Mengapa Cinta itu Buta

Posted by on Sabtu, Juni 26, 2010 with No comments
Pada masa dulu, sebelum dunia diciptakan seperti yang kita kenal sekarang,
dan manusia belum lagi menginjakkan kakinya di sana, semua sifat kebaikan
dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan, tak tahu apa
yang hendak dilakukan.

Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi daripada
sebelumnya, sampai ketika Kecerdikan mengemukakan usul :"Mari kita bermain
petak umpet." Mereka semua menyukai ide tsb, dan secara tiba2 Madness/
Kegilaan berteriak: "Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!"
Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin mencari kegilaan, semua
yang lain setuju saja. Kegilaan segera bersandar kepohon dan mulai
menghitung, "Satu, dua, tiga..."

Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tsb
bersembunyi. Kelembutan menggantung dirinya di ujung bulan, Pengkhianatan
bersembunyi di tumpukan sampah. Kasih sayang bergulung di antara awan, dan
Nafsu Kegairahan pergi ke tengah2 bumi. Kebohongan berkata akan
bersembunyi di bawah batu, tapi ternyata justru bersembunyi di dasar
danau.

Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam kantung yang kemudian ternyata
dirobeknya karena kantung itu dirasanya tidak nyaman. Dan Kegilaan masih
terus menghitung, "Tujuh puluh sembilan, delapan puluh, delapan puluh
satu..." Ketika itu, semua sifat tsb telah bersembunyi --- kecuali Cinta.
Seperti Keragu- raguan, demikianlah cinta, dia tak bisa memutuskan
kemana harus bersembunyi.

Dan ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu betapa sulitnya
menyembunyikan cinta. Pada saat Kegilaan sampai pada hitungan ke-99,
Cinta segerame lompat bersembunyi ke kebun bunga Mawar. Dan dengan
bersemangat Kegilaan berbalik dan berteriak, "Bersiaplah, ini aku datang!
Akan kutemukan kalian semua"

Kemalasan adalah yang pertama ditemukan, karena dia bahkan tidak punya
energi untuk mencoba bersembunyi, disusul oleh Keragu- raguan, yang masih
mondar-mandir karena tak tahu ke mana harus sembunyi. Kemudian, secara
hampir beruntun Kegilaan segera menemukan Kelembutan di ujung bulan,
Kebohongan didasar danau dan Gairah di tengah2 bumi.

Satu persatu Kegilaanmenemukan mereka semua, kecuali lagi2 Cinta.
Kegilaan mulai menjadi semakin gila, karena putus asa untuk menemukan
Cinta. Tapi Kecemburuan yang iri pada Cinta yang belum juga ditemukan,
berbisik pada Kegilaan, "Kau hanya perlu mencari Cinta, dan dia
bersembunyi di semak bunga Mawar." Kegilaan mengambil garpu taman dan
menusuk2annya serampangan kearah semak Mawar. Dia terus menusuk2 sampai
terdengar suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti.

Cinta keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan tangan.
Di antara jari2nya mengalir darah segar yang ternyata berasal dari kedua
belah matanya. Kegilaan yang terlalu bersemangat untuk menemukan Cinta,
tanpa sengaja telah melukai mata dari Cinta. "Apa yang telah kulakukan!"
teriaknya menyesal. "Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus
memperbaikinya?" Cinta menjawab, "Kau tak mungkin memperbaikinya. Tapi
kalau kamu bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi
penuntunku."

Dan semenjak itulah, Cinta itu buta namun dia bisa melihat dalam
kegelapan, karena dia selalu didampingi oleh Kegilaan. Dan sekarang kita
bisa mengetahui mengapa cinta itu buta dan gila kan?!
Categories: ,