apa yang kita lihat adalah apa yang ingin kita lihat

Posted by on Kamis, Oktober 28, 2010 with No comments
Seorang psikolog amerika yang terkenal melakukan sebuah eksperimen luar
biasa. Dia dan timnya memberikan sebuah tes IQ kepada seluruh murid di
suatu sekolah sebelum akhir masa sekolah. Kemudian mereka memilih
sepuluh siswa dan mengatakan pada setiap guru dari siswa itu, “Kesepuluh
siswa ini akan berada di kelas Anda. Kami tahu dari tes mereka bahwa
secara teknis mereka memang siswa yang cerdas. Anda akan melihat bahwa
mereka semua akan menjadi yang teratas di dalam kelas mereka pada tahun
ajaran berikutnya. Anda harus berjanji untuk tidak mengatakan hal ini
kepada setiap murid, karena akibatnya akan merugikan mereka. ”Para guru itu
pun berjanji untuk tidak mengatakan apa pun.

Kenyataannya adalah bahwa tak satu pun siswa dari daftar tersebut
benar-benar cerdas. Kesepuluh anak itu pun hanya dipilih secara acak dan
kemudian diserahkan pada guru.

Setahun kemudian para psikolog itu kembali ke sekolah tersebut. Mereka
menguji seluruh siswa. Beberapa dari mereka yang dikatakan cerdas
tersbut nilainya naik tiga puluh enam poin. Para psikolog itu mengadakan
wawancara dan bertanya kepada para guru, “Menurut Anda bagaimana
murid-murid ini?” Para guru itu segera menyahut dengan menggunakan kata-kata
sifat seperti “pintar”, “dinamis”, “menyenangkan”, “menarik”, dan
sebagainya.

Apa yang telah terjadi pada siswa-siswa tersebut seandainya para guru
tidak berpikir bahwa mereka memang cerdas di kelas? Justru guru itulah
yang telah mengembangkan seluruh potensi siswa-siswa tersebut.


--------------------------------------------------------


Seseorang yang biasa sekalipun, jika ia dilatih, dimotivasi, dan
dimaksimalkan, hasilnya akan seperti 10 siswa beruntung tadi. Meskipun ia
dipenuhi keterbatasan. Kita lihat bagaimana seorang Thomas Alfa Edison,
yang dianggap siswa lamban di kelasnya, akhirnya menjadi salah seorang
penemu terbanyak di sejarah modern. Entah bagaimana jadinya jika ia
diperlakukan seperti kesepuluh anak tadi, wah.. bisa bisa bom atom muncul
lebih dulu sebelum jamannya einstein.

Kita lihat juga seorang Hellen Keller yang sudah tuli, bisu, buta lagi
sejak dia berumur kurang dari 2 tahun. Sebagai seorang biasa, kita
mungkin akan bingung bagaimana mengatasinya, bagaimana mengajarinya.
Barangkali kita akan berpikir sebaiknya ia dibiarkan hidup, dimanja,
dilayani, meski ia tidak akan tahu apa-apa sampai ajalnya. Namun tidak dengan
orang-orang dekatnya. Mereka menemuan suatu cara mengkomunikasikan
dengan anaknya lewat indra perabanya. Ia pun tidak dimaja, justru dididik
dengan keras, hingga akhirnya kita tahu bahwa hellen keller, dengan
segala keterbatasannya bisa menjadi seorang pengacara tenar dan penulis
ternama di masanya.

IQ kita memang boleh biasa-biasa saja, namun jangan salahkan kita
apabila suatu saat kita bisa melampaui seseorang yang dianggap paling jenius
di negeri ini.

Jangan pernah menganggap anda adalah seorang rakyat kecil, hanya karena
anda tidak punya kekuasaan atas orang disekitar anda.

Jangan pernah menganggap anda miskin hanya karena anda tidak bisa
membiayai sekolah anda.

Dan Jangan pernah menganggap Anda bodoh, hanya karena anda kalah pintar
dengan pesaing Anda. Ingat kata2 seorang Thomas Alfa Edison yang
dahulu pernah dicap bodoh oleh guru-gurunya

"Keberhasilan itu hanya 1% kejeniusan. 99% -nya adalah kerja keras"

Anggaplah bahwa anda adalah orang yang besar (tidak harus dalam arti
fisik tentu) yang mampu membawa orang disekitar kita menjadi lebih baik,
orang yang sangat kaya sehingga mampu bersedekah, dan orang yang sangat
pintar sehingga mampu mengamalkan ilmu yang dimiliki. Namun tentu
saja, janganlah Anda sombong dan Takabur hanya karena anda menganggap semua
itu secara berlebihan. However, Allah is The Greatest.

Insya Allah, itu jualah yang akan dirasakan Anda dan orang-orang
disekitar Anda.

Kondisikanlah orang-orang disekitar Anda untuk menganggap anda sebagai
orang yang lebih, dan kelebihan itu kelaman akan muncul dalam diri anda
dengan lebih cepat dari sebelumnya. Jika anda tidak bisa
mengkondisikan orang-orang disekitar Anda untuk menganggap anda seperti para guru
diatas menganggap sepuluh siswa beruntung, alihkan guru itu dan siswa itu
menyatu dalam diri Anda. Anda adalah seorang guru yang menganggap diri
anda juga sebagai murid yang pandai. Insya Allah, kepandaian itu juga
akan datang asalkan anda juga belajar tentu.

Wallahu’alam
Categories: ,