Bersabarlah, Tapi Jangan Mengurut Dada!
Posted by on Kamis, Oktober 28, 2010 with No comments
Bayangkan diri Anda sedang berada di dalam ruangan konser. Anda sedang
asyik menikmati indahnya alunan musik ketika tiba-tiba ingat bahwa
pintu mobil Anda belum dikunci. Anda khawatir terjadi sesuatu terhadap
mobil Anda. Celakanya, Anda tak dapat keluar begitu saja dari ruangan itu.
Anda menjadi gelisah dan tak dapat lagi menikmati musik konser. Anda
begitu tak sabar menunggu konser tersebut berlalu.
Coba renungkan sebentar skenario di atas. Ilustrasi tersebut
menggambarkan definisi baru mengenai kesabaran. Kesabaran adalah kemampuan
menyatukan badan dan pikiran kita (body and mind) di satu tempat. Nah, begitu
badan dan pikiran Anda berada di lain tempat, Anda akan sangat gelisah
dan kehilangan kesabaran.
Lihatlah contoh di atas. Ketika badan dan pikiran Anda ada di ruangan
konser, Anda begitu menikmati segala sesuatunya. Tapi begitu Anda sadar
bahwa mobil belum terkunci, seketika itu juga pikiran Anda beralih ke
tempat parkir. Pada saat itu kenikmatan Anda menonton berubah menjadi
penderitaan, ketegangan, dan kegelisahan. Kalau semula Anda begitu sabar
menikmati indahnya alunan musik detik demi detik, kini kesabaran itu
benar-benar habis. Badan Anda masih di tempat konser, sementara pikiran
ada di tempat lain.
Dengan contoh sederhana ini saya ingin mengajak Anda semua merevisi
total pemahaman kita mengenai kesabaran. Selama ini, sabar seringkali
diartikan dengan bersedia menderita, bersikap tabah, mengalah, dan
seterusnya. Sabar sering diekspresikan dengan mengurut dada. Anda mengalami
musibah, kemudian orang datang dan mengatakan,''Bersabarlah menghadapi
cobaan ini.'' Anda diperlakukan sewenang-wenang, kawan-kawan Anda
mengatakan, ''Bersabarlah, biar nanti Tuhan yang akan membalas orang itu.''
Tak ada yang salah dengan kata-kata tersebut. Yang salah adalah
maknanya. Seolah-olah bersabar hanyalah dikaitkan dengan penderitaan hidup.
Karena itu ekspresinya adalah mengurut dada. Ekspresi seperti ini
mereduksi begitu banyak makna mengenai kesabaran.
Padahal kesabaran adalah rahasia terpenting untuk menikmati hidup.
Kalau Anda bersabar Anda akan benar-benar menikmati saat-saat terindah
dalam hidup Anda.
Definisi baru mengenai kesabaran adalah menyatukan badan dan pikiran di
satu tempat. Apa yang terjadi kalau badan Anda di kantor tapi pikiran
di rumah, atau sebaliknya Anda di rumah tapi pikiran di kantor? Saya
yakin, Anda tak akan menikmati hidup. Dalam menjalankan pekerjaan,
seringkali saya harus bepergian jauh ke luar kota selama beberapa hari. Saat
itu saya sering merindukan keluarga di rumah. Dan begitu itu terjadi
saya merasa stres dan kehilangan kesabaran. Saya ingin buru-buru pulang,
dan kenikmatan melakukan pekerjaan pun hilang.
Coba amati apa yang Anda rasakan saat terjebak kemacetan di jalan. Anda
sering menjadi stres. Badan Anda masih di mobil tapi pikiran sudah di
kantor, di tempat klien atau di rumah. Anda menderita. Sekarang coba
lakukan penyatuan badan dan pikiran Anda kembali. Kuncinya adalah
kesadaran. Sadarilah sepenuhnya apa yang sedang Anda alami.
Rasakan tubuh Anda yang sedang duduk di mobil, rasakan sentuhan tangan
Anda pada kemudi, dan kaki Anda yang sedang menginjak pedal. Hidupkan
musik kesukaan Anda, dan amatilah gedung-gedung yang menjulang tinggi.
Anda akan merasakan keajaiban. Perlahan-lahan kesabaran Anda tumbuh
kembali. Bukan itu saja Anda juga akan merasakan rileks.
Jangan salah, untuk relaksasi Anda tidak membutuhkan waktu dan tempat
yang khusus. Yang Anda perlukan cuma bersabar. Sabar berarti hidup di
masa sekarang dan menikmati keberadaan Anda. Anda sering tak sabaran
kalau menunggu sesuatu? Coba satukan badan dan pikiran. Anda akan merasakan
bedanya. Dalam suatu perjalanan ke Honolulu, perubahan jadwal
penerbangan menyebabkan saya ''terdampar'' di lapangan terbang Osaka selama 12
jam. Awalnya saya stres memikirkan cara mengisi waktu yang panjang itu.
Tapi begitu ingat rumus ini, kesabaran sayapun tumbuh kembali, dan
saya begitu menikmati berjalannya waktu.
Definisi lain dari kesabaran adalah kesediaan Anda untuk menjalani
prosesnya satu demi satu. Dunia ini diciptakan berproses. Kesabaran berarti
menikmati proses tersebut. Anda tak bisa mendadak menjadi kaya,
pandai, dan kompeten. Anda harus mau bersabar menjalani prosesnya dari ke
hari. Dalam hal ini berlaku hukum pertumbuhan, Anda hanya menuai apa yang
Anda tanam. Tak ada hal yang instant! Kalau Anda melewati prosesnya
karena ingin cepat kaya, atau ingin cepat terlihat pandai. Anda melawan
hukum alam, karena itu bersiap-siaplah menerima konsekuensinya pada suatu
saat nanti.
Jadi, marilah kita bersabar. Dan hidup akan terasa lebih nikmat. Jangan
mengurut dada, karena kesabaran adalah kenikmatan bukannya
penderitaan. Apapun karir dan profesi Anda, yang menyebabkan Anda berhasil
bukanlah kepandaian tetapi kesabaran Anda. Inilah rahasianya mengapa agama
selalu mengatakan, ''Sesungguhnya Tuhan bersama orang-orang yang sabar!''
asyik menikmati indahnya alunan musik ketika tiba-tiba ingat bahwa
pintu mobil Anda belum dikunci. Anda khawatir terjadi sesuatu terhadap
mobil Anda. Celakanya, Anda tak dapat keluar begitu saja dari ruangan itu.
Anda menjadi gelisah dan tak dapat lagi menikmati musik konser. Anda
begitu tak sabar menunggu konser tersebut berlalu.
Coba renungkan sebentar skenario di atas. Ilustrasi tersebut
menggambarkan definisi baru mengenai kesabaran. Kesabaran adalah kemampuan
menyatukan badan dan pikiran kita (body and mind) di satu tempat. Nah, begitu
badan dan pikiran Anda berada di lain tempat, Anda akan sangat gelisah
dan kehilangan kesabaran.
Lihatlah contoh di atas. Ketika badan dan pikiran Anda ada di ruangan
konser, Anda begitu menikmati segala sesuatunya. Tapi begitu Anda sadar
bahwa mobil belum terkunci, seketika itu juga pikiran Anda beralih ke
tempat parkir. Pada saat itu kenikmatan Anda menonton berubah menjadi
penderitaan, ketegangan, dan kegelisahan. Kalau semula Anda begitu sabar
menikmati indahnya alunan musik detik demi detik, kini kesabaran itu
benar-benar habis. Badan Anda masih di tempat konser, sementara pikiran
ada di tempat lain.
Dengan contoh sederhana ini saya ingin mengajak Anda semua merevisi
total pemahaman kita mengenai kesabaran. Selama ini, sabar seringkali
diartikan dengan bersedia menderita, bersikap tabah, mengalah, dan
seterusnya. Sabar sering diekspresikan dengan mengurut dada. Anda mengalami
musibah, kemudian orang datang dan mengatakan,''Bersabarlah menghadapi
cobaan ini.'' Anda diperlakukan sewenang-wenang, kawan-kawan Anda
mengatakan, ''Bersabarlah, biar nanti Tuhan yang akan membalas orang itu.''
Tak ada yang salah dengan kata-kata tersebut. Yang salah adalah
maknanya. Seolah-olah bersabar hanyalah dikaitkan dengan penderitaan hidup.
Karena itu ekspresinya adalah mengurut dada. Ekspresi seperti ini
mereduksi begitu banyak makna mengenai kesabaran.
Padahal kesabaran adalah rahasia terpenting untuk menikmati hidup.
Kalau Anda bersabar Anda akan benar-benar menikmati saat-saat terindah
dalam hidup Anda.
Definisi baru mengenai kesabaran adalah menyatukan badan dan pikiran di
satu tempat. Apa yang terjadi kalau badan Anda di kantor tapi pikiran
di rumah, atau sebaliknya Anda di rumah tapi pikiran di kantor? Saya
yakin, Anda tak akan menikmati hidup. Dalam menjalankan pekerjaan,
seringkali saya harus bepergian jauh ke luar kota selama beberapa hari. Saat
itu saya sering merindukan keluarga di rumah. Dan begitu itu terjadi
saya merasa stres dan kehilangan kesabaran. Saya ingin buru-buru pulang,
dan kenikmatan melakukan pekerjaan pun hilang.
Coba amati apa yang Anda rasakan saat terjebak kemacetan di jalan. Anda
sering menjadi stres. Badan Anda masih di mobil tapi pikiran sudah di
kantor, di tempat klien atau di rumah. Anda menderita. Sekarang coba
lakukan penyatuan badan dan pikiran Anda kembali. Kuncinya adalah
kesadaran. Sadarilah sepenuhnya apa yang sedang Anda alami.
Rasakan tubuh Anda yang sedang duduk di mobil, rasakan sentuhan tangan
Anda pada kemudi, dan kaki Anda yang sedang menginjak pedal. Hidupkan
musik kesukaan Anda, dan amatilah gedung-gedung yang menjulang tinggi.
Anda akan merasakan keajaiban. Perlahan-lahan kesabaran Anda tumbuh
kembali. Bukan itu saja Anda juga akan merasakan rileks.
Jangan salah, untuk relaksasi Anda tidak membutuhkan waktu dan tempat
yang khusus. Yang Anda perlukan cuma bersabar. Sabar berarti hidup di
masa sekarang dan menikmati keberadaan Anda. Anda sering tak sabaran
kalau menunggu sesuatu? Coba satukan badan dan pikiran. Anda akan merasakan
bedanya. Dalam suatu perjalanan ke Honolulu, perubahan jadwal
penerbangan menyebabkan saya ''terdampar'' di lapangan terbang Osaka selama 12
jam. Awalnya saya stres memikirkan cara mengisi waktu yang panjang itu.
Tapi begitu ingat rumus ini, kesabaran sayapun tumbuh kembali, dan
saya begitu menikmati berjalannya waktu.
Definisi lain dari kesabaran adalah kesediaan Anda untuk menjalani
prosesnya satu demi satu. Dunia ini diciptakan berproses. Kesabaran berarti
menikmati proses tersebut. Anda tak bisa mendadak menjadi kaya,
pandai, dan kompeten. Anda harus mau bersabar menjalani prosesnya dari ke
hari. Dalam hal ini berlaku hukum pertumbuhan, Anda hanya menuai apa yang
Anda tanam. Tak ada hal yang instant! Kalau Anda melewati prosesnya
karena ingin cepat kaya, atau ingin cepat terlihat pandai. Anda melawan
hukum alam, karena itu bersiap-siaplah menerima konsekuensinya pada suatu
saat nanti.
Jadi, marilah kita bersabar. Dan hidup akan terasa lebih nikmat. Jangan
mengurut dada, karena kesabaran adalah kenikmatan bukannya
penderitaan. Apapun karir dan profesi Anda, yang menyebabkan Anda berhasil
bukanlah kepandaian tetapi kesabaran Anda. Inilah rahasianya mengapa agama
selalu mengatakan, ''Sesungguhnya Tuhan bersama orang-orang yang sabar!''
Categories: Renungan
0 komentar:
Posting Komentar