita dapat memelihara dan memancarkan energi positif dari
dalam diri kita ? Banyak menghidupkan energi positif dari dalam diri kiita
sehingga dapat memancar keluar bagi kehidupan sekitar kita ?. Setidaknya
saya ingin berbagai melalui tiga tips sederhana dibawah ini, yang
diharapkan dapat bermanfaat untuk kita semua:

1. Meninggalkan Ego Pribadi:

Artinya, bagaimana kita dapat meninggalkan ego pribadi yang berlebihan yang
dapat menjadi penghambat bagi tumbuh dan berkembangnya energi positif dari
dalam diri kita. Caranya sederhana, mulailah dengan berusaha tidak menjadi
manusia yang egoistis, tidak menjadi manusia yang hanya selalu mementingkan
kepentingan pribadi, tidak menjadi manusia berusaha memuaskan ego dan nafsu
pribadi.

Dengan berusaha meninggalkan ego pribadi yang berlebihan, maka akan terbuka
kesempatan untuk memikirkan kepentingan orang lain, peduli terhadap
lingkungan dan tidak menjadi manusia serakah yang hanya mementingkan diri
sendiri.

2. Berorientasi Memikirkan Orang lain.

Berusaha mengubah pusat hidup kita yang dulunya hanya memikirkan diri
sendiri menjadi banyak memikirkan orang lain. Manusia yang hidupnya hanya
memikirkan dirinya sendiri, hidupnya kecil dan matinya kecil. Namanya kecil
dan ketika mati akan ditelan sejarah begitu saja.

Sebaliknya, manusia yang hidupnya banyak memikirkan orang lain, maka
hidupnya besar dan matinya besar. Namanya besar dan meskipun mungkin ia
sudah meninggal, namanya tidak pernah mati di hati orang lain sepanjang
masa. Banyak contoh mengenai orang-orang besar seperti ini, Mahadma Gandhi,
Bunda Therea, Imam Al-Gazali, Budha Gautama, dll.

3. Mengikuti Aturan Hukum Alam

Mengikuti aturan-aturan hukum alam seperti artinya berusaha menjalani hidup
sejati baru mengharapkan konsekuensi logis dari hasil hidup sejati.
Sederhanya begini, kalau ingin menjadi orang baik maka berbuatlah bagi
kepada orang lain, kalau ingin orang lain menghargai Anda maka berusahalah
menghargai orang lain, kalau ingin sukses berusahalah mensukseskan orang
lain, kalau ingin menjadi manusia yang berarti berusahalah memberikan arti
bagi orang lain, kalau ingin menjadi orang mulia berusahalah memuliakan
orang lain. Jangan sampai memurtarbalikkannya, artinya akan melawan hukum
alam.

Jadi intinya adalah berdamai dengan hukum alam dan aturan kehidupan dunia
ini. Dengan berdamai dan merangkul kehidupan dunia ini, akan lebih
memudahkan hidup kita, memberikan banyak manfaat bagi kehidupan orang lain,
membahagiakan kehidupan orang lain.

Pada akhirnya kalau kita ingin meningkatkan nilai kualitas kehidupan kita,
maka berusahalah meningkatkan energi positif yang memancar dari dalam diri
kita untuk kehidupan ini. Dengan banyak memancarkan energi positif berupa
sikap hidup, tindakan dan pekerjaan positif, diharapkan akan lebih
membahagiakan diri kita sendiri baik lahiriah maupun batiniah. Energi ini
akan mendekatkan kita pada kesuksesan dan kemuliaan hidup. Kekhawatiran akan
kesulitan rejeki dan ketakutan tentang masa depan akan hilang pada saat
hidup lebih banyak kita gunakan untuk melepaskan energi positif dengan
membantu kepentingan orang lain.

Salam Motivasi Nurani.

Eko Jalu Santoso