Untuk si dedek dari Umy dan Aby
Posted by on Sabtu, Juni 26, 2010 with No comments
Ketika Umy dan Aby sudah tua, bukan lagi Umy dan Aby yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap kami......
Ketika Umy dan Aby berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah
bosan dedek dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraan Umy dan Aby.
Ketika dedek kecil, Umy dan Aby selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kami ceritakan agar dedek tidur.
Ketika Umy dan Aby memerlukanmu untuk memandikan Umy dan Aby, jangan marah pada kami.
Ingatkah sewaktu kecil Umy dan Aby harus memakai segala cara untuk membujukmu
mandi?
Ketika Umy dan Aby tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,
jangan mengejek kami.
Pikirkan bagaimana dahulu Umy dan Aby begitu sabar menjawab setiap "mengapa"
darimu.
Ketika Umy dan Aby tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapah kami.
Seperti Umy dan Aby memapah dedek saat dedek belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika Umy dan Aby seketika melupakan pembicaraan kita, berilah kami waktu
untuk mengingat.
Sebenarnya bagi Umy dan Aby, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan dedek
di samping mendengarkan, Umy dan Aby sudah sangat puas.
Ketika dedek memandang Umy dan Aby yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah kami, dukung Umy dan Aby, seperti Umy dan Aby menghadapimu ketika dedek
mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu Umy dan Aby memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini,
sekarang temani Umy dan Aby menjalankan sisa hidupku.
Beri Umy dan Aby cintamu dan kesabaran, kami akan memberikan senyum penuh
rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cinta kami yang tak terhingga
untukmu.
Salam sayang,
Umy & Aby
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap kami......
Ketika Umy dan Aby berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah
bosan dedek dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraan Umy dan Aby.
Ketika dedek kecil, Umy dan Aby selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kami ceritakan agar dedek tidur.
Ketika Umy dan Aby memerlukanmu untuk memandikan Umy dan Aby, jangan marah pada kami.
Ingatkah sewaktu kecil Umy dan Aby harus memakai segala cara untuk membujukmu
mandi?
Ketika Umy dan Aby tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,
jangan mengejek kami.
Pikirkan bagaimana dahulu Umy dan Aby begitu sabar menjawab setiap "mengapa"
darimu.
Ketika Umy dan Aby tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapah kami.
Seperti Umy dan Aby memapah dedek saat dedek belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika Umy dan Aby seketika melupakan pembicaraan kita, berilah kami waktu
untuk mengingat.
Sebenarnya bagi Umy dan Aby, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan dedek
di samping mendengarkan, Umy dan Aby sudah sangat puas.
Ketika dedek memandang Umy dan Aby yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah kami, dukung Umy dan Aby, seperti Umy dan Aby menghadapimu ketika dedek
mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu Umy dan Aby memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini,
sekarang temani Umy dan Aby menjalankan sisa hidupku.
Beri Umy dan Aby cintamu dan kesabaran, kami akan memberikan senyum penuh
rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cinta kami yang tak terhingga
untukmu.
Salam sayang,
Umy & Aby
Categories: Renungan
0 komentar:
Posting Komentar