Renungan Untuk Suami

Posted by on Selasa, Juni 29, 2010 with No comments
Aku mendapat bunga hari ini,
meski hari ini bukan hari istimewa dan
bukan hari ulang tahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami
bertengkar dan ia melontarkan kata-kata
menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena hari ini ia mengirimi aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini,
meski ini bukan ulangtahun perkawinan
kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke
dinding dan mulai mencekikku.
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit
di sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali (perbuatannya)
karena ia mengirim bunga padaku hari
ini.

Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu
atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih
keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut
meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi
anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali
(perbuatannya) semalam, karena hari
ini ia
kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini. Hari ini
adalah hari istimewa :
inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian
dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi
hari ini....
Categories: