Batin Yang Bebas & Rendah Hati

Posted by on Sabtu, Juni 26, 2010 with No comments
Pernahkah Anda menyelami masalah ketergantungan psikologis?
Jika Anda menyelaminya sangat dalam, Anda akan mendapati bahwa kebanyakan dari kita merasa sangat kesepian.
Kebanyakan dari kita memiliki batin yang begitu dangkal, hampa.
Kebanyakan dari kita tidak tahu apa makna cinta.
Jadi dari kesepian itu, dari ketidakcukupan itu, dari kehidupan yang serba kurang itu, kita melekat kepada sesuatu, melekat kepada keluarga; kita bergantung padanya. Dan bila sang istri atau suami berpaling dari kita, kita cemburu.
Cemburu bukanlah cinta; tetapi cinta yang diakui masyarakat di dalam keluarga dijadikan terhormat.
Itu satu lagi bentuk pertahanan, satu lagi bentuk pelarian dari diri kita sendiri.
Jadi setiap bentuk perlawanan menumbuhkan ketergantungan.
Dan batin yang bergantung tidak pernah bisa bebas.

Anda perlu bebas, oleh karena Anda akan melihat bahwa batin yang bebas
memiliki esensi kerendahan hati.
Batin seperti itu, yang bebas dan dengan demikian memiliki kerendahan hati, dapat belajar —bukan batin yang melawan.
Belajar adalah hal yang luar biasa —belajar, bukan mengumpulkan pengetahuan. Mengumpulkan pengetahuan lain sekali.
Yang kita sebut pengetahuan itu secara komparatif mudah, oleh karena itu adalah gerak dari yang diketahui menuju yang diketahui.
Tetapi belajar adalah gerak dari yang diketahui menuju yang tak diketahui —Anda hanya belajar secara demikian, bukan?
Categories: